Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup! Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh

PSBB Disetop, Banjarmasin Masuk New Normal?

- Apahabar.com Minggu, 31 Mei 2020 - 18:04 WIB

PSBB Disetop, Banjarmasin Masuk New Normal?

Banjarmasin akan beralih ke pembatasan berskala kecil di tingkat kelurahan, kampung-kampung hingga kompleks perumahan. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan tak diperpanjang lagi.

Terhitung hari ini, Minggu (31/5) kebijakan seiring pandemi Covid-19 itu resmi berakhir.

Meski demikian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tetap memasang status tanggap bencana non-alam atau kesehatan Covid-19.

Lantas bagaimana Pemkot Banjarmasin menyiasati kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang terus melonjak?

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina bilang protokol kesehatan yang sudah diberlakukan selama PSBB bakal tetap diterapkan.

Namun Ibnu tidak menyebutnya New Normal, melainkan kondisi tanggap darurat pencegahan Covid-19 pasca-PSBB.

“Bukan bearti setelah PSBB semuanya bebas, tak boleh seperti itu karena ada ancaman grafik positif virus Corona masih cukup tinggi dan belum ada indikasi melandai sehingga kita tidak memenuhi persyaratan menerapkan New Normal sesuai arahan Presiden RI,” ujarnya.

Kondisi demikian bisa digambarkan sebagai fase sebelum new normal atau tatanan kehidupan baru di tengah pandemi Covid-19.

Dalam fase ini, kata Ibnu, TNI dan Polri berada sebagai garda terdepan untuk penegakan protokol pencegahan Covid-19.

Pemkot segera membuat surat keputusan (SK) wali kota terkait mandat kepada Komandan Kodim 1007/Banjarmasin dan Kapolresta Banjarmasin sebagai koordinator.

“Itu sesuai perintah dari panglima dan arahan presiden,” tegasnya.

Selama fase ini, lanjut Ibnu bahwa aktivitas ekonomi dan perkantoran tetap berjalan seperti biasa. Persis sebelum Covid-19 mewabah.

Hal itu juga sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 328 tentang pedoman pelaksanaan pada masa pandemi. Di mana aktivitas perkantoran hingga rumah ibadah dibuka kembali.

“Pemkot akan mengikuti itu,” lanjutnya.

Di sisi lain, Ibnu juga bilang bahwa pos jaga di perbatasan kota tidak akan berjalan seperti biasa.

Termasuk untuk jam malam yang diterapkan di Perwali Nomor 37 tahun 2020.

Namun kebijakan ini akan beralih ke skala kelurahan, kampung serta kompleks, yakni pembatasan sosial berskala kecil (PSBK).

Pengamanan dan protokol kesehatan tersebut wajib diterapkan di skala kecil demi menindaklanjuti perintah Undang Undang (UU) Kesehatan.

“Meski istilah ini tak dikenal di UU, tapi bisa mengamankan lingkungan di sekitarnya,” pungkasnya.

Sejauh PSBK diterapkan, Ibnu menegaskan protokol pencegahan Covid-19 tetap diberlakukan.

“Siapapun dia tetap memakai masker dan jaga jarak. Kemudian pelayanan publik seperti pasar wajib menggunakan thermo gun,” ucapnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

BPOM Temukan Bahan Makanan Berbahaya di Tabalong
apahabar.com

Kalsel

Maju di Pilkada Serentak 2020, Ibnu Sina Pamit dari Jabatan Wali Kota Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Diciduk Petugas, Muda Mudi di Lapangan Murjani Banjarbaru Gagal Malam Mingguan
apahabar.com

Kalsel

Sikapi Penyerangan Mapolsek Daha Selatan, Polres Batola Utamakan SOP
apahabar.com

Kalsel

Menghadapi Musim Panas, Bupati Tapin Imbau Perusahaan di Wilayahnya untuk Siaga
apahabar.com

Kalsel

2 Rumah di Langkang Lama Kotabaru Ludes Terbakar
apahabar.com

Kalsel

Hasil Swab Masif, 4 Pegawai Rutan Marabahan Terpapar Covid-19
apahabar.com

Kalsel

2 Kali Membunuh, Kejiwaan Penjagal Bocah SD Limpasu HST Masih Tanda Tanya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com