Tambah 103 Kasus, Semua Kelurahan di Banjarmasin Kini Zona Merah! Kalsel Jadi Atensi Presiden, Cuncung Minta GTPP Proaktif Eks Pacar Bidan Pembunuh Anak di Barito Utara Diperiksa Banjarmasin Buka Rumah Ibadah, Kemenag: Wajib Kantongi Suket Kalsel Diatensi Presiden, Warga Banjarbaru Sabar Dulu




Home Politik

Jumat, 8 Mei 2020 - 11:23 WIB

Pilkada Ditunda, Calon Peserta di Banjarbaru Ubah Strategi Pemenangan

Uploader - Apahabar.com

Bacada Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin bersama AR Iwansyah. Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

Bacada Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin bersama AR Iwansyah. Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) resmi ditunda pada Desember 2020 akibat pandemi Covid-19.

Hal itu termuat dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 2 Tahun 2020. Yang diterbitkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Menanggapi itu, Calon Kepala Daerah Kota Banjarbaru 2020, HM Aditya Mufti Ariffin siap mengikuti ketentuan pemerintah.

“Ya, (mengikuti peraturan pemerintah),” ujarnya kepada apahabar.com, Kamis (7/5) malam.

Lantas, apakah penundaan Pilkada serentak ini berdampak pada strategi pemenangannya?

“Mengganggu sih gak. Cuma kami harus mengubah sedikit pengaturan aja,” ungkapnya.

Yang dimaksudnya ialah, strategi pemenangan dalam hal sosialisasi.

Baca juga :  Tiga Nama Lamar PDIP HST, Berry Tilik Peluang Koalisi

“Ya misalnya mengatur ritme untuk sosilisasi dan lain lain,” bebernya.

Oleh karena itu, Ia berharap pandemi virus asal Wuhan itu segera musnah dari bumi Indonesia.

“Mudahan pandemi Corona ini cepat berlalu sehingga pemerintah tidak perlu lagi merevisi Perpu yang ada,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Perpu pengganti UU Nomor 2 Tahun 2020 mengatur penundaan Pilkada serentak 2020 akibat pandemi Covid-19.

Dalam perpu tersebut, tepatnya di Pasal 201 A, disebutkan Pilkada akan ditunda pada Desember karena wabah Covid-19.

Berikut beberapa poinnya:

Baca juga :  Update Covid-19 di Kalsel 12 April: Positif Bertambah 5 Orang

(1) Pemungutan suara serentak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 ayat (6) ditunda karena terjadi bencana non-alam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120 ayat (1).

(2) Pemungutan suara serentak yang ditunda sebagaimana dimaksud pada ayat (l) dilaksanakan pada bulan Desember 2020.

(3) Dalam hal pemungutan suara serentak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak dapat dilaksanakan, pemungutan suara serentak ditunda dan dijadwalkan kembali segera setelah bencana nonalam sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berakhir, melalui mekanisme sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122A.

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Terkait Penangkapan Anggota BPN, Ini Komentar Sandiaga Uno
apahabar.com

Politik

Pendukung Jokowi – Maruf Putihkan GBK
apahabar.com

Politik

Karmila H Muhidin Angkat Bicara Soal Pendampingnya di Pilwali Banjarmasin
apahabar.com

Politik

Pilbup Balangan, PDIP Beber Sosok Pendamping Syaifullah
apahabar.com

Politik

Sandiaga Uno:  Saya Yakin Penyelenggara Pemilu Perbaiki Penyimpangan
apahabar.com

Politik

Siap Putihkan Banjarmasin, PKS Ingatkan Relawan soal APK
apahabar.com

Politik

Gerindra: Prabowo Belum Berencana Bertemu Jokowi
apahabar.com

Politik

Terkait PAW Cuncung, Aida Muslimah Rosehan Tunggu Perintah Parpol