Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB

PSBB Banjarmasin Berlanjut, DPRD: Perbaiki Komunikasi

- Apahabar.com Rabu, 6 Mei 2020 - 22:11 WIB

PSBB Banjarmasin Berlanjut, DPRD: Perbaiki Komunikasi

Petugas Dinkes Banjarmasin kekurangan alat pengukur suhu saat hari pertama pembatasan sosial berskala besar berlaku di Banjarmasin. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Kota Banjarmasin bakalan berlanjut. Pemerintah diminta memperbaiki permasalahan mendasar, yakni komunikasi.

“Kalau Pemkot mau memperpanjang PSBB maka harus berbeda dari sebelumnya. Harus ketat kepada fasilitas umum seperti pasar dan kerumunan masyarakat,” kata Ketua DPRD Banjarmasin, Harry Wijaya dalam rapat evaluasi bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, Rabu (6/5).

Sementara Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Hj Ananda meminta Pemkot memperbaiki koordinasi selama PSBB dengan instansi lainnya.

“Tolong disampaikan kepada wali kota agar memperbaiki komunikasi baik internal maupun eksternal ketika menjalankan PSBB,” sebut Ananda kepada Jubir Satuan Tugas Covid-19, Machli Riyadi.

Machli tampak menerima baik masukan dari para legislator itu. PSBB jilid II bakal dimanfaatkan Dinkes melakukan tracking kasus positif, serta menghambat laju penyebaran virus Corona.

“Kita sudah menerima masukkan dari SKPD yang terlibat dalam PSBB ini. Ada rencana memperpanjang PSBB atas dasar dari Dinkes belum melihat puncak penyebaran dari Covid-19. Dan ini saat-saat PSBB tahap pertama seyogyanya menemukan kasus covid-19 yang banyak,” kata Machli kepada awak media.

Machli mengatakan, jangan heran Banjarmasin pada PSBB yang sudah memasuki hari terakhir ada peningkatan sangat tajam pada grafik kasus terkonfirmasi.

“Memang ini belum maksimal dalam melakukan PSBB pertama. Upaya penegakan sanksi-sanksi belum maksimal. Sementara kesadaran masyarakat kita perlu ditingkatkan, evaluasi juga melihat masih banyaknya toko-toko yang bukan menjual barang kebutuhan pokok masyarakat masih banyak buka,” ujarnya.

Sementara, masih menurut Machli, dalam UU nomor 6 tahun 2018 bahkan Perwali nomor 33 tentang teknis PSBB, toko selain menjual kebutuhan pokok dasar masyarakat tidak boleh buka.

“Namun nyatanya fakta di lapangan masih banyak yang buka. Artinya apa, kalau kita ingin PSBB ini berhasil, semua sektor itu bergerak dan terlibat. Dan juga adanya gerakan dari masyarakat seperti RT/RW menindak apabila ada warganya ODP [orang dalam pemantauan] atau OTG [orang tanpa gejala] segera melapor dan melarang warganya berkeluyuran jika tidak ada kepentingan,” terang Machli.

Berdasar itu Machli mengatakan akan mengusulkan kepada Wali Kota Ibnu Sina untuk memperpanjang PSBB dengan melihat masukan-masukan dari berbagai pihak.

“Teman-teman dari Dinkes tidak terhambat dalam hal upaya tracking-nya. Jadi, ini akan ada kemungkinan PSBB tahap kedua,” bebernya.

Rombak Perwali

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGPP) Covid-19 Kota Banjarmasin sebelumnya melakukan rapat koordinasi soal evaluasi PSBB, Rabu (06/05) siang. Digelar di Aula Kayuh Baimbai Pemerintah Kota Banjarmasin, rapat koordinasi berjalan tertutup.

“Kita mengevaluasi struktur, efektivitas pelaksanaan, kemudian tadi ada juga usulan untuk perbaikan cara kerja atau membentuk satgas-satgas kalau seandainya ingin melanjutkan untuk PSBB yang kedua,” kata Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina kepada awak media usai rapat di balai kota.

Saat rapat tadi, pihaknya juga mencoba berkoordinasi dengan pemerintah provinsi soal bagaimana perkembangan usulan dari 3 kabupaten. Yakni, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala yang turut mengajukan untuk menerapkan PSBB di wilayahnya.

“Jika di Banjarmasin dilanjutkan untuk PSBB yang kedua, idealnya kami ingin ini berbarengan dengan 3 kabupaten/kota atau Banjar Bakula,” harapnya.

