Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’ Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura Muatan Politis dalam Pencopotan Sekda Tanah Bumbu Kantongi 3 Barang Bukti, Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran BirinMU BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D

Peneliti Hong Kong Kombinasikan 3 Obat untuk Covid-19, Hasilnya Memuaskan!

- Apahabar.com Sabtu, 9 Mei 2020 - 21:10 WIB

Peneliti Hong Kong Kombinasikan 3 Obat untuk Covid-19, Hasilnya Memuaskan!

Ilustrasi - Teknisi lab menyusun botol berisi obat virus corona (Covid-19) pengembangan remdesivir di Gilead Sciences, La Verne, California, AS. Foto-Reuters via Antara

apahabar.com, LONDON – Peneliti Hong Kong mengombinasikan tiga obat untuk menangani Covid-19. Hasilnya, virus dua kali lebih cepat hilang daripada obat biasa.

Hasil uji coba itu turut menunjukkan kombinasi tiga obat tersebut dapat menurunkan kadar virus SARS-CoV-2, penyebab Covid-19, dalam tubuh pasien.

Uji coba tersebut melibatkan 127 pasien. Peneliti membuat perbandingan antara pasien yang hanya mengonsumsi obat HIV, lopinovir ritonavir dengan pasien yang meminum lopinovir ritonavir, obat hepatitis ribavirin, dan obat sklerosis interferon beta sekaligus.

Hasil penelitian, sebagaimana dipublikasikan dalam jurnal kedokteran Lancet, menunjukkan rata-rata pengguna tiga obat tersebut tidak memiliki virus dalam tubuhnya lima hari lebih awal daripada mereka yang hanya mengonsumsi satu obat. Pasien yang hanya mengonsumsi satu obat rata-rata sembuh dalam waktu tujuh sampai 12 hari.

“Percobaan kami memperlihatkan pengobatan lebih awal terhadap pasien Covid-19 dengan gejala ringan dan menengah dengan kombinasi tiga obat antivirus tersebut dapat menekan penyebaran virus dalam tubuh pasien, meringankan gejala penyakit, dan mengurangi risiko penularan terhadap tenaga medis,” kata Kwok- Yung Yuen, salah satu kepala peneliti dan profesor universitas di Hong Kong.

Ia menjelaskan risiko penularan ke tenaga kesehatan dapat dikurangi karena obat dapat meringankan dampak “pelepasan virus” (viral shedding), yaitu saat ketika virus terdeteksi dan berpotensi menular ke pihak lain.

Selama uji coba berlangsung, seluruh pasien mendapatkan perawatan standar sesuai kebutuhan, di antaranya termasuk pemakaian alat bantu pernapasan (ventilator), alat bantu cuci darah, pemberian antibiotik dan kortikostreroid atau obat anti-peradangan.

Kowk-Yung Yuen mengatakan temuan itu “membawa harapan”, tetapi efek tiga obat tersebut masih perlu diuji coba ke pasien dalam jumlah lebih besar dan pasien Covid-19 dengan gejala sakit parah.

Sejumlah ahli independen setuju mengakui temuan tersebut, tetapi mereka sepakat studi dengan skala lebih besar dan lebih mendetail dibutuhkan guna memperkuat kesimpulan.

“Hasil penelitian ini… membenarkan penambahan interferon beta ke dalam daftar obat yang berbasis penelitian, dan hasil tersebut perlu kembali diuji coba lebih lanjut ke pasien yang dipilih secara acak, “kata Stephen Evans, profesor farmakoepidemiologi London School of Hygiene & Tropical Medicine.

Pengalaman bertahun-tahun mengobati HIV, virus penyebab AIDS, menunjukkan pengobatan terbaik menggunakan kombinasi beberapa obat yang berbeda. “Strategi semacam itu dapat dipraktikkan untuk pasien Covid-19,” kata dia.(Ant/Rts)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jack Ma Donasikan Perlengkapan Medis ke Asean Termasuk Indonesia
apahabar.com

Nasional

Ditjen Pemasyarakatan Nonaktifkan Kalapas Narkotika
apahabar.com

Nasional

Belasan Tahun Dicabuli Ayah Kandung, Mawar Kerap Diintimidasi

Nasional

Gubernur Kalbar Waswas Pontianak Zona Merah Covid-19
apahabar.com

Nasional

Dijamu Makan Malam PM Morrison, Jokowi Tulis Pesan Persahabatan RI-Australia
apahabar.com

Nasional

Bukalapak Tambah Server Hadapi Harbolnas
apahabar.com

Nasional

Komentar Tak Layak Soal Wiranto, Dosen Untidar Diperiksa Universitas
apahabar.com

Nasional

Lauren Gunawan, Paspampres AS Keturunan Indonesia “Sowan” ke KBRI
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com