Lapas Banjarmasin Terpapar Covid-19, Satu Positif dan 8 Reaktif ‘Olahraga’ Malam, Ratusan Pemuda di Tapin Arak Motor Sampai Polres CEK FAKTA: Covid-19 Jadi Ladang Bisnis RS di Banjarmasin? Duh, Zona Hitam Covid-19 di Banjarmasin Bertambah! Selama Pandemi, Biaya Operasional Bekantan Kalsel Kian Melonjak




Home Kalsel

Selasa, 12 Mei 2020 - 18:02 WIB

Penutupan Pasar di Banjarmasin, Habib Banua: Salurkan Bansos Dulu

Redaksi - Apahabar.com

Sejumlah pemilik toko dan pedagang menolak rencana penutupan Pasar Sentral Antasari, Selasa (12/5) siang. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

Sejumlah pemilik toko dan pedagang menolak rencana penutupan Pasar Sentral Antasari, Selasa (12/5) siang. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin resmi menutup pasar sekunder atau kebutuhan non-bahan pokok dengan niat memutus penularan Covid-19.

Langkah ini diapresiasi banyak pihak. Namun Anggota DPD RI Habib Abdurrahman Bahasyim berpendapat lain.

Senator dari Kalsel itu merasa bantuan sosial (Bansos) masih tak merata. Dan tak tepat sasaran kepada orang yang betul terdampak dan berhak menerimanya.

Kondisi itu berdampak kepada ekonomi semakin sulit dirasakan oleh masyarakat Banua, sebutan Kalsel.

Menurutnya, penutupan pasar sebagai pusat ekonomi perlu dikaji secara lebih komprehensif.

“Ini agar tidak ada penolakan dari masyarakat yang terdampak ekonomi akibat Covid-19 khususnya pedagang pasar,” ujar Habib Banua sapaan akrabnya.

Ia menilai jika kantor masih buka dengan pencegahan virus Corona yang dilakukan seperti cek suhu tubuh, cuci tangan pakai sabun, pakai masker. Penanganan seperti ini juga harus diterapkan di pasar.

Baca juga :  Ancaman Karhutla di Kalsel, SBI Was-was Konflik Bekantan dengan Warga

Apabila pencegahan dini Covid-19 tersebut belum dilakukan sebaiknya Pemkot melakukan hal ini terlebih dahulu sebelum menutup pasar.

Dengan demikian pencegahan dini penularan virus Corona dinilai bisa lebih maksimal.

“Tapi selama ini saya tidak melihat hal itu dilakukan di pasar-pasar, jika pasar ditutup tetapi tempat keramaian lain masih buka,” tegasnya.

Habib juga tak menjamin bahwa Covid-19 tidak ada lagi seiring dengan pelaksanaan PSBB ini diterapkan setengah hati.

Hal itu berimbas kepada pasar hanya akan menjadi kambing hitam penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, China.

Padahal, masih kata dia, di tempat lain masih banyak lokasi yang berpotensi menjadi episentrum penyebaran Covid-19.

Baca juga :  Wow, H1 Razia Masker di Tapin Puluhan KTP Disita

Menurutnya, di tempat keramaian itu pencegahan dininya juga hanya pakai masker, cuci tangan pakai sabun dan ukur suhu tubuh.

“Sementara di bank kebijakan pencegahan seperti itu masih bisa diizinkan untuk buka,” jelas dia.

“Namun kenapa di pasar ini tidak kalau memang pencegahan dini yang dilakukan juga sama seperti diterapkan kantor lainnya?” sambungnya.

Oleh karenanya, kata Habib, jika tidak ada kebijakan yang berkeadilan maka tentu saja akan terus terjadi penolakan dari masyarakat.

“Jangan melakukan kebijakan PSBB setengah hati, apalagi jika korban pertamanya adalah rakyat kecil,” pungkasnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar disiplin dalam menjaga kebersihan dan mematuhi instruksi pemerintah.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Masih Banyak Pengunjung dan Pedagang di Pasar Tidak Kenakan Masker
apahabar.com

Kalsel

Jelang Pilkada Serentak Kalsel, Bawaslu RI: Petahana Jangan Libatkan ASN
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 di Banjarmasin: PDP Naik Dua Kali Lipat
apahabar.com

Kalsel

Sempat Diguyur Hujan, Udara Marabahan Tetap Bau Asap
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Warga Kotabaru Tuntut Pemekaran Kabupaten Kambatang Lima
Pengalaman Pertama Jadi Relawan Haul Sekumpul, Icha: Kesantunan Jemaah Membuatnya Semangat Melayani

Kalsel

Pengalaman Pertama Jadi Relawan Haul Sekumpul, Icha: Kesantunan Jemaah Membuatnya Semangat Melayani
apahabar.com

Kalsel

Alami Luka Bakar, Polisi: Pemilik Kapal Syok
apahabar.com

Kalsel

Hasil Tes Belum Keluar, Pelamar PNS Banjarmasin Cemas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com