3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

PSBB Banjarmasin Kurang Maksimal, Peran Tokoh Masyarakat Terabaikan

- Apahabar.com Jumat, 29 Mei 2020 - 14:19 WIB

PSBB Banjarmasin Kurang Maksimal, Peran Tokoh Masyarakat Terabaikan

Anggota DPRD Banjarmasin, Ir Sukhrowardi. Foto-apahabar.com/ Ahya Firmansyah

apahabar.com, BANJARMASIN – Upaya pemerintah Kota Banjarmasin selama penerapan Pembatan Sosial Berskala Besar (PSBB) menuai kritik.

Ini tak luput dari jumlah kasus terinfeksi Covid-19 di Banjarmasin kemarin, berjumlah 112 orang.

Kota Banjarmasin jadi penyumbang tersebar kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kalsel yang kemarin berjumlah 116 orang. Empat sisanya dari Kota Banjarbaru.

Lantas, bagaimana penerapan PSBB di Banjarmasin selama ini di mata anggota DPRD Banjarmasin?

Ir Sukhrowardi menilai PSBB kurang maksimal. Terutama dalam hal pendekatan penerapan PSSB ke masyarakat yang hanya mengandalkan tokoh formal.

Seperti pihak kelurahan dan RT yang jadi ujung tombak pemerintahan.

Ketua Fraksi Golkar ini melihat, Pemkot masih kurang melakukan pendekatan kepada para tokoh di Banjarmasin.

Padahal, menurutnya peran mereka di masyarakat cukup berpengaruh untuk memberikan imbauan dalam pencegahan Covid-19.

“Jika tidak menggerakan potensi kota, seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, maka akan sulit bagi Pemko untuk mencapai tujuan mengatasi wabah ini, karena perlu kesadaran masyarakat,” ujarnya, Jumat (29/5) di Gedung DPRD Banjarmasin.

Sukro berharap keberadaan mereka dapat dilibatkan bersama-sama untuk menyadarkan warga agar mematuhi protokol kesehatan yang dibuat oleh pemerintah.

“Kita contohkan saja, jika ulama dilibatkan menyadarkan masyarakat maka umat bisa manut dan mengerti untuk sama-sama mengatasi wabah,” sebutnya.

Lebih jauh, anggota Komisi III ini berharap Pemko dapat memaksimalkan lagi sisa anggaran dari penanganan Covid-19 sebesar Rp33 miliar untuk digunakan sesuai peruntukkannya mengatasi wabah.

“Saya sebagai anggota dewan tidak rela jika anggaran sisa Rp33 miliar untuk penanganan wabah itu disalahgunakan,” tandasnya.

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

30 Forum Dukung Pembangunan Kehutanan
apahabar.com

Kalsel

Terungkap, Alasan Nyeleneh Maling BH di Teluk Dalam
apahabar.com

Kalsel

Jaringan Matahari Kalsel Ikuti Konsolidasi Online Bersama Erick Thohir

Kalsel

Cekcok Suami Istri Diduga Picu Kebakaran di Alalak Selatan
apahabar.com

Kalsel

Hujan Deras Iringi Pembukaan Pekan Raya Tabalong 2018

Kalsel

Wakil Ketua DPRD Sedih Kalsel Tak Jadi Ibu Kota
apahabar.com

Kalsel

Ada Pesantren di Rutan Kandangan
apahabar.com

Kalsel

Merasa Geram, Hermansyah Panggil Sejumlah Kepala Dinas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com