Mahasiswanya Positif Covid-19, Kampus FISIP ULM Banjarmasin Lockdown Selama Sepekan Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi

Pasar Sekunder Tak Jadi Tutup, PSBB Banjarmasin Mengendur?

- Apahabar.com Jumat, 15 Mei 2020 - 15:08 WIB

Pasar Sekunder Tak Jadi Tutup, PSBB Banjarmasin Mengendur?

Puluhan pedagang memprotes rencana penutupan Pasar Sentral Antasari selama PSBB Jilid II, Selasa (16/5). Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Kebijakan penutupan pasar sekunder atau kebutuhan non-bahan pokok (bapok) selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Banjarmasin akhirnya batal.

Pembatalan tersebut dengan berbagai catatan. Antara lain, pedagang sekunder yang menjual dagangan secara grosir atau partai diperbolehkan beroperasi. Sedangkan pedagang eceran tak diperkenankan.

“Yang diizinkan itu pembeli grosiran, pembeli ecaran tidak. Buka toko pedagang ya sedikit aja,” ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid Banjarmasin, Machli Riyadi.

Lebih lanjut, Machli menerangkan pedagang dan pembeli sebelumnya sudah harus melakukan transaksi tawar menawar melalui saluran telepon.

Apabila mencapai kata sepakat, maka pembeli langsung diminta segera mengambil barang dagangan.

Langkah itu supaya pembeli tak terlalu lama berada di kawasan pasar dan sekaligus mencegah terpapar Covid-19.

“Pedagang tak membuka toko, orang datang juga cuma mengambil barang yang sudah transaksi melalui telepon,” pungkasnya.

Wali Kota Ibnu Sina sebelumnya bilang Pemkot sudah membuat kesepakatan dengan beberapa para pedagang. Terutama, berkaitan dengan evaluasi kebijakan PSBB Jilid II terkait penutupan pasar sekunder sesuai Perwali 37/200.

Para pedagang pasar sekunder ini diberikan waktu selama 5 jam untuk menggelar dagangannya. Dari jam 9 pagi sampai 2 siang.

“Karena memang menjelang lebaran sehingga diberi kelonggaran agar pedagang tetap bisa buka. Tetapi dengan pembatasan waktu. Dari 9 pagi sampai 2 siang,” jelas Ibnu.

Selain pembatasan jam pedagang maupun pengunjung harus menaati aturan protokoler kesehatan. Di mana akan disepakati pintu keluar masuk untuk memudahkan pemeriksaan suhu tubuh oleh petugas.

“Pasar disepakati pintu masuknya. Juga akan dibantu dengan pemeriksaan suhu tubuh. Jika di atas 37,2 derajat dan tak pakai masker diminta tak masuk,” katanya.

Ibnu pun berharap pedagang bisa memahami kondisi saat ini. Dan mau membantu upaya Pemkot untuk kelancaran PSBB jilid II.

Ibnu juga meminta pedagang untuk berperan aktif menjalankan komitmen. Dan jika disepakati agar membuka tempat usahanya dimulai pada Sabtu.

“Mudahan pedagang juga komitmen dengan kesepakatan ini sehingga Pemkot juga bisa bisa melaksanakan PSBB sebaiknya,” harapnya.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sebuah Pohon Mendadak Tumbang, 1 Gerobak Pentol Tertimpa
apahabar.com

Kalsel

Alat Timbang Pedagang di Pasar Bakal Diperiksa
apahabar.com

Kalsel

Rofiqi Sebut PAD Kabupaten Banjar Tidak Masuk Akal
apahabar.com

Kalsel

Jembatan Alalak Didesain Melengkung, Ini Pertama di Indonesia
apahabar.com

Kalsel

Cerita Mahasiswi Cantik Tingkat Akhir, yang Belum Boleh Terbang ke China
apahabar.com

Kalsel

Triwulan I 2019, Korban Kriminalitas Dominasi RSUD Ulin
apahabar.com

Kalsel

Korsleting Listrik Picu Kebakaran di Pekapuran Laut Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Kembali Gaungkan #MosiTidakPercaya, Massa Anti-Omnibus Law Demo Lagi DPRD Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com