Sebab, menurut Ibnu, PSBB di Kota Banjarmasin akan menjadi lebih efektif jika berbarengan dengan 3 kabupaten/kota tersebut. Kemudian, kata dia, apabila daerah penyangga Kota Banjarmasin itu berbarengan melakukan PSBB, maka penjagaan tidak lagi mutlak dilakukan di posko pengamanan tertentu saja. Tetapi, sudah di masing-masing daerah.

“Sehingga kita bisa lebih konsentrasi untuk penanganan di dalam kota,” timpal Ibnu.

Selain itu, ia juga menyampaikan, apabila di Banjarmasin kembali menerapkan PSBB untuk kedua kalinya, akan ada Peraturan Wali Kota (Perwali) yang berubah.

“Perwali juga akan ada yang direvisi, supaya kita semua menyamakan persepsi. Sehingga kita tahu apa yang harus dilakukan di posko penjagaan, di perbatasan harus seperti apa, kemudian sistem pengamanan kotanya bagaimana,” imbuhnya.

Ketua TGPP Kota Banjarmasin itu juga mengatakan, pada PSBB yang kedua, di samping pemberlakuan jam malam, nanti juga akan pemberlakuan jam siang. Soalnya, diakuinya, penjagaan batas kota memang harus ekstra ketat untuk menghalau dan juga menyeleksi kendaraan yang boleh dan tidaknya masuk ke dalam Kota Banjarmasin.

“Tetapi di batas kota seperti Ahmad Yani Km 6, Handil Bakti dan juga Lingkar Selatan itu sangat terbuka, sehingga kita memerlukan petugas ekstra untuk menjaganya,” akunya.

Ibnu menerangkan dalam dua pekan pelaksanaan PSBB, grafik kasus Covid-19 di Kota Banjarmasin mengalami perlambatan.

“Di pekan pertama saja, terjadi penurunan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 20 orang di dua hari pertama. Kemudian, grafiknya mengalami kenaikan meski cenderung datar.

Kemudian melonjak dengan ditemukannya 12 kasus positif Covid-19. “Tetapi di minggu terakhir terjadi kelandaian, tidak curam sekali, sangat landai,” ucapnya.

Namun demikian, menjelang berakhirnya masa pemberlakuan PSBB, jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Banjarmasin kembali melonjak, tercatat hingga saat ini mencapai 69 kasus.

Di samping itu, ia menambahkan upaya rapid test juga terus digalakkan selama PSBB. Terutama di tempat-tempat umum seperti Duta Mall, Pasar Sentra Antasari, hingga cluster tertentu, dan akhirnya ditemukan banyak kasus Covid-19.

“Karena kenaikan angka itu merupakan hasil tracking yang dilakukan selama masa PSBB ini. Kalau tidak di tracking kita tidak dapat angka itu,” tandas Ibnu.

Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 1007/Banjarmasin, Kolonel Inf Anggara Sitompul menambahkan sejauh ini masyarakat sudah mulai mengerti dan menaati aturan PSBB. “Masyarakat sudah mulai tertib, di jalan itu saya bisa katakan dari 10 yang melintas, 9 sudah pakai masker,” tuturnya.

“Jadi jika PSBB dilanjukan, kita akan menyamakan persepsi dulu, tugas-tugas akan dijelaskan semua, tugas pos apa, tugas yang mengawal Perwali siapa, bidang kesehatan apa dan yang melakukan sosialisasi siapa, jadi tidak ada lagi yang saling menyalahkan,” timpal Wakapolresta Banjarmasin, AKBP Sabana Atmojo.

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Jemaah Haul Siapkan Payung Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Hore, Warga Desa Harus Tabalong Kini Dapat Nikmati Internet Gratis
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Hujan Lagi Siang Ini
apahabar.com

Kalsel

INFOGRAFIS: Korban Pencabulan di Ponpes Limpasu HST Bertambah Lagi!
apahabar.com

Kalsel

Demi Lihat Orang Utan, Pasangan Bule Ini Menabung 11 Tahun
apahabar.com

Kalsel

Sasar Pasar Tradisional, Polsek Takisung Ungkapkan Sanksi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan
apahabar.com

Kalsel

Ada Tiga Jalur Alternatif Menuju Rumah Karantina Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Pria Sok Jagoan di Barabai Diciduk Tim Resmob
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com