Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Pasien Covid-19 Kabur, RSDI Banjarbaru Gembok Pintu

- Apahabar.com Selasa, 26 Mei 2020 - 17:14 WIB

Pasien Covid-19 Kabur, RSDI Banjarbaru Gembok Pintu

Seorang pasien dalam pengawasan RSDI Banjarbaru melarikan diri. Foto-Antara

apahabar.com, BANJARBARU – Satu pasien reaktif Covid-19 dari Rumah Sakit (RS) Idaman Banjarbaru kabur. Pihak rumah sakit daerah itu pun dibuatnya kebingungan.

“Pasien seorang Laki laki. Dikirim dari RS di Guntung Payung dengan diagnosis PDP [Pasien dalam pengawasan],” ujar Kabag Tata Usaha RS Idaman Banjarbaru, Firmansyah kepada apahabar.com, Selasa (26/5) siang.

Sedari awal, PDP tersebut disebut datang dengan banyak keluhan.

“Keluhan sesak selama 3 hari, demam 4 hari, batuk 3 hari, (namun) tidak ada riwayat keluar Banjarbaru dan tidak ada kontak dengan pasien Covid-19,” jelasnya.

Lalu, menurut hasil laboratorium, pasien tersebut menderita Pneumonia.

“Dilakukan pemeriksaan rontgen dada dengan hasilnya Pneumonia, terus dilakukan pemeriksaan laboratorium hasil mengarah ke Covid-19 dengan IGG atau IGM reaktif lalu diberikan terapi oleh dokter spesialis kami dan dirawat di ruang isolasi,” katanya.

Pada 23 Mei pukul 13.30 wita, pasien itu melepas infus. Menginjak pukul 16.54, kepala ruangan melaporkan bahwa si pasien sudah tak ada di tempat.

“Itu setelah perawat memeriksa pasien tersebut dan beralih ke kamar pasien yang lain, pasien keluar RSDI melalui tangga darurat dan pukul 18.00 tim security melihat pasien dibonceng oleh lelaki yang dicurigai anaknya,” ceritanya.

Selanjutnya, RSDI melaporkan kasus kaburnya pasien tersebut ke Gugus Tugas Covid-19 Banjarbaru.

“Untuk membantu mencari pasien dan hingga saat ini pasien tidak (belum) kembali ke RS,” ungkapnya.

Lantas, bagaimana RSDI bisa kecolongan?

“Lewat pintu darurat,” terangnya.

“Jadi yang namanya tangga darurat itu, pintu tangga darurat tidak bida dibuka dari luar, tapi orang dari dalam (bisa) keluar turun bisa, pasien dari dalam dan itu terekam di camera CCTV,” beber Firman.

Akibat kejadian itu pihak RSDI Banjarbaru merantai dan menggembok pintu darurat yang sejatinya berfungsi sebagai jalur evakuasi. Sebagai informasi, PDP atau pasien kabur diduga pengidap Covid-19 tersebut seorang pedagang sate di salah satu pasar di Banjarbaru.

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Jelang Pelantikan Presiden, Habib Hasan Ajak Warga Berdoa untuk Bangsa
apahabar.com

Kalsel

Kabar Duka, Mantan Wakil Bupati Tala Wafat
apahabar.com

Kalsel

Perbaikan Makan Waktu, Distribusi Air PDAM Bandarmasih Kembali Terhambat
apahabar.com

Kalsel

Mundur dari SMSI, Media Siber di Kalsel Gabung JMSI
apahabar.com

Kalsel

Polsek Tabunganen Ajak Warga Pakai Masker di Pasar Tradisional
apahabar.com

Kalsel

Mencopet di Pasar Sungai Gampa, Pria Pendatang Nyaris Digebuki Warga
apahabar.com

Kalsel

Letkol Arm Siswo Budiarto: Jangan Paksa Buka Pesantren
apahabar.com

Kalsel

2 Hari, Kasus Covid-19 Kotabaru Tetap di Angka 431
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com