VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

Polisi Pakai Helm ‘Robocop’ Deteksi Warga Bergejala Covid-19

- Apahabar.com Selasa, 12 Mei 2020 - 20:18 WIB

Polisi Pakai Helm ‘Robocop’ Deteksi Warga Bergejala Covid-19

Salah satu anggota polisi di Riau menggunakan helm 'Robocop' pendeteksi warga bergejala Covid-19. Foto-liputan6.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Ada yang menarik dalam pengamanan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Pekanbaru, Riau.

Kepolisian daerah setempat memakai helm robocop N901 dalam bertugas.

Pelindung kepala ini dilengkapi kaca yang disebut mampu mendeteksi suhu tubuh manusia.

Menurut Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto SIK, suhu tubuh menjadi salah satu indikasi warga terpapar virus Corona atau Covid-19.

Menurutnya smart helmed ini lebih spesifik mengidentifikasi suhu panas dari orang secara lebih detail.
Selain itu lebih efektif bila dibandingkan dengan pengukuran melalui alat thermoscan maupun thermogun.

Dengan demikian, deteksi dini bisa dilakukan ketika personel memantau kerumunan.

Sunarto menyebut helm besutan perusahaan yang berbasis di Shenzhen, Tiongkok ini menggunakan teknologi smart thermal.

Keakuratan mengukur suhu manusia disebut sampai 100 persen.

“Setiap subjek yang mengalami demam atau suhu panas dapat di-screening sejauh lima meter dan dapat memindai semua individu di kerumunan, pasar misalnya,” kata Sunarto, Senin malam, 11 Mei 2020.

Benda yang terinspirasi dari robocop ini juga dilengkapi pemindai kode QR dan fitur pengenalan wajah.

“Kacamata yang terpasangpun menggunakan teknologi augmented reality (AR) dengan berbagai pilihan konektivitas seperti wifi, bluetooth, dan jaringan 5G,” jelas Sunarto.

Sunarto menyebut helm ini sudah digunakan personel Polda Riau di lapangan, terutama pintu masuk Pekanbaru.

Personel langsung bisa mengecek suhu warga tanpa bersentuhan.

“Ada juga alat perekam secara live, penggunaannya sangat mendukung penerapan PSBB Pekanbaru,” kata Sunarto.

Di sisi lain, Sunarto menyebut rekaman aktivitas warga yang melanggar PSBB bisa dijadikan bukti jika penyidik mengajukannya ke pengadilan.

“Penggunaannya merupakan komitmen Polda Riau memutus penyebaran Covid-19 di Provinsi Riau yang dicintai ini,” terang Sunarto.(lec)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pertamina Berbagi Tips Aman Penggunaan Elpiji
apahabar.com

Nasional

Hari Ini, Kalsel Urutan Empat Terbanyak Sumbang Kasus Baru Covid-19 di Indonesia
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Panglima-Kapolri Cek Penembakan 31 Pekerja Trans Papua
apahabar.com

Nasional

Viral Tanker Banjarmasin-Balikpapan Terombang-ambing di Laut Lepas, Intip Penjelasan Pertamina
apahabar.com

Nasional

Menkes Cabut Hak Istimewa, BPOM: “No Comment”
apahabar.com

Nasional

Kementerian Ketenagakerjaan Alokasikan Bantuan Subsidi Upah Rp 37,7 triliun
apahabar.com

Nasional

Lempar Botol ke Lapangan, Warning Kemendagri Untuk Gubernur Kalteng
apahabar.com

Nasional

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Aceh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com