Cerita Sukses Trader Forex Banjarmasin, Modal Rp 15 Juta Berangkatkan Umrah Keluarga 3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?

Pembukaan Perbatasan Australia Saat Covid-19 Picu Perdebatan

- Apahabar.com Kamis, 21 Mei 2020 - 20:11 WIB

Pembukaan Perbatasan Australia Saat Covid-19 Picu Perdebatan

Penduduk setempat menyantap makanan di salah satu restoran, di Darling Harbour di Sydney, Australia, Sabtu (17/05). Sydney mulai melonggarkan beberapa pembatasan Covid-19 sejak 15 Mei lalu yang memungkinkan orang-orang pergi ke berbagai pantai, pub, dan restoran untuk kegiatan rekreasi. Foto-Xinhua-Bai Xuefei/hp via Antara

apahabar.com, CANBERRA – Para pemimpin negara bagian dan teritori Australia pada Kamis (21/05) berselisih soal apakah mereka akan membuka kembali perbatasan dalam negeri untuk mengurangi pembatasan terkait virus corona.

Pembukaan perbatasan akan menjadi langkah besar untuk menumbuhkan industri pariwisata domestik negara itu senilai 80 miliar dolar Australia (sekitar Rp 773 triliun).

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan ia ingin sebagian besar pembatasan sosial dihapus pada Juli di bawah rencana tiga langkah. Keinginannya itu didasarkan pada kenyataan bahwa negaranya terus melaporkan jumlah rendah harian infeksi baru Covid-19.

Namun, pelaksanaan rencana pemerintah federal tetap tergantung pada keputusan para pemimpin negara bagian dan teritori individual, yang berasal dari partai-partai politik yang berseberangan dan tidak sepakat tentang seberapa aman keadaan saat ini untuk membebaskan pergerakan di seluruh negeri.

New South Wales, negara bagian terpadat di negara itu, telah menyerukan agar semua perbatasan dibuka sebagai langkah penting untuk memberikan dorongan ekonomi bagi kalangan yang sangat dibutuhkan.

Bank Sentral Australia awal pekan ini mengatakan pihaknya meyakini bahwa negara itu menghadapi penyusutan ekonomi yang “belum pernah terjadi sebelumnya” akibat pandemi, meskipun stimulus fiskal dan moneter besar-besaran akan membantu meredam pukulan itu.

“Agar Australia benar-benar bergerak maju sebagai bangsa selama masa ekonomi yang sangat sulit ini dan masa keadaan kesehatan yang juga sulit, perbatasan memang perlu dibuka,” kata Perdana Menteri NSW Gladys Berejiklian kepada stasiun televisi Australian Broadcasting Corp.

Menurut data resmi pemerintah, sekitar 120 juta wisatawan domestik untuk semalam menghabiskan rekor 80,7 miliar dolar Australia (sekitar Rp 779 triliun) tahun lalu. Angka itu menyumbang hampir setengah dari jumlah pengeluaran di sektor pariwisata, termasuk oleh wisatawan internasional, yang totalnya mencapai 152,4 miliar dolar Australia (sekitar Rp 1.470 triliun).

Wakil Kepala Badan Medis Paul Kelly mengatakan pada Rabu (20/3) bahwa tidak ada alasan medis untuk menjaga perbatasan tetap tertutup. Namun, banyak negara bagian lebih kecil, yang selama ini melaporkan jumlah infeksi yang sangat rendah dan sedikit atau tidak ada kematian, tetap tidak setuju dengan pembukaan perbatasan.

“Aneh, New South Wales mengatakan jangan naik angkutan umum di Sydney … tapi mereka mengatakan ‘mengapa warga New South Wales tidak boleh terbang ke Western Australia’,” kata Perdana Menteri Negara Bagian Western Australia Mark McGowan.

Kepala Badan Medis Negara Bagian Queensland Jeannette Youn mendukung seruan untuk menutup perbatasan. Ia mengatakan “satu kasus dapat menyebabkan kemunduran besar pada rencana kami untuk membuka kegiatan masyarakat kami.”

Australia sejauh ini mencatat lebih dari 7.000 infeksi Covid-19, termasuk 100 kematian. Angka itu jauh di bawah jumlah yang dilaporkan di negara-negara maju lainnya.(Ant/Rts)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Bantu Tugas Nakes, Pertamina Serahkan 2 Robot Medis ke RSI Surabaya
apahabar.com

Nasional

Polisi Duga Mutilasi di Sulteng Dilakukan Kelompok Teroris
apahabar.com

Nasional

Lantik Pengurus Pusat JMSI, Bamsoet Inginkan Pemberitaan yang ‘Sehat’
apahabar.com

Nasional

Sekardangan Menjadi Kampung Terinovatif di Sidoarjo Berkat Sampah
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dipercepat
apahabar.com

Nasional

Jokowi Perintahkan 34 Gubernur Realisasikan Anggaran Belanja
apahabar.com

Nasional

Api Diduga dari Ruang Kebugaran
apahabar.com

Nasional

Korban Tewas Sempat Sapa Pelaku Teror:’Hello, Brother’
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com