Muatan Politis dalam Pencopotan Sekda Tanah Bumbu Kantongi 3 Barang Bukti, Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran BirinMU BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D Gandeng BW, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran Petahana Kalsel ke Bawaslu Duel Juventus vs Barcelona Liga Champions Malam Ini Tanpa Ronaldo vs Lionel Messi, Link Live Streaming SCTV!

PSBB Banjarmasin Periode Kedua, Pengamat: Pemkot Perlu Lakukan Evaluasi Mendalam

- Apahabar.com Rabu, 6 Mei 2020 - 18:13 WIB

PSBB Banjarmasin Periode Kedua, Pengamat: Pemkot Perlu Lakukan Evaluasi Mendalam

Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Kalsel, Subhan Syarief. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

apahabar.com, BANJARMASIN – Memasuki akhir pekan kedua sejak penetapan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Banjarmasin, penyebaran Covid-19 masih masif terjadinya lonjakan penderita virus mematikan asal Wuhan, China itu.

Hal tersebut juga dinilai sebagai bentuk ketidaksiapan pemerintah kota dalam menerapkan aturan pembatasan tersebut.

“Covid-19 itu kalau 30 hari pertama semua pihak taat, maka akan bisa menjadikan itu stagnasi. Tapi sayangnya yang kita amati, pemko sendiri belum siap menerapkan PSBB. Ada dua hal yang mendasari ketidaksiapan tersebut,” ucap Pengamat Tata Kota, Subhan Syarief kepada apahabar.com, Rabu (06/05).

Dua hal yang dimaksud Subhan adalah dari sisi penyaluran distribusi bantuan logistik dan harmonisasi sistem pengamanan. Bantuan logistik kepada warga terdampak mestinya dibagikan sebelum pelaksanaan PSBB disahkan, sehingga masyarakat tidak lagi beraktivitas untuk mencari kebutuhan pokoknya.

Lalu sistem pengamanan juga harus dimasifkan, Subhan menilai aparat yang bertugas saat ini belum maksimal dalam berkoordinasi.

“Dua hal mendasar inilah yang menjadi catatan pentingnya. Menurut pandangan kita, harus dikoreksi di periode berikutnya,” imbuhnya

Seperti diketahui, kasus terakhir yang cukup menghebohkan adalah penemuan penularan positif Covid-19 di salah satu pasar besar di Banjarmasin. Artinya dengan temuan tersebut, PSBB yang dilaksanakan di sesi pertama ini tidak berjalan seperti yang diharapkan.

“Mestinya sebelum melanjutkan, persiapan harus dilakukan. Simulasi dan kelemahan yang terdahulu harus dilakukan evaluasi, misalnya dimulai lagi dari awal,” katanya.

Saat ditetapkan pada kasus pertama Covid-19 di Kalsel dan kemudian penyebaran semakin meluas, Banjarmasin telah dinyatakan sebagai wilayah transmisi lokal. Artinya, penular berasal dari dalam kota sendiri dan berpotensi menularkan ke pihak lain. Atas dasar itulah, penerapan PSBB dimasifkan untuk mencegah penyebaran virus semakin meluas.

Menurut Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Kalsel ini, persoalan hilir mudik orang yang keluar masuk Banjarmasin tidak sepenuhnya bisa dipermasalahkan. Sepanjang, orang tersebut tidak singgah dibanyak tempat atau beraktivitas dan melakukan kegiatan berkumpul.

“Bagi Banjarmasin sendiri karena dikatakan transmisi lokal, maka secara otomatis yang harus diutamakan adalah internalnya,” paparnya

Walau begitu, penerapan PSBB yang tepat juga menjadi faktor kunci dalam menekan penyebaran. Di 14 hari pertama ini disebutnya falsafah PSBB belum begitu diterapkan.

Ada dua hal tujuan dari PSBB yaitu melakukan lokalisasi sebaran dan mengidentifikasi penularan. Lokalisasi sebaran artinya pembatasan kemungkinan penularan kepada pihak-pihak lain. Sedangkan identifikasi penularan untuk mengetahui siapa saja yang terdata terjangkit di Banjarmasin ini.

