Video Viral Rombongan Klub Harley Keroyok 2 Anggota TNI, Polisi Melerai Dicuekin, Ini Gara-garanya Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru

Penutupan Pasar di Banjarmasin, Habib Banua: Salurkan Bansos Dulu

- Apahabar.com Selasa, 12 Mei 2020 - 18:02 WIB

Penutupan Pasar di Banjarmasin, Habib Banua: Salurkan Bansos Dulu

Sejumlah pemilik toko dan pedagang menolak rencana penutupan Pasar Sentral Antasari, Selasa (12/5) siang. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin resmi menutup pasar sekunder atau kebutuhan non-bahan pokok dengan niat memutus penularan Covid-19.

Langkah ini diapresiasi banyak pihak. Namun Anggota DPD RI Habib Abdurrahman Bahasyim berpendapat lain.

Senator dari Kalsel itu merasa bantuan sosial (Bansos) masih tak merata. Dan tak tepat sasaran kepada orang yang betul terdampak dan berhak menerimanya.

Kondisi itu berdampak kepada ekonomi semakin sulit dirasakan oleh masyarakat Banua, sebutan Kalsel.

Menurutnya, penutupan pasar sebagai pusat ekonomi perlu dikaji secara lebih komprehensif.

“Ini agar tidak ada penolakan dari masyarakat yang terdampak ekonomi akibat Covid-19 khususnya pedagang pasar,” ujar Habib Banua sapaan akrabnya.

Ia menilai jika kantor masih buka dengan pencegahan virus Corona yang dilakukan seperti cek suhu tubuh, cuci tangan pakai sabun, pakai masker. Penanganan seperti ini juga harus diterapkan di pasar.

Apabila pencegahan dini Covid-19 tersebut belum dilakukan sebaiknya Pemkot melakukan hal ini terlebih dahulu sebelum menutup pasar.

Dengan demikian pencegahan dini penularan virus Corona dinilai bisa lebih maksimal.

“Tapi selama ini saya tidak melihat hal itu dilakukan di pasar-pasar, jika pasar ditutup tetapi tempat keramaian lain masih buka,” tegasnya.

Habib juga tak menjamin bahwa Covid-19 tidak ada lagi seiring dengan pelaksanaan PSBB ini diterapkan setengah hati.

Hal itu berimbas kepada pasar hanya akan menjadi kambing hitam penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, China.

Padahal, masih kata dia, di tempat lain masih banyak lokasi yang berpotensi menjadi episentrum penyebaran Covid-19.

Menurutnya, di tempat keramaian itu pencegahan dininya juga hanya pakai masker, cuci tangan pakai sabun dan ukur suhu tubuh.

“Sementara di bank kebijakan pencegahan seperti itu masih bisa diizinkan untuk buka,” jelas dia.

“Namun kenapa di pasar ini tidak kalau memang pencegahan dini yang dilakukan juga sama seperti diterapkan kantor lainnya?” sambungnya.

Oleh karenanya, kata Habib, jika tidak ada kebijakan yang berkeadilan maka tentu saja akan terus terjadi penolakan dari masyarakat.

“Jangan melakukan kebijakan PSBB setengah hati, apalagi jika korban pertamanya adalah rakyat kecil,” pungkasnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar disiplin dalam menjaga kebersihan dan mematuhi instruksi pemerintah.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Jadi Sansak Hidup, Pencuri Motor di Semangat Dalam Pingsan 6 Jam
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Tanbu: 6 Sembuh, Hanya 1 Positif
apahabar.com

Kalsel

Nadjmi-Jaya Peroleh Rekomendasi di Pilwali Banjarbaru, DPP Nasdem: Kami Komitmen Tanpa Mahar
apahabar.com

Kalsel

TMMD Kodim 1005 Marabahan Bantu Nenek Guliah Wujudkan Harapan
apahabar.com

Kalsel

Ngupi Bareng Paman Birin, Gubenur Singgung Peran Media
apahabar.com

Kalsel

Bandel, Sejumlah THM Banjarmasin Masuk Daftar Pembekuan
apahabar.com

Kalsel

Puluhan Angkutan Berat Terjaring Razia
apahabar.com

Kalsel

RSU Bhayangkara Polda Kalsel Raih Penghargaan Menteri Kesehatan RI
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com