Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

PSBB Jilid II, 5 Kluster Corona di Banjarmasin Ditangani Khusus

- Apahabar.com Kamis, 7 Mei 2020 - 18:02 WIB

PSBB Jilid II, 5 Kluster Corona di Banjarmasin Ditangani Khusus

Ibnu Sina membacakan keputusan hasil rapat di Balai Kota Banjarmasin, Kamis (7/5). Hadir perwakilan dari DPRD, Polresta, Kodim 1007/Banjarmasin. apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Banjarmasin resmi memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

PSBB jilid II akan berlangsung dua pekan. Dari 8 hingga 21 Mei, seiring berakhirnya masa pembatasan pertama besok.

Ada sejumlah catatan penting selama PSBB pertama diberlakukan. Salah satunya membeludaknya jumlah kluster penularan Covivd-19.

Wali Kota Ibnu Sina menerangkan saat ini sudah terdapat lima kluster. Nyaris semua kelurahan di Banjarmasin zona merah.

Kluster pertama adalah kluster pasien Ulin-1 beserta keluarganya. Pasien Covid-19 pertama Kalsel itu terjangkit usai bepergian ke luar daerah.

Selanjutnya ada kluster jemaah Ijtima Ulama di Gowa, Sulawesi Selatan.

Nah, dari kluster Gowa melahirkan kawasan penyebaran baru, yakni Pekapuran. Di bawahnya ada Kluster Pasar Sentral Antasari.

“Kluster terakhir adalah multifaktor yang disumbang dari beberapa kluster sudah putus dari hasil penelusuran yang ada,” ujar Ibnu.

Dengan begitu, pelaksanaan PSBB jilid II kelima kluster akan dapat atensi penuh. Salah satunya upaya tracking lanjutan.

Ibnu berjanji rapid test atau test cepat massal di kawasan penyebaran itu.

Berdasar catatan Dinas Kesehatan terdapat 1600 alat rapid test. Akan digunakan pada sepekan pertama PSBB jilid II.

Kemudian juga ada 2000 rapid test yang sudah dipesan Pemkot Banjarmasin.

“Jadi ada 3.600 rapid test di tahap kedua PSBB. Mudah mudahan kita menemukan orang baru dari kluster itu,” ucapnya.

Sebab, lanjut Ibnu berdasarkan aspek epidemiologi jika terdapat 4 warga yang meninggal gegara virus Corona.

Maka kalkulasinya ada 100 orang yang terpapar virus berasal dari Wuhan, China.

Sebelumnya, Ibnu menyampaikan keputusan perpanjangan PSBB di Balai Kota Banjarmasin, Kamis (7/5). Hadir perwakilan dari DPRD, Polresta, Kodim 1007/Banjarmasin.

Dengan pemberlakuan PSBB jilid II, Ibnu berharap kasus positif Covid-19 di ibu kota Kalsel bisa makin ditekan.

Sejauh PSBB jilid I, Ibnu sendiri menyoroti masih terjadi pelanggaran saat PSBB sekalipun dilindungi Peraturan Wali (Perwali) Kota Banjarmasin Nomor 33 Tahun 2020.

Sementara grafik virus Corona terus meningkat. Hampir seluruh kelurahan di Banjarmasin masuk zona merah.

“Di Permenkes itu diatur ketika ditemukan penyebaran dan peningkatan Covid-19 maka PSBB bisa diperpanjang,” pungkasnya.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Jarak Pandang Makin Tertutup, BPBD Usulkan Hujan Buatan
apahabar.com

Kalsel

Cucu Mengidap Hemofilia, Kasran Punya Cerita Manfaat BPJS
apahabar.com

Kalsel

Tuan Guru Rusbani: Andin Sofyanoor Zuriah Sultan Sulaiman
apahabar.com

Kalsel

Waswas Karhutla Tala, Kapolres Langsung Turun Tangan
apahabar.com

Kalsel

Ditanya Mahasiswa FE ULM Soal DVI Polri, Begini Penjelasan Biddokkes Polda Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Isu Ambil Untung Covid-19, Simak Penjelasan RSDI Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Hujan Lokal Siang Ini
apahabar.com

Kalsel

BAGUNA PDIP Kalsel Bagikan Baju Hazmat dan Masker Ke RSUD Daha Sejahtera
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com