Cerita Sukses Trader Forex Banjarmasin, Modal Rp 15 Juta Berangkatkan Umrah Keluarga 3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?

PSBB Banjarmasin Perlu Diperpanjang, Epidemiolog Beberkan Alasannya

- Apahabar.com Kamis, 21 Mei 2020 - 15:46 WIB

PSBB Banjarmasin Perlu Diperpanjang, Epidemiolog Beberkan Alasannya

Seorang warga mengikuti tes swab secara massal di Pasar Banjarmasin, belum lama tadi. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Banjarmasin makin hari kian meningkat.

Hingga kemarin atau Rabu (20/5), pasien terkonfirmasi positif virus Corona mencapai 192 kasus. 45 di antaranya meninggal dunia, dan 19 lainnya sembuh.

Pakar Epidemiologi Kalsel Dharma Putra melihat pertumbuhan kasus Covid-19 di Kalsel belum mencapai puncaknya.

“Ini belum sampai ke puncaknya, baru kalau sudah di puncak kasusnya hanya mengalami penurunan,” ucapnya kepada apahabar.com, Kamis (21/5).

Selain peningkatan kurva, Dharma juga menyinggung pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar di Banjarmasin dan sekitarnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan untuk indikator kesehatan terlihat kinerja penanganan kasus virus Corona sudah bagus.

Performa tim medis itu terlihat dari kasus yang sebelumnya sembunyi, sekarang ditemukan.

Kemudian bersamaan dengan adanya kasus baru, sehingga adanya lonjakan pasien terpapar Covid-19.

Lebih jauh, Dharma melihat sudah saatnya ada penambahan ruang isolasi untuk pasien terkonfirmasi Covid-19.

Namun ruang isolasi itu wajib berada di rumah sakit (RS) rujukan yang sudah tersedia hingga sekarang.

“Lonjakan ini prestasinya bagus dan perlu adanya penambahan ruang isolasi,” ujar direktur RSUD Sambang Lihum itu.

Selanjutnya, ia menegaskan untuk indikator kepatuhan masyarakat juga terlihat belum maksimal.

Itu terpantau masih banyak warga yang bekeliaran keluar rumah tanpa mengenakan masker atau penutup muka.

Dengan ketiga indikator itu, maka Dharma menyarankan agar PSBB di Banjarmasin diperpanjang.

“Catatannya lebih diperketat penjagaan dalam menerapkan Perwali 37 Tahun 2020,” jelas dia.

Jika diperlukan, Dharma juga setuju jika hukuman atau sanksi terhadap warga yang melanggar PSBB.

“Agar masyarakat benar benar tinggal di rumah dan kontrol yang ketat dengan melibatkan peran masyarakat,” pungkasnya.

Ia yakin, jika warga Banjarmasin tak keluar rumah selama 14 hari ke depan, maka angka penularan di Banjarmasin bisa menyusut bahkan 0 kasus.

“Yang sakit itu tinggal di rumah, jadi perawat yang datang untuk diperiksa dan yang perlu isolasi langsung dibawa ke ruang isolasi,” tuturnya.

Jika menerapkan protokol begitu, ia menyakini Banjarmasin akan menjadi wilayah zona hijau pertama di Kalsel.

“Tapi di luar Kota Banjarmasin belum, karena kinerjanya belum terlihat baik sehingga nanti orang yang masuk Banjarmasin akan diperiksa supaya tidak membawa virus ke Banjarmasin,” tuturnya.

Sebelumnya, daerah diminta untuk tak melonggarkan kebijakan pembatasan sosial. Di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan Selatan, terjadi penambahan pasien positif Covid-19.

“Jawa Timur mengalami kenaikan kasus mingguan sebesar 70 persen. Kemudian Sumatera Selatan mengalami kenaikan kasus mingguan 157 persen,” ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, awal pekan tadi, dikutip dari Kompas.

“Sedangkan Kalimantan Selatan mengalami kenaikan jumlah kasus mingguan 60 persen,” lanjut dia.

Dari total pasien positif Covid-19 di Kalimantan Selatan, 68 persen berasal dari kluster jemaah tablig di Gowa.

Untuk itu, Doni kembali menegaskan skenario pelonggaran PSBB apabaila kurva penularan Covid-19 di masyarakat rendah.

“Jadi kami ulangi kembali bahwa satu dua pekan ke depan belum ada kebijakan pengurangan pembatasan,” ujar prajurit TNI berpangkat jenderal bintang tiga itu.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Hari Ini, Potensi Hujan Masih Terjadi di Sejumlah Wilayah Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Cegah Radikalisme, BNPT dan FKPT Rangkul Aparatur Kelurahan dan Desa
apahabar.com

Kalsel

“Aku Ingin Lahir dari Rahim Puisimu”, Reportoar Awal Kepenyairan Ikhlas El Qasr
apahabar.com

Kalsel

Warga Satui Tanbu Geger, Ada Mayat Bayi di Bantaran Sungai
apahabar.com

Kalsel

Cegah Kenakalan Remaja, Polisi ‘Goes To School’ ke SMPN 34 Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Belum Transmisi Lokal, Pengidap Covid-19 di Tapin Kluster Gowa
apahabar.com

Kalsel

Sengketa Lahan Kelumpang Hulu dan Hampang, RBH: Tidak Ada Kaitan dengan Suku
apahabar.com

Kalsel

Pemerintah Perlu Perhatikan Teknologi Pengrajin Sasirangan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com