Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi SMP Swasta di Banjarmasin Belajar Tatap Muka, Berikut Daftar Lengkapnya Menteri Edhy Ditangkap, Cita-Cita Prabowo Presiden Tamat! Sudah Beristri, Oknum Guru Olahraga di Banjarbaru Tega Cabuli Muridnya Sendiri Kasus Korupsi KONI Seret 2 Pejabat Pemkot Banjarmasin

PSBB Palangka Raya, Epidemiolog Kalteng: Efektif Kalau Disiplin

- Apahabar.com Jumat, 22 Mei 2020 - 12:36 WIB

PSBB Palangka Raya, Epidemiolog Kalteng: Efektif Kalau Disiplin

Kota Palangka Raya. Foto-Istimewa

apahabar.com, PALANGKA RAYA — Saat ini beberapa daerah sedang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), termasuk Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah.

Namun seberapa efektifkah PSBB dapat memutus rantai penyebaran corona?

Ketua Umum Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Cabang Kalimantan Tengah, Rini Fortina menjelaskan PSBB ditetapkan pemerintah sebagai bentuk karantina wilayah. Dengan pendekatan yang berpihak pada masyarakat.

Latar belakangnya untuk melindungi sosial-ekonomi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar hidup.

Dalam surat keputusan (SK) PSBB, sudah diarahkan oleh pemerintah pusat untuk menilai atau mengevaluasi PSBB.

Itu sesuai kondisi daerah masing-masing, karena berkaitan dengan kultur budaya yang berbeda-beda di Indonesia.

“Artinya, metode dan langkah-langkah PSBB juga diserahkan ke Pemda masing-masing daerah,” kata Rini dihubungi Jumat (22/5).

Oleh karena itu, untuk menilai efektifitas PSBB pun, sesuai dengan metode dan langkah-langkah yang ditetapkan Pemda masing-masing.

Penilaian efektivitas bisa dihitung berdasarkan berapa banyaknya pelanggaran yang dilakukan. Berapa banyak promosi dan penyuluhan yang dilakukan dan lain-lain.

“Tetapkan indikator penilaian sesuai dengan tujuan pada waktu PSBB diberlakukan. Hitung juga, tingkat disiplin dalam pemakaian masker, mengikuti anjuran-anjuran pemerintah. Juga isu-isu yang beredar di medsos,”ujarnya.

Nah, dari situ, bisa terlihat efektivitas PSBB di suatu daerah, berjalan dengan baik, sampai berapa persen.

Namun, secara umum, sebenarnya PSBB efektif, kalau Pemda berhasil menjalankan intervensi dalam masyarakat. Tentu saja ini kembali ke pendekatan kultural. Tetapi sulitnya, karena masyarakat sangat heterogen.

Ini artinya, PSBB tetap efektif, jika masyarakat disiplin dalam menerapkan semua anjuran pemerintah, sehingga dapat memutus rantai penularan, melindungi masyarakat yang rentan dan berpenyakit serta mengurangi tingkat kematian serendah mungkin.

Reporter: Ahc23
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Selain Situs Bataguh, Disbudpora Kapuas Akan Jadikan Pulau Kupang Sebagai Objek Wisata
apahabar.com

Kalteng

Respon Wali Kota Palangka Raya Usai Izin PSBB Ditolak Kemenkes
apahabar.com

Kalteng

BNN Bongkar Sindikat Jaringan Narkoba dari Kalbar
apahabar.com

Kalteng

Mobil Nyemplung ke Sungai Kahayan, Ibu-Anak Ditemukan Tewas
apahabar.com

Kalteng

Mahasiswa, Pelajar dan Santri Ikut Keroyok Karhutla
apahabar.com

Kalteng

Disdik Kapuas Sosialisasikan Aplikasi Dapodik 2021
apahabar.com

Kalteng

Miliki Navigasi Tangani Covid-19, Letjen Doni Apresiasi Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Terkuak, Penyebab ‘Raksasa Jalanan’ Gencet Pengendara Motor hingga Tewas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com