Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Pasien Covid-19 Ikut Salat Tarawih, 94 Jemaah Dites Cepat

- Apahabar.com Kamis, 7 Mei 2020 - 20:09 WIB

Pasien Covid-19 Ikut Salat Tarawih, 94 Jemaah Dites Cepat

Ilustrasi - Seorang perawat mengumpulkan sampel untuk tes virus corona. Foto-Reuters/Wolfgang Rattay

apahabar.com, BATAM – Sebanyak empat warga Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dengan hasil rapid test reaktif Covid-19 dikarantina di Rumah Susun (Rusun)Tanjunguncang.

Keempatnya diketahui melaksanakan salat tarawih berjemaah di Masjid Al Furqon bersama seorang pasien Covid-19, sebelum pasien itu meninggal.

“Empat orang ini dikarantina di Rusun Tanjunguncang untuk pemeriksaan lanjutan,” kata Camat BengkongFairuz, Kamis (07/05) di Batam.

Dalam penelusuran otoritas setempat, sebanyak 94 orang diketahui menjalankan salat tarawih bersama pasien Covid-19. Namun, dari hasil tes cepat, hanya empat orang yang reaktif, sedang 90 orang lainnya nonreaktif.

Rencananya, kata dia, empat orang warga tersebut akan menjalani tes swab di Rusun Tanjunguncang. Ia menjelaskan bahwa bersama empat orang warga itu, empat orang anggota keluarga pasien juga turut dikarantina.

“Keluarga ada empat, ini sudah diambil swab-nya, hasilnya belum keluar. Sambil menunggu hasil swab-nya turut dikarantina di Rusun Tanjunguncang. Jadi totalnya ada delapan orang,” katanya.

Sedangkan 90 orang jemaah lainnya yang hasil tes nonreaktif diminta tetap waspada, menjaga jarak, mengenakan masker, hindari kerumunan dan keramaian serta mengikuti anjuran pemerintah.

Ia menegaskan, pemerintah tidak melarang pelaksanaan ibadah. Namun, mengingat kondisi pandemi saat ini, maka hendaknya kegiatan yang bersifat keramaian dihentikan dulu.

“Kami sudah sampaikan ke pengurus masjid. Kami enggak mau terulang kembali,” kata dia.

Mengenai pengetatan kegiatan keramaian di Kecamatan Bengkong, ia menegaskan pihaknya akan terus berkeliling memastikan tidak ada warga yang berkumpul.

“Contohnya, kalau kemarin ada yang makan di rumah makan, selama jaga jarak, masih dipersilakan. Sekarang, kalau ada yang makan, kami beri waktu 10 menit untuk menyelesaikan makannya, atau bungkus dan langsung pulang,” katanya dan menambahkan setelah ini tidak akan ada lagi imbauan, melainkan langsung dibubarkan.

Sedangkan untuk ibadah dengan keramaian, pihaknya akan memberitahukan dan bersiaga menjaga di lokasi sebelum kegiatan dimulai.

Sedangkan untuk pasar kaget, ia mengatakan masih dalam pembahasan, karena adanya pro dan kontra di tengah masyarakat.

“Kami mencari solusi terbaik. Yang jelas, kalau diteruskan standar protokol kesehatan diperketat, jarak antarlapak diatur kembali. Pedagang dan pembeli wajib masker,” katanya.

Pihaknya akan menerapkan pola baru di pasar yang berlokasi di depan kantor camat. “Bagi yang melanggar akan diberi sanksi tidak boleh jualan lagi,” pungkas Fairuz.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Aryadi Menangis, Usai Lihat Jasad Levie
apahabar.com

Nasional

Kementerian PUPR: Kondisi Jalur Mudik Motor Dipastikan Laik
apahabar.com

Nasional

Jokowi – Ma’ruf Amin Luncurkan Gerakan Rabu Putih
apahabar.com

Nasional

Pulihkan Ekonomi Nasional, Pemerintah Gelontorkan Puluhan Triliun ke 12 BUMN
apahabar.com

Nasional

Long Weekend, BLT Subsidi Gaji Segera Cair
apahabar.com

Nasional

Presiden Ingatkan Pentingnya Ikhtiar Batiniah Saat Pandemi Covid-19
apahabar.com

Nasional

Viral, Video Pimpinan Muhammadiyah Pekalongan Wafat saat Salat di Masjid
apahabar.com

Nasional

Ketua Satgas Covid-19 Heran Kerja Kantoran Seperti Kondisi Normal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com