Hitungan Hari, Kasus Covid-19 di Banjarmasin Diprediksi Tembus 300 Kasus PSBB Berakhir Esok, Banjarbaru Siap Menuju ‘New Normal’ via PKM Banjarmasin ‘New Normal’: Wali Kota Tunggu Pusat , Pakar Tak Sepakat Puncak Covid-19 di Kalsel, Jutaan Warga Diprediksi Terjangkit Tambah Satu Lagi, Balita di Kotabaru Positif Covid-19




Home Kalteng

Jumat, 22 Mei 2020 - 12:36 WIB

PSBB Palangka Raya, Epidemiolog Kalteng: Efektif Kalau Disiplin

Rizky p - Apahabar.com

Kota Palangka Raya. Foto-Istimewa

Kota Palangka Raya. Foto-Istimewa

apahabar.com, PALANGKA RAYA — Saat ini beberapa daerah sedang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), termasuk Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah.

Namun seberapa efektifkah PSBB dapat memutus rantai penyebaran corona?

Ketua Umum Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Cabang Kalimantan Tengah, Rini Fortina menjelaskan PSBB ditetapkan pemerintah sebagai bentuk karantina wilayah. Dengan pendekatan yang berpihak pada masyarakat.

Latar belakangnya untuk melindungi sosial-ekonomi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar hidup.

Dalam surat keputusan (SK) PSBB, sudah diarahkan oleh pemerintah pusat untuk menilai atau mengevaluasi PSBB.

Itu sesuai kondisi daerah masing-masing, karena berkaitan dengan kultur budaya yang berbeda-beda di Indonesia.

Baca juga :  Sah! Senin PSBB di Palangka Raya Diterapkan

“Artinya, metode dan langkah-langkah PSBB juga diserahkan ke Pemda masing-masing daerah,” kata Rini dihubungi Jumat (22/5).

Oleh karena itu, untuk menilai efektifitas PSBB pun, sesuai dengan metode dan langkah-langkah yang ditetapkan Pemda masing-masing.

Penilaian efektivitas bisa dihitung berdasarkan berapa banyaknya pelanggaran yang dilakukan. Berapa banyak promosi dan penyuluhan yang dilakukan dan lain-lain.

“Tetapkan indikator penilaian sesuai dengan tujuan pada waktu PSBB diberlakukan. Hitung juga, tingkat disiplin dalam pemakaian masker, mengikuti anjuran-anjuran pemerintah. Juga isu-isu yang beredar di medsos,”ujarnya.

Baca juga :  Bayi Tewas Dalam Kantong Plastik di Teweh Selatan Ternyata Dibunuh Ibunya Sendiri

Nah, dari situ, bisa terlihat efektivitas PSBB di suatu daerah, berjalan dengan baik, sampai berapa persen.

Namun, secara umum, sebenarnya PSBB efektif, kalau Pemda berhasil menjalankan intervensi dalam masyarakat. Tentu saja ini kembali ke pendekatan kultural. Tetapi sulitnya, karena masyarakat sangat heterogen.

Ini artinya, PSBB tetap efektif, jika masyarakat disiplin dalam menerapkan semua anjuran pemerintah, sehingga dapat memutus rantai penularan, melindungi masyarakat yang rentan dan berpenyakit serta mengurangi tingkat kematian serendah mungkin.

Reporter: Ahc23
Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Anniversary ke-18, DTT Angkatan 2000 Polres Barut Gelar Baksos
apahabar.com

Kalteng

Duh, RSUD Muara Teweh Kekurangan APD Covid-19
apahabar.com

Kalteng

Tanaman Bajakah Mulai Diburu, Warga Muara Teweh Terima Pesanan dari Cina
apahabar.com

Kalteng

Asimilasi Potensial Picu Masalah Baru, Ini Langkah Polri
apahabar.com

Kalteng

Bibit Ikan Warga Mati, Dewan akan Panggil PT NBL
apahabar.com

Kalteng

PDP Covid-19 Rujukan RS Bhayangkara Palangka Raya Meninggal
apahabar.com

Kalteng

Alhamdulillah, Hasil Swab Pertama Wali Kota Palangka Raya Negatif
apahabar.com

Kalteng

Gubernur Kalteng Resmikan Jembatan Sugianto Sabran