Wah, AS Mulai Tak Wajibkan Warganya Pakai Masker & Jaga Jarak Update Saham Spanyol, Indeks IBEX 35 Tergelincir 0,46 Persen Update Saham Inggris, Indeks FTSE 100 Tergerus 0,59 Persen Update Saham Jerman, Indeks DAX 30 Naik 49,46 poin Lebaran Pertama, Rumah hingga Jalan Provinsi di Satui Tanah Bumbu Terendam

PSBB Palangka Raya, Epidemiolog Kalteng: Efektif Kalau Disiplin

- Apahabar.com Jumat, 22 Mei 2020 - 12:36 WIB

PSBB Palangka Raya, Epidemiolog Kalteng: Efektif Kalau Disiplin

Kota Palangka Raya. Foto-Istimewa

apahabar.com, PALANGKA RAYA — Saat ini beberapa daerah sedang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), termasuk Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah.

Namun seberapa efektifkah PSBB dapat memutus rantai penyebaran corona?

Ketua Umum Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Cabang Kalimantan Tengah, Rini Fortina menjelaskan PSBB ditetapkan pemerintah sebagai bentuk karantina wilayah. Dengan pendekatan yang berpihak pada masyarakat.

Latar belakangnya untuk melindungi sosial-ekonomi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar hidup.

Dalam surat keputusan (SK) PSBB, sudah diarahkan oleh pemerintah pusat untuk menilai atau mengevaluasi PSBB.

Itu sesuai kondisi daerah masing-masing, karena berkaitan dengan kultur budaya yang berbeda-beda di Indonesia.

“Artinya, metode dan langkah-langkah PSBB juga diserahkan ke Pemda masing-masing daerah,” kata Rini dihubungi Jumat (22/5).

Oleh karena itu, untuk menilai efektifitas PSBB pun, sesuai dengan metode dan langkah-langkah yang ditetapkan Pemda masing-masing.

Penilaian efektivitas bisa dihitung berdasarkan berapa banyaknya pelanggaran yang dilakukan. Berapa banyak promosi dan penyuluhan yang dilakukan dan lain-lain.

“Tetapkan indikator penilaian sesuai dengan tujuan pada waktu PSBB diberlakukan. Hitung juga, tingkat disiplin dalam pemakaian masker, mengikuti anjuran-anjuran pemerintah. Juga isu-isu yang beredar di medsos,”ujarnya.

Nah, dari situ, bisa terlihat efektivitas PSBB di suatu daerah, berjalan dengan baik, sampai berapa persen.

Namun, secara umum, sebenarnya PSBB efektif, kalau Pemda berhasil menjalankan intervensi dalam masyarakat. Tentu saja ini kembali ke pendekatan kultural. Tetapi sulitnya, karena masyarakat sangat heterogen.

Ini artinya, PSBB tetap efektif, jika masyarakat disiplin dalam menerapkan semua anjuran pemerintah, sehingga dapat memutus rantai penularan, melindungi masyarakat yang rentan dan berpenyakit serta mengurangi tingkat kematian serendah mungkin.

Reporter: Ahc23
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Pilkada Kalteng 2020 Diperkirakan Sedot Anggaran Rp 335 Miliar
Bawaslu

Kalteng

Update Pilgub Kalteng, Suara Masuk 72,31 %, Sugianto-Edy Tak Terkejar
apahabar.com

Kalteng

Patroli Dialogis Polsek Basarang Kapuas, Face to Face Tekankan Kamtibmas
BLT

Kalteng

Puluhan Warga Bandaraya Kapuas Terima BLT
apahabar.com

Kalteng

Diguyur Hujan, Jalan di Pelosok Kotim Makin Parah
Desa Budi Mupakat

Kalteng

Belasan Jamban Helikopter di Desa Budi Mupakat Kapuas Dibongkar
apahabar.com

Kalteng

Siswa Ngelem, Mana Satpol PP?  
apahabar.com

Kalteng

Satgas Covid-19: Pasien Sembuh di Palangka Raya Kalteng Bertambah 16 orang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com