ga('send', 'pageview');
Cerita Sukses Pemuda Kotabaru di Jepang dan Gaet Wanita Mualaf Ribuan Gram Sabu Gagal Edar, BNN Kalsel Diapresiasi Pusat Banjir di Pelaihari, Warga Diminta Waspada Hujan Susulan Dulu Bugar, ‘Kai Api’ Kini Ringkih di RS Ansari Saleh Lagi, Covid-19 Renggut Nyawa Nakes di Puskesmas Banjarmasin




Home Kalsel

Jumat, 29 Mei 2020 - 12:08 WIB

Pedagang Sate yang Jadi PDP di Banjarbaru Kabur, Tiga Reaktif

Redaksi - Apahabar.com

RSDI Banjarbaru. Foto-Antara

RSDI Banjarbaru. Foto-Antara

apahabar.com, BANJARBARU – Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) yang kabur dari Rumah Sakit (RS) Idaman Banjarbaru masih dalam pencarian aparat berwajib.

Tracking atau pelacakan terhadap keluarga yang memiliki kontak erat dengan si pasien mulai dilakukan.

“(PDP) Untuk sementara belum ditemukan, jadi kita kemarin mencari dengan seluruh aparat TNI-Polri namun sampai saat ini belum ditemukan juga,” ujar Tim Covid-19 Banjarbaru, Zaini Syahranie kepada apahabar.com, Jumat (29/5).

Menggunakan drone atau pesawat nirawak, pencarian terhadap pasien yang merupakan seorang pedagang sate itu tak kunjung membuahkan hasil.

apahabar.com

Anggota Tim GTPP Covid-19 Banjarbaru sekaligus Kalakhar BPBD kota Banjarbaru, Zaini Syahranie (tengah). Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

“Kita akan bekerja sama dengan Basarnas bila dalam 1 sampai 3 hari belum juga ditemukan, karena dianggap pencarian orang hilang,” jelasnya.

Adapun upaya-upaya petugas dalam pencarian ini dirasanya sudah full. Masyarakat pun sudah dilibatkan.

“Yang jelas kita sudah berusaha, kita sudah umumkan ke masyarakat juga,” tambahnya.

Selama pencarian, petugas telah melakukan pemeriksaan medis terhadap sejumlah keluarga si pasien. Tiga anggota keluarganya reaktif hasil rapid test.

“Betul, jadi kita kemarin bertemu keluarganya, mereka kooperatif dan kita lakukan rapid test kepada anggota keluarganya. Ada 3 orang yang reaktif jadi kita karantina di LPMP,” ungkap Kalakhar BPBD kota Banjarbaru itu.

Baca juga :  Pascabanjir, BPBD Tala Masih Lakukan Validasi Data Kerugian

Anggota keluarga tersebut dikatakannya kooperatif, dan juga telah dilakukan swab terhadap ketiganya.

“Sudah diswab juga tinggal nunggu hasil. Jadi anggota keluarganya ini istri dan dua anaknya. Jadi kita di lab inikan antre, jadi hasil swab-nya agak lama,” pungkasnya.

Lurah Landasan Ulin Timur, Deny Adi Surya juga membenarkan hal tersebut. Empat anggota keluarganya, 3 reaktif hasil rapid test.

“Tiga orang reaktif,” tegas Deny kepada media ini beberapa waktu lalu.

Deny berharap keluarga dapat bekerja sama untuk memberikan segala informasi tentang si pasien kabur.

Diwartakan sebelumnya, satu pasien reaktif Covid-19 dari Rumah Sakit (RS) Idaman Banjarbaru kabur. Pihak rumah sakit daerah itu pun dibuatnya kebingungan.

“Pasien seorang Laki laki. Dikirim dari RS di Guntung Payung dengan diagnosis PDP [Pasien dalam pengawasan],” ujar Kabag Tata Usaha RS Idaman Banjarbaru, Firmansyah kepada apahabar.com, Selasa (26/5) siang.

Sedari awal, PDP tersebut disebut datang dengan banyak keluhan. Keluhannya sesak napas selama 3 hari, demam 4 hari, batuk 3 hari.

“(Namun) tidak ada riwayat keluar Banjarbaru dan tidak ada kontak dengan pasien Covid-19,” jelasnya.

Lalu, menurut hasil laboratorium, pasien tersebut menderita Pneumonia.

“Dilakukan pemeriksaan rontgen dada dengan hasilnya Pneumonia, terus dilakukan pemeriksaan laboratorium hasil mengarah ke Covid-19 dengan IGG atau IGM reaktif lalu diberikan terapi oleh dokter spesialis kami dan dirawat di ruang isolasi,” katanya.

Baca juga :  Dini Hari, Puluhan Remaja Terjaring Operasi Cipkon di Banjarmasin Utara

Pada 23 Mei pukul 13.30 wita, pasien itu melepas infus. Menginjak pukul 16.54, kepala ruangan melaporkan bahwa si pasien sudah tak ada di tempat.

“Itu setelah perawat memeriksa pasien tersebut dan beralih ke kamar pasien yang lain, pasien keluar RSDI melalui tangga darurat dan pukul 18.00 tim security melihat pasien dibonceng oleh lelaki yang dicurigai anaknya,” ceritanya.

Selanjutnya, RSDI melaporkan kasus kaburnya pasien tersebut ke Gugus Tugas Covid-19 Banjarbaru.

“Untuk membantu mencari pasien dan hingga saat ini pasien tidak (belum) kembali ke RS,” ungkapnya.

Lantas, bagaimana RSDI bisa kecolongan? “Lewat pintu darurat,” terangnya.

“Jadi yang namanya tangga darurat itu, pintu tangga darurat tidak bisa dibuka dari luar, tapi orang dari dalam (bisa) keluar turun bisa, pasien dari dalam dan itu terekam di camera CCTV,” beber Firman.

Akibat kejadian itu pihak RSDI Banjarbaru merantai dan menggembok pintu darurat yang sejatinya berfungsi sebagai jalur evakuasi. Sebagai informasi, PDP atau pasien kabur diduga pengidap Covid-19 tersebut seorang pedagang sate di salah satu pasar di Banjarbaru.

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Jalankan Program CSR, Best Western Kindai Hotel Adakan Parade Bakti Sosial
apahabar.com

Kalsel

Honorer Balangan Berharap Kesejahteraan dan Kepastian
apahabar.com

Kalsel

Satu Keluarga Positif Covid-19 di Banjarmasin Diabaikan, Wakil Rakyat Bereaksi
apahabar.com

Kalsel

Angkasa Pura I Bantah Sewa Tempat Bagi UMKM Rp 80 Juta Per Bulan!
apahabar.com

Kalsel

LPG 3 Kg Mahal, DPRD Kalsel Terus Soroti Kinerja Satgas Pangan
apahabar.com

Kalsel

Lebaran Sebentar Lagi, Pemkot Banjarmasin Kebanjiran Aduan THR
apahabar.com

Kalsel

Basarnas Banjarmasin Asah Kemampuan
apahabar.com

Kalsel

Densus 88 Beraksi di Tanah Bumbu, Buku Jihad dan Syal Diamankan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com