VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

Presiden Jokowi: Kita Beruntung Sejak Awal Pilih PSBB

- Apahabar.com Kamis, 7 Mei 2020 - 16:48 WIB

Presiden Jokowi: Kita Beruntung Sejak Awal Pilih PSBB

Presiden Joko Widodo. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia beruntung sejak awal memilih untuk melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam mengatasi pandemi Covid-19. Dengan memilih PSBB, pemerintah tidak menerapkan karantina wilayah (lockdown).

“Kita beruntung sejak awal memilih kebijakan PSBB bukan lockdown atau karantina wilayah,” kata Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, dalam video yang diunggah Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden pada Kamis (7/5).

Sudah ada 4 provinsi dan 22 kabupaten/kota yang telah menerapkan PSBB untuk mencegah penyebaran Covid-19 hingga saat ini.

“Kita berusaha keras dan berharap puncak pandemi Covid-19 ini segera menurun,” kata dia.

Kendati demikian, beberapa ahli mengatakan ketika kasusnya sudah turun tidak berarti langsung landai atau langsung nol.

“Ada kemungkinan masih bisa naik lagi atau turun lagi, naik sedikit lagi, turun lagi dan seterusnya,” ungkap Jokowi.

Artinya, menurut Jokowi, sampai ditemukan vaksin yang efektif, masyarakat harus hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa waktu ke depan.

“PSBB adalah pembatasan kegiatan di tempat umum atau di fasilitas umum dalam bentuk pembatasan jumlah orang dan pengaturan jarak antar-orang, artinya dengan PSBB masyarakat masih bisa beraktivitas, tetapi memang dibatasi dan masyarakat juga harus sadar membatasi diri, tidak boleh berkumpul dalam skala besar,” kata Jokowi.

Kepala Negara menilai di sejumlah tempat sudah ada pengurangan aktivitas. Namun di tempat lain, masyarakat masih berkerumun dan bahkan tidak menerapkan protokol kesehatan.

“Saya melihat di beberapa daerah dari informasi yang saya terima, jalannya sepi, tetapi di kampungnya masih berkerumun ramai, di kampungnya masih banyak yang bergerombol ramai. Padahal interaksi fisik itu harus dikurangi, harus jaga jarak, harus bermasker, harus sering cuci tangan sehabis kegiatan,” ujar dia.

Jokowi pun mengajak masyarakat kembali berdisiplin untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Upaya ini harus dilakukan untuk menghambat penyebaran Covid-19. Tapi kita juga ingin agar roda perekonomian tetap berjalan, masyarakat masih bisa beraktivitas secara terbatas, tetapi harus disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, masyarakat sendiri yang harus punya kesadaran untuk disiplin mengenakan masker dan tidak bergerombol.

“Bukan hanya aparat yang menyuruh untuk disiplin, tapi mengajak masyarakat untuk selalu sadar mendisiplinkan diri. Saya masih sering menjumpai masyarakat yang tidak bermasker, nah ini tolong semuanya kita bermasker, masih bergerombol, hindari itu,” kata Jokowi pula.

Jokowi juga meyakini bahwa aktivitas secara terbatas dapat dilakukan, asalkan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Sekali lagi ingin saya tegaskan, yang utama adalah ikuti disiplin protokol kesehatan. Silakan beraktivitas secara terbatas, tetapi sekali lagi ikuti protokol kesehatan secara ketat. Semua ini membutuhkan kedisiplinan kita semuanya, kedisiplinan warga serta peran aparat yang bekerja secara tepat dan terukur,” ujar Jokowi.

Sejumlah daerah yang sudah menerapkan PSBB adalah Provinsi DKI Jakarta, Sumatera Barat, Provinsi Jawa Barat, Kota Banjarmasin, Tarakan, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang, Kota Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Tegal, Makassar, Tangerang, Tangerang Selatan, Pekanbaru, Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Sidoarjo.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Diguyur Hujan 3 Jam, 3  Desa di Bone Bolango Banjir
apahabar.com

Nasional

MUI dan FKUB Blitar Sepakat Larang Pemaksaan Atribut Natal
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 Indonesia: Positif Jadi 125.396, Sembuh 80.952 Orang

Nasional

Protes UU Cipta Kerja, Hari Ini Buruh Lanjutkan Aksi Mogok Nasional
apahabar.com

Nasional

Usulan RUU Permusikan Ditarik, Ini Alasan Anang Hermansyah
apahabar.com

Nasional

Begini Keseharian SBY Tanpa Ani Yudhoyono
apahabar.com

Nasional

Usia 24-44 Tahun Paling Rentan Alami Kekerasan di Kalsel
apahabar.com

Nasional

Mirip ‘Senjata’ Pria, Markisa di Batola Bikin Heboh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com