Istri Polisi Korban Penyerangan Mapolsek Daha: NKRI Harga Mati! PDP-Tracking GTPP Tambah Daftar Warga Kalsel Terjangkit Covid-19 Operasi Anti-Teror di Kalsel, Jumlah Pelaku Kemungkinan Bertambah 5 Terduga Teroris Ditangkap, MUI: Kalsel Bukan Zona Aman PSBB Berakhir, THM-Bioskop di Banjarmasin Terancam Mati Suri




Home Opini

Kamis, 21 Mei 2020 - 18:54 WIB

Peran Tenaga Medis, Komitmen Pemerintah dan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19

Aam - Apahabar.com

Ilustrasi: Bali Express

Ilustrasi: Bali Express

Oleh Rahimullah

Sejak 3 Maret 2020 yang lalu terkomfirmasi keberadaan pandemi Covid-19 di Indonesia, saat itu pula tenaga medis ambil bagian menanganinya. Perannya tidak lain, berupaya sungguh-sungguh agar korban positif Covid-19 dapat disembuhkan.

Dengan profesinya di bidang kesehatan sudah sepantasnya dan seharusnya mereka memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan keahlian yang mereka miliki. Beruntungnya mereka berprofesi sebagai tenaga medis yang merupakan salah satu pekerjaan yang mulia.

Namun pekerjaan tenaga medis yang mereka dapatkan tak semudah membalik telapak tangan. Pendidikan yang mereka dapatkan sebelumnya tentunya tidak sedikit biaya yang mereka keluarkan. Begitu juga dalam tahap pendidikannya mereka tanpa mengenal tanda jasa dalam memberikan pelayanan kesehatan.

Ditengah situasi wabah pandemi Covid-19 yang merajalela melanda negeri ini tentunya peran tenaga medis begitu strategisnya menjadi garda terdepan. Mereka tidak hanya mengorbankan waktu, pikiran, dan tenaga. Akan tetapi juga mengorbankan resiko kesehatannya, bahkan dapat mengancam jiwa mereka dalam menjalankan tugasnya.

Sehingga keberadaan mereka juga harus didukung dengan adanya peralatan yang memadai, berupa alat pelindung diri yang sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan pasien Covid-19 sebagaimana yang berlaku. Serta sarana prasarana pendukung lainnya yang dapat menunjang kinerjanya.

Baca juga :  Diananta, Jurnalis Kalsel yang Ditahan di Kotabaru Sudah Bisa Dijenguk

Pentingnya Komitmen Pemerintah dan Masyarakat

Sekarang ini para tenaga medis sebagai garda terdepan merupakan panglima perang dalam menghadapi serangan wabah pandemi Covid-19. Dengan segala resiko mereka rela lakukan demi menyelematkan pasien terhindar dari, dan atau menyembuhkan pasien yang terpapar Covid-19.

Para tenaga medis dengan kemampuan yang dimiliki tentunya juga mereka memiliki keterbatasan dalam menjalankan tugasnya. Apalagi masyarakat yang terpapar Covid-19 terus mengalami lonjakan yang signifikan setiap waktunya. Hal itu akan mempengaruhi pelayanan yang diberikan karena terbatasnya sarana dan prasaran yang dimiliki serta jumlah tenaga medis yang tersedia.

Perjuangan tenaga medis melakukan perlawanan terhadap wabah pandemi ini merupakan hal yang sulit berhasil bilamana tidak adanya komitmen dari pemerintah dan masyarakat untuk bersepakat bersama-sama melawan Covid-19.

Permasalahan ini yang mengemuka sebagaimana terjadinya kumpulan massa hanya untuk turut serta dalam acara penutupan gerai makanan cepat saji dan bandara penuh dengan antrean masyarakat tanpa memperhatikan protokol kesehatan. Serta ada juga acara konser yang digagas oleh pemerintah tanpa memperhatikan aturan physical distancing.

Respon tenaga medis terhadap masalah tersebut dengan menggunakan tagar #IndonesiaTerserah menjadi deretan trending topic di twitter sebagai bentuk protes mereka terhadap orang-orang yang tidak mematuhi imbauan physical distancing serta mengabaikan aturan PSBB yang ditetapkan.

Baca juga :  Thailand Juga Siapkan Evakuasi Warganya Keluar dari Wuhan

Karena bagaimanapun juga terjadinya kerumunan massa/orang-orang sangat berpotensi terjadinya penularan Covid-19 dari satu orang dengan yang lainnya yang pada akhirnya menambah berat beban tenaga medis dalam menjalankan tugasnya.

Sehingga komitmen pemerintah dengan kebijakan PSBB harus konsisten diimplementasikan dengan mengedepankan protokol kesehatan. Selain itu juga memberikan dukungan penuh dan menghormati pemerintah daerah yang menerapkan PSSB tanpa melakukan pelonggaran.

Begitu pula dengan masyarakat juga sepatutnya tidak meremehkan dan menyadari akan pentingnya menjaga diri sendiri sekaligus orang lain dari penularan wabah Covid-19 dengan selalu menggunakan masker, physical distancing serta menghindari kerumunan. Walaupun masyarakat yang sudah berada di wilayah zona hijau, apalagi masyarakat yang berada di zona merah wilayahnya.

Dengan demikian, adanya komitmen dari pemerintah dan juga tak kalah pentingnya dari masyarakat merupakan bentuk kebersamaan, kepedulian, dan rasa menghargai terhadap peran tenaga medis dalam menjalankan tugasnya yang pada akhirnya dapat memaksimalkan percepatan pemulihan dari dampak wabah pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini.

*

Penulis adalah alumni FISIP Universitas Airlangga dan Mahasiswa Pascasarjana FISIP Universitas Airlangga

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Opini

Pancasila Bukan Anak Durhaka
apahabar.com

Opini

Optimalisasi Work From Home Bagi ASN      
apahabar.com

Opini

Pemimpin dan Lingkungan Hidup
apahabar.com

Opini

Menyiapkan Calon Wartawan Profetik di “Journalist Boarding School”
apahabar.com

Opini

Mengembalikan Proses Belajar Mengajar Tatap Muka di Tengah Pandemi

Opini

Melacak Akar Paradigma Keislaman Modern (Islam Liberal, Islam Fundamental, Islam Tradisional, dan Islam Moderat)
apahabar.com

Opini

Hadapi Covid-19: Langkah Social Distancing dan Lockdown dalam Perspektif Hukum
apahabar.com

Opini

Karmila dalam Bayang-Bayang Politik Patronase Sang Ayah