Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Penutupan Pasar di Banjarmasin, Habib Banua: Salurkan Bansos Dulu

- Apahabar.com Selasa, 12 Mei 2020 - 18:02 WIB

Penutupan Pasar di Banjarmasin, Habib Banua: Salurkan Bansos Dulu

Sejumlah pemilik toko dan pedagang menolak rencana penutupan Pasar Sentral Antasari, Selasa (12/5) siang. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin resmi menutup pasar sekunder atau kebutuhan non-bahan pokok dengan niat memutus penularan Covid-19.

Langkah ini diapresiasi banyak pihak. Namun Anggota DPD RI Habib Abdurrahman Bahasyim berpendapat lain.

Senator dari Kalsel itu merasa bantuan sosial (Bansos) masih tak merata. Dan tak tepat sasaran kepada orang yang betul terdampak dan berhak menerimanya.

Kondisi itu berdampak kepada ekonomi semakin sulit dirasakan oleh masyarakat Banua, sebutan Kalsel.

Menurutnya, penutupan pasar sebagai pusat ekonomi perlu dikaji secara lebih komprehensif.

“Ini agar tidak ada penolakan dari masyarakat yang terdampak ekonomi akibat Covid-19 khususnya pedagang pasar,” ujar Habib Banua sapaan akrabnya.

Ia menilai jika kantor masih buka dengan pencegahan virus Corona yang dilakukan seperti cek suhu tubuh, cuci tangan pakai sabun, pakai masker. Penanganan seperti ini juga harus diterapkan di pasar.

Apabila pencegahan dini Covid-19 tersebut belum dilakukan sebaiknya Pemkot melakukan hal ini terlebih dahulu sebelum menutup pasar.

Dengan demikian pencegahan dini penularan virus Corona dinilai bisa lebih maksimal.

“Tapi selama ini saya tidak melihat hal itu dilakukan di pasar-pasar, jika pasar ditutup tetapi tempat keramaian lain masih buka,” tegasnya.

Habib juga tak menjamin bahwa Covid-19 tidak ada lagi seiring dengan pelaksanaan PSBB ini diterapkan setengah hati.

Hal itu berimbas kepada pasar hanya akan menjadi kambing hitam penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, China.

Padahal, masih kata dia, di tempat lain masih banyak lokasi yang berpotensi menjadi episentrum penyebaran Covid-19.

Menurutnya, di tempat keramaian itu pencegahan dininya juga hanya pakai masker, cuci tangan pakai sabun dan ukur suhu tubuh.

“Sementara di bank kebijakan pencegahan seperti itu masih bisa diizinkan untuk buka,” jelas dia.

“Namun kenapa di pasar ini tidak kalau memang pencegahan dini yang dilakukan juga sama seperti diterapkan kantor lainnya?” sambungnya.

Oleh karenanya, kata Habib, jika tidak ada kebijakan yang berkeadilan maka tentu saja akan terus terjadi penolakan dari masyarakat.

“Jangan melakukan kebijakan PSBB setengah hati, apalagi jika korban pertamanya adalah rakyat kecil,” pungkasnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar disiplin dalam menjaga kebersihan dan mematuhi instruksi pemerintah.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dua Kru Kapal Asal Banjarmasin Positif Covid-19 di Batam
PDI Perjuangan Kalsel Serahkan APD ke RSUD Ulin

Kalsel

PDI Perjuangan Kalsel Serahkan APD ke RSUD Ulin  
apahabar.com

Kalsel

Hasil Audit LPPDK, Caleg Terpilih Siap-siap Huni Rumah Wakil Rakyat
apahabar.com

Kalsel

Ribuan Kepala Keluarga Terdampak Banjir di Kabupaten Tabalong
apahabar.com

Kalsel

Pimpin Apel Pagi Satker Dit Lantas, Kapolda Kalsel Tekankan Tentang Soliditas
apahabar.com

Kalsel

Terpapar Asap Pembakaran, Warga Minta RSUD Abdul Aziz Tanggung Jawab
apahabar.com

Kalsel

Agar Tak ‘Tumbang’ saat Pemilu, Polisi di Kalsel Diberi Vitamin
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 di Tanbu, Positif Bertambah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com