Pantas GR86 Jadi Primadona di GIIAS 2022, Berapa Harganya? Akhirnya, Truk Pertamina yang Terbalik di Martapura Berhasil Dievakuasi Maksimalkan Potensi EBT, CPI: Pengembangan EBT Jangan Asal-asalan! Dilantik Jadi Sekda, Yani Tambah Daftar Kosong Kepala Dinas Pemkab HST Heboh Siswa Banjarmasin Diduga Tertular Covid-19, Disdik Turun Tangan
agustus

Pasca Pandemi, Bang Dhin Dorong Pemprov Kalsel Perhatikan UMKM

- Apahabar.com     Senin, 18 Mei 2020 - 14:55 WITA

Pasca Pandemi, Bang Dhin Dorong Pemprov Kalsel Perhatikan UMKM

Wakil Ketua DPRD Kalsel, M. Syaripuddin. Foto-dok apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripuddin mendorong pemerintah provinsi agar lebih memperhatikan nasib pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pasca-pandemi coronavirus disease 2019.

“Dalam rencana pemulihan (recovery) dan rebound ekonomi Kalsel pacsa-wabah virus Corona, saya masih belum melihat ke depan program yang menyentuh pelaku UMKM. Dijelaskan hanya industri hilir yang notabene perusahaan besar,” ucap Muhammad Syaripuddin saat mengikuti Rapat Laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) bersama Bappeda dan Balitbangda Kalsel Senin (18/5) siang.

Padahal, menurut Bang Dhin -sapaan akrab Muhammad Syaripuddin, pelaku UMKM sangat penting di tengah krisis ekonomi, sebagaimana tahun 1998 silam. Sehingga ke depan perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.

Berdasarkan data tahun 2017, Bang Dhin mencatat jumlah pelaku UMKM Kalsel kurang lebih mencapai 284 ribu. Sedangkan pada tahun 2019 mengalami peningkatan sebanyak 352 ribu.

“Ini harus menjadi perhatian khusus dan menjadi rekomendasi saya dalam LKPJ ini,” jelas Bang Dhin.

Politisi Muda PDI Perjuangan ini meminta agar Bappeda dan Balitbangda Kalsel melakukan penelitian Teknologi Tepat Guna demi mendukung kinerja dari pelaku UMKM sendiri.

“Ini ditemukan di Serongga. Ada salah seorang masyarakat yang menciptakan mesin produksi sawit menjadi CPO,” ungkap Sekretaris DPD PDIP Kalsel ini.

Di mana kala itu, kenang Bang Dhin, perusahaan tak menerima buah tandan segar kelapa sawit sehingga masyarakat berinisiatif mengolah sendiri. Sayang, masyarakat menemukan berbagai macam kendala.

“Ini yang harus menjadi perhatian Balitbangda Kalsel ke depan. Mesin tersebut masih diperlukan agar bisa menjadikan CPO ke minyak dan akan menjadi industri rumahan,” tegasnya.

Walaupun, dalam tanda kutip perusahaan besar akan ‘panik’ jika wacana ini akan terealisasi karena masyarakat yang mempunyai lahan seluas 5-10 hektar bisa memproduksi minyak secara mandiri.

“Ini harus menjadi perhatian khusus, karena untuk menopang ekonomi masyarakat,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala Balitbangda Kalsel, Muhammad Amin menyetujui masukan tersebut. Namun dengan syarat, alat yang diciptakan warga itu belum pernah diteliti oleh pihak mana pun.

“Pada prinsipnya kita setuju, namun kita mesti mendapatkan masukan-masukan dari SKPD teknis,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Setop Covid-19 dengan Tetap Berada di Rumah
apahabar.com

Tak Berkategori

TPS Paman Birin Sudah Menghitung Suara, Hasilnya Mengejutkan 
apahabar.com

Tak Berkategori

Bahas Ibu Kota dan Sekprov, DPRD Siap Temui Gubernur Kaltim
apahabar.com

Tak Berkategori

Masih Jadi Misteri, Tiga Pangeran Arab Wafat dalam Sebulan
Dolar Dibuka Menguat

Tak Berkategori

Dolar Dibuka Menguat pada Perdagangan Sabtu Pagi, Meski…..

Tak Berkategori

Penemuan Mayat di Usih Bintang Ara, Polres Tabalong Beberkan Fakta
apahabar.com

Tak Berkategori

Niah Punya Cerita, Andalkan JKN-KIS sebelum Sakit
Pembunuhan Pria di Banjarmasin

Tak Berkategori

Rekonstruksi Pembunuhan Pria di Banjarmasin Barat, Polisi Temukan Fakta Baru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com