Respons BirinMu, Eks KPK dan HW Cs Jadi Panglima Gugatan II H2D di MK Duduk Perkara Heboh Piton Patuk Majikan di Q-Mall Banjarbaru Drama #SAVEKPK di Banjarmasin, Supian HK Dicari-cari Mahasiswa Kalsel Kalah Jumlah, Polisi Pastikan Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Kondusif Skenario Kelolosan di Grup B dan C: Harapan Terakhir Denmark, Ukraina Cari Imbang

PSBB Banjarbaru: Puluhan Pengendara Terpaksa Putar Balik, Ada Juga yang Mudik

- Apahabar.com Senin, 18 Mei 2020 - 20:19 WIB

PSBB Banjarbaru: Puluhan Pengendara Terpaksa Putar Balik, Ada Juga yang Mudik

Pemeriksaan ketat diberlakukan oleh petugas di posko cek poin gabungan di Batas Kota depan Q-Mall, Senin sore. Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – 32 pengguna jalan yang melintasi perbatasan Kabupaten Banjar-Kota Banjarbaru tiba-tiba mendapat teguran lisan oleh petugas posko cek poin di Jalan Ahmad Yani Batas Kota depan Q-Mall, Senin (18/5) sore tadi.

Pasalnya, mereka dianggap tak mengindahkan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Pelanggaran terlaporkan untuk teguran lisan sekitar 32 kali. Dari kami jaga jam 08.00 sampai jam 14.00 tadi, untuk yang terakhir (data pelanggaran sore sampai malam) itu malam melaporkan,” ucap Perwira Pengendali (Padal) Posko Gabungan setempat, Ipda Rudi Ahmadi kepada apahabar.com.

Dari puluhan pelanggaran tersebut, pengguna kendaraan roda dua mendominasi. Dengan 14 kasus musti balik arah atau kembali pulang.

“Karena KTP domisili berbeda dan keperluannya tidak begitu penting untuk memasuki wilayah Banjarbaru,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pengguna roda empat tercatat 5 kasus putar balik alias disuruh pulang.

“Kalau mobil pelanggarannya (kebanyakan) tidak memenuhi syarat 50 persen dari kapasitas penumpang. Sampai ini ada 5 mobil yang disuruh balik kanan,” jelasnya.

Adapun pengguna jalan yang menerima teguran lisan sisanya, masuk dalam pelanggaran ringan.

Seperti tidak memakai masker yang kemudian ditoleransi dengan diberikan masker gratis oleh petugas sehingga diperbolehkan lewat.

Sempat Leluasa Lewat 

apahabar.com

Pengguna jalan yang melintasi posko cek poin gabungan sempat leluasa lewat tanpa pemeriksaan ketat petugas. Foto-apahabar.com/Fida

Sekitar pukul 14.45 pengguna jalan yang melintasi posko cek poin gabungan sempat leluasa lewat tanpa pemeriksaan ketat petugas.

Lalu, pada sekitar pukul 15.10, pemeriksaan dilanjutkan oleh petugas meski hari terlihat masih muram.

“Tadikan kita selesai melaksanakan istirahat salat zuhur, lalu kita lihat kok cuacanya mendung, nah kita takut nanti kalau kita lanjutkan (pemeriksaan) dan hujan nanti malah kondisi kita kurang fit,” terang Rudi.

Dengan pertimbangan cuaca, maka pemeriksaan pengendara sempat diistirahatkan.

“Jadi kita mengamankan diri dulu setelah itu lihat perkembangannya, jika memungkinkan kita rencananya lanjut lagi. Ini pertimbangan untuk kesehatan petugas juga,” jelasnya.

Rudi juga menegaskan screening tetap dilakukan selama 24 jam. Namun juga ada pertimbangan jika menyangkut kesehatan atau ibadah.

“Untuk screening tetap 24 jam tapi kita mengingat waktu atau ada saatnya ibadah, kita beribadah. Dan jika cuaca tidak memungkinkan maka ditunda dulu,” ucapnya.

Mudik Diam-Diam

apahabar.com

Sejumlah pengendara terindikasi mudik. Foto-apahabar.com/Fida

“Waktu kami jaga ini (hari ini), pengguna jalan yang terindikasi mudik tidak ada (belum ditemuka),” ucapnya.

Namun, dikatakannya jika dilihat dari kondisi saat itu maka pengguna jalan yang berniat mudik cenderung tidak melakukannya ketika siang hari.

“Biasanya orang kalau gitu (mudik) nyuri (waktu) nya malam malam atau subuh. Kalau siang cenderung tidak ada,” terang Rudi.

Seperti diketahui, pemerintah mengimbau masyarakatnya untuk tidak mudik. Dan menerapkan PSBB guna memutus rantai penularan Covid-19.

Taksi Boleh Lewat 

apahabar.com

Taksi antar daerah tetap diperbolehkan lewat tetapi harus memenuhi syarat. Foto-apahabar.com/Fida

 

“Untuk taksi antar daerah tetap diperbolehkan lewat tetapi harus memenuhi syarat 50 persen dari kapasitas penumpang,” jelas Rudi.

Hal ini dibolehkan. Mengingat tujuan dari supir taksi sendiri yakni sebagai pencari nafkah.

Diungkapkannya pula, hingga saat ini belum ada taksi yang melanggar peraturan PSBB.

“Masih belum ada yang terjaring,” bebernya.

Dikatakannya, taksi yang melintasi area PSBB tentu menerapkan aturannya dengan benar karena akan berdampak pada pekerjaannya.

“Yang jelas yang namanya taksi kan mereka untuk mencari penghasilan jadi tidak mau melanggar lah apalagi peraturan ini sudah nasional,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam posko terpadu PSBB ini terdapat 26 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI sebanyak 3 orang, Polri 12 orang, Dishub 3 orang, Kesehatan 2 orang, dan Satpol PP 5 orang, dengan dipimpin satu orang Padal.

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Muammar Khadafi Korban Tenggelam di Sungai Kuin Ditemukan Meninggal
apahabar.com

Kalsel

Patroli Malam, Anggota Polsek Banjarbaru Barat Sampaikan Imbauan Kamtibmas
Warga Purna Sakti

Kalsel

Dini hari, Warga Purna Sakti Banjarmasin Geger Mayat Wanita
apahabar.com

Kalsel

67 Personil Polres Banjar Naik Pangkat

Kalsel

Resmi! Ambo Sakka Dilantik sebagai Sekda Tanbu Definitif
apahabar.com

Kalsel

Sembuh dari Corona, Dua Warga HST Tetap Isolasi Mandiri
apahabar.com

Kalsel

Kadisdik Tabalong Kalsel Imbau Pelajar Fokus Belajar, Jangan Ikut Aksi Unjuk Rasa!
apahabar.com

Kalsel

Aroma Pembunuhan Wanita Hamil di HST, Pembakal dan Ibu Korban Diperiksa!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com