Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri 16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19 Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

Peringatan Hari Kearsipan Nasional, Kalsel Masih Minim SDM Arsiparis

- Apahabar.com Senin, 18 Mei 2020 - 15:37 WIB

Peringatan Hari Kearsipan Nasional, Kalsel Masih Minim SDM Arsiparis

Kepala Dispersip Kalsel, Hj Nurliani. Foto-Dispersip Kalsel for apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Peringatan hari kearsipan nasional jatuh pada 18 Mei setiap tahunnya. Namun sayangnya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan mengaku masih kekurangan petugas arsip untuk daerah.

“Kelangkaan jabatan fungsional arsiparis Dispersip Prov Kalsel perlu mendapatkan perhatian yang serius dan harus diatasi dalam waktu sesegera mungkin,” ucap Kepala Dispersip Kalsel, Hj Nurliani dalam rilisnya kepada apahabar.com, Senin (18/5) siang.

Saat ini Dispersip Kalsel hanya memiliki lima arsiparis. Itupun akan berkurang, sebab satu orang di antaranya akan memasuki masa purna bakti pada Agustus mendatang. Padahal, tugas arsiparis cukup banyak yaitu membina dan mengawasi 13 lembaga kearsipan daerah (LKD) di kabupaten/kota serta membina unit kearsipan seluruh SKPD lingkup provinsi, BUMN, organisasi masyarakat dan organisasi politik di daerah.

“Dari kelangkaan ini, maka bisa dipastikan arsip provinsi tidak dapat terurus secara maksimal sebagaimana mestinya,” kata wanita yang akrab disapa Bunda Nunung ini.

Berbagai upaya telah dilakukan, salah satunya berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel untuk menambah jabatan fungsional arsiparis dalam penjaringan calon pegawai negeri sipil. Menurut Bunda Nunung, pihaknya telah mengkomunikasikan secara lisan agar BKD dapat mengatasi dan memberikan solusi terkait kekurangan sumber daya manusia (SDM) kearsipan.

“Kami berharap permintaan ini ditanggapi serius bukan sekedar angin lalu,” harapnya.

Dengan keterbatasan yang ada, Dispersip Kalsel tetap berupaya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana serta prasarana di bidang kearsipan. Salah satu pencapaian yang telah diraih adalah penghargaan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Award di Surakarta, pada Februari lalu.

Kelangkaan arsiparis yang berdampak pada sulitnya akses informasi mengenai Kalsel sendiri disepakati oleh Dosen Sejarah FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Mansyur. Beberapa arsip sejarah yang dia miliki saat ini sebagian besar didapatkan dari luar Kalsel.

“Memang sangat minim data yang ada di Kalsel, terutama data dan arsip sejarahnya,” ungkap Mansyur saat dihubungi secara terpisah.

Untuk melengkapi koleksi arsipnya, Mansyur harus menerjemahkan ulang dari perpustakaan luar negeri yang memberikan akses penuh lewat data online serta beberapa lainnya juga dia dapatkan langsung di perputakaan nasional RI di Jakarta dan ULM Banjarmasin.

“Sumbernya ada yang arsip online, beli di arsip nasional, kemudian perpustakaan nasional dan koleksi perpustakaan sejarah di ULM,” pungkasnya

Reporter : Musnita Sari
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ultimatum Bagi Pedagang ‘Bandel’ di Pasar Tabalong Berlaku Senin Depan
apahabar.com

Kalsel

Sesosok Mayat Ditemukan di Manarap
apahabar.com

Kalsel

Walhi Geram, Lubang Eks Tambang di Kalsel Makan Korban Jiwa Lagi
apahabar.com

Kalsel

Berkas Dikembalikan Jaksa, Lihan Belum Juga Diadili

Kalsel

VIDEO: Nyawa Menantu Melayang di Tangan Mertua
apahabar.com

Kalsel

Baarak Naga: Berawal dari Peristiwa Gaib
Kemenag Disarankan Hanya Berangkatkan 2 Persen Lansia Musim Haji 2020

Kalsel

Kemenag Disarankan Hanya Berangkatkan 2 Persen Lansia Musim Haji 2020
apahabar.com

Kalsel

MTQ Nasional ke-51 Banjarmasin Diikuti 259 Peserta
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com