Kalsel Tidak Izinkan Tenaga Kerja Asing Masuk Berhasil ke Antariksa, Miliarder Dunia Jeff Bezos Disebut Titisan Alien Demang Lehman Sosok Panglima Perang Banjar, Penelusuran Misteri Kematian dan Makamnya Hari Ini, Belasan Pasien Covid-19 Tanah Bumbu Sembuh! Khawatir Ada Korban, Warga Kotabaru Ramai-Ramai Tangkap Buaya Liar

Perlukah THR Tahun Ini Dipakai untuk Belanja Lebaran?

- Apahabar.com     Jumat, 15 Mei 2020 - 05:45 WITA

Perlukah THR Tahun Ini Dipakai untuk Belanja Lebaran?

Ilustrasi uang. Foto: Pixabay

apahabar.com, JAKARTA – Tunjangan Hari Raya (THR) setiap tahun selalu dinanti-nanti, tambahan pemasukan yang biasanya dipakai untuk menambah biaya mudik ke kampung halaman atau memberi salam tempel untuk saudara cilik.

Namun Ramadan tahun ini berbeda karena dijalankan di tengah pandemi Covid-19 di mana pendapatan sebagian orang terhambat atau terputus akibat pembatasan sosial.

Lantas, perlukah THR tahun ini tetap dipakai untuk belanja keperluan Lebaran?

Perencana keuangan Metta Anggriani menyarankan sebaiknya THR ditabung demi berjaga-jaga menanti akhir pandemi yang belum tahu kapan terjadi.

“Kalau masih ada THR, lebih bagus dialihkan ke tabungan untuk antisipasi ketidakpastian yang masih berlangsung,” kata Metta dalam bincang-bincang daring, Kamis (14/05).

Akibat pandemi, banyak pengeluaran Ramadhan yang bisa ditekan karena mobilitas terbatas, seperti biaya buka puasa bersama di luar rumah, belanja, jajan saat ngabuburit dan mudik.

Artinya, kebiasaan finansial selama Ramadan berubah 180 derajat karena pandemi ini yang memaksa fokus pada kebutuhan pokok saja, yaitu kesehatan.

Porsi belanja Ramadhan berkurang banyak, sehingga porsi menabung seharusnya bisa ditingkatkan.

Dengan menekan belanja Lebaran dan sehari-hari, kebutuhan yang dulunya harus dipenuhi dari gaji dan THR bisa dibiayai hanya lewat gaji.

Jika memang THR harus dipakai, pangkaslah biaya belanja Lebaran agar ada sisa yang dapat ditabung.

Dihubungi terpisah, perencana keuangan Shinta Ratnamurti mengatakan THR adalah bonus yang tidak tetap karena dikucurkan tidak setiap bulan.

Jika THR ingin dinikmati dan dibelanjakan, misalnya untuk berbagi rezeki kepada orangtua dan saudara, dia menyarankan untuk mengalokasikan maksimal 20 persen dari THR dan sisanya harus ditabung.

Namun, ada orang-orang yang dari jauh hari sudah punya rencana membelanjakan bonus tersebut.

“Misalnya ada yang masukin sekolah anak dengan rencana bayar pakai THR, dengan kata lain, THR sudah ada plotnya,” kata Shinta.

“Kalau THR sudah ada plotnya, mungkin belum bisa dinikmati karena ada utang yang harus dibayar.”

Bila itu yang terjadi, selesaikan utang-utang tersebut dengan THR yang didapat. Setelah semua urusan utang rampung, sebaiknya THR disimpan untuk dana darurat yang dipakai hanya untuk kebutuhan mendesak.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Mukena Model Shireen Sungkar Favorit Pembeli di Tanah Abang
Xiaomi corp

Gaya

Masuk Daftar Hitam Pemerintah AS, Xiaomi Gugat Departemen Pertahanan
apahabar.com

Gaya

Xbox Series X Akan Meluncur November, Simak Perkiraan Harganya
Hoaks

Gaya

Sebar Hoaks, WhatsApp Blokir 2 Juta Akun
apahabar.com

Gaya

Pandangan Islam Ketika Muslimah Bekerja
apahabar.com

Gaya

Rayakan Kesuksesan PMPL Season 2, PUBG Mobile Luncurkan Event Baru
apahabar.com

Gaya

Mengintip Kisah Si Cantik asal Rantau Doyan Kendarai Vespa Piaggio
apahabar.com

Gaya

Oppo Segera Membawa Reno4 F ke Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com