Istri Polisi Korban Penyerangan Mapolsek Daha: NKRI Harga Mati! PDP-Tracking GTPP Tambah Daftar Warga Kalsel Terjangkit Covid-19 Operasi Anti-Teror di Kalsel, Jumlah Pelaku Kemungkinan Bertambah 5 Terduga Teroris Ditangkap, MUI: Kalsel Bukan Zona Aman PSBB Berakhir, THM-Bioskop di Banjarmasin Terancam Mati Suri




Home Nasional

Kamis, 21 Mei 2020 - 18:19 WIB

Pengamat: Jokowi Hati-hati dengan Pelonggaran PSBB

Aam - Apahabar.com

Ekonom Didik J Rachbini. Foto-Republika/Musiron

Ekonom Didik J Rachbini. Foto-Republika/Musiron

apahabar.com, JAKARTA – Pendiri lembaga riset independen INDEF Didik J Rachbini mengatakan Presiden Joko Widodo agar berhati-hati terhadap pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Wacana pelonggaran sudah membawa dampak PSBB semakin tidak disiplin dan mengarah kepada ketidaktaatan dalam kebijakan dan peraturan pemerintah,” kata Didik dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (20/05).

Dia mengatakan terdapat tanda-tanda pejabat publik sejak awal menganggap enteng kasus Covid-19 yang masuk ke Indonesia sehingga ditanggapi negatif oleh masyarakat.

Persoalannya, kata dia, kini makin tampak dengan adanya kesimpangsiuran PSBB karena ada pola komunikasi yang kurang harmonis di antara masing-masing pejabat publik.

Baca juga :  Peringati Hubungan Diplomatik, Kedubes Australia Luncurkan Situs Web "70 Tahun, 70 Cerita"

Pada tahun 1910-an, lanjut dia, Indonesia pernah dilanda pandemi influenza yang memakan korban total 20 persen populasi dunia karena sarana kesehatan kurang.
Didik mengatakan memori buruk itu bukan tidak mungkin terulang jika Presiden dan jajaran pemerintahannya tidak berhati-hati dalam pernyataan dan kebijakannya.

Kebijakan PSBB, kata dia, sudah sejak awal sangat setengah hati dan hasilnya sangat jauh dari sukses. Data hasil PSBB dan kebijakan pandemi Covid-19 di Indonesia belum dapat menurunkan jumlah positif Covid-19 bahkan jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya termasuk terendah berdasarkan laman endcoronavirus.org.

Baca juga :  Nobar Debat, TKD Kalsel Yakin Jokowi Bakal Menang

“Peringatan yang harus disampaikan di sini bahwa pelonggaran dan wacana pelonggaran yang tidak berhati-hati tanpa pertimbangan data yang cermat sama dengan masuk ke dalam jurang kebijakan herd immunity,” kata dia merujuk kekebalan kawanan.

Kekebalan kawanan, kata dia, merupakan bentuk yang kuat akan sukses sehat, yang lemah akan tewas. Tentu herd immunity itu akan membuat masyarakat masuk dalam kerentanan dengan semakin banyak korban yang berjatuhan jika tidak direspons melalui kebijakan tepat.(Ant)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Total 15 WNI Positif Virus Corona di Singapura
apahabar.com

Nasional

Buntut Pernikahan Sedarah, Ansar Bakalan Diusir dari Bulukumba
apahabar.com

Nasional

Kasus Pemenggalan Kepala Bocah di Kalteng, Polisi Tepis Isu ‘Kayau’
apahabar.com

Nasional

Anak dan Mantu Maju Pilkada, Jokowi: Rakyat Sudah Pintar Memilih
apahabar.com

Nasional

Hadiri Pertemuan ‘Menhan’ se-ASEAN, Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia untuk Perdamaian
apahabar.com

Nasional

Viral, Honda Jazz Jadi Mahar Nikah, BPKB Langsung Atas Nama Calon Istri!
apahabar.com

Nasional

Prabowo Sujud Syukur Klaim Menang 62 Persen Berdasarkan Real Count
apahabar.com

Nasional

Potret Ibu Kota, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Sedunia