“Sehingga dengan dasar itulah, kita usulkan ke wali kota agar PSBB ini menggunakan sistem klaster terkecil,” sebut dia.

Standarisasi yang digunakan mestinya bukan terbatas pada tingkat kelurahan saja, tetapi akan lebih baik tingkat terkecil seperti RW dan RT. Masa inkubasi virus selama 14 hari dapat digunakan untuk menjeda atau mengistirahatkan aktivitas masyarakat di satu desa (RT).

Dari situ, dia meyakini hasil penularan akan mudah terlacak dan dapat dilokalisir lagi untuk selanjutnya dilakukan karantina atau perawatan lebih lanjut.

Lalu, siapkan Banjarmasin meneruskan PSBB di periode kedua ini?

14 hari pertama PSBB di periode pertama apabila tidak mampu melakukan penekanan dan penurunan terhadap sebaran, maka secara otomatis akan berlanjut lagi di proses berikutnya. Dalam 14 hari ini, Pemko harus melakukan monitoring dan evaluasi sehingga dalam periode berikutnya tinggal melakukan pemantauan dan meningkatkan standarisasi keamanan.

Namun nyatanya, periode pertama menunjukkan penyebaran masih masif terjadi. Oleh karena itu, Subhan menyarankan untuk melibatkan Gugus Tugas di kluster terkecil yaitu tingkat RT. Dalam skala kecil, setiap RT dapat lebih mudah untuk memantau kawasannya hanya dalam beberapa hari saja.

“Sampai saat ini kita tidak melihat adanya RT dilibatkan secara aktif dalam melakukan pengendalian, pengawasan atau monitoring terhadap warganya yang mungkin terjangkit,” katanya.

Untuk memaksimalkan penerapan PSBB, Banjarmasin bisa saja menunggu pelaksanaan secara bersamaan dengan wilayah lain yang juga mengajukan aturan yang sama. Sebagai informasi, Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Barito Kuala tengah melakukan usulan PSBB untuk daerahnya.

“Sebaiknya PSBB periode kedua berbarengan dengan yang dilakukan daerah Kalsel sekitarnya. Agar ini bisa terkoordinasi, sehingga kalau memang ada transmisi lokalnya, maka secara otomatis sirkulasi saling berkunjung di antara beberapa daerah benar-benar terpantau,” sarannya.

Sembari menunggu periode berikutnya, Pemkot Banjarmasin dapat melakukan sosialisasi dan edukasi lebih gencar kepada publik, termasuk Gugus Tugas yang terkait pengendalian Covid-19 ini.

“Ada SOP yang harus disiapkan Pemkot sebelum periode kedua. Misalnya mekanisme ketika ada yang meninggal bukan karena Covid-19. Bagaimana prosedur untuk melayat, mensalatkan hingga menguburkan. Kalau tidak ada prosedur tersebut, memungkinkan terjadinya penyebaran baru,” tutupnya.

Reporter: Musnita Sari
Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Uji Nasionalisme, Polisi di Banjarmasin Kibarkan Bendera di Tengah Jalan
apahabar.com

Kalsel

Penyesuaian Iuran JKN, BPJS Pinta BU Alihakan Peserta PBI ke PPU
apahabar.com

Kalsel

Heboh Virus Corona, Banjarbaru Lakukan Pencegahan Dini
apahabar.com

Kalsel

Pembunuhan Pria di Tapin, Polisi Bidik Dua Tersangka Lain
apahabar.com

Kalsel

Proyeknya Ancam Nyawa Warga, Manajemen Duta Mall Minta Maaf
Isu Perusakan Masjid di Minahasa Utara, Warga Banjarmasin Diminta Tak Terpancing

Kalsel

Isu Perusakan Masjid di Minahasa Utara, Warga Banjarmasin Diminta Tak Terpancing
apahabar.com

Kalsel

Rifqinizamy: New Normal Tanpa Gotong-royong akan Jadi Bencana
apahabar.com

Kalsel

Bertambah 9, Positif Covid-19 di Tanbu Jadi 22 Orang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com