Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

PSBB Palangka Raya, Tanpa Disiplin Masyarakat Tidak Berjalan Efektif

- Apahabar.com Selasa, 12 Mei 2020 - 16:40 WIB

PSBB Palangka Raya, Tanpa Disiplin Masyarakat Tidak Berjalan Efektif

Ilustrasi PSBB Palangka Raya. Foto-Zulfikar

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, resmi diberlakukan sejak 11 Mei 2020.

Penerapan PSBB, bertujuan untuk memutuskan rantai penyebaran corona virus disease atau Covid-19 ini dilaksanakan selama dua pekan hingga 24 Mei mendatang.

Hal tersebut sebagai upaya keras Pemkot Palangka Raya untuk mengatasi wabah penyakit akibat virus corona.

Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng dr Suyuti Syamsul, menilai pemberlakuan PSBB, merupakan langkah kebijakan yang sudah tepat.

Namun, PSBB tidak akan berjalan efektif menekan penyebaran corona, kalau masyarakat tidak disiplin menjaga jarak fisik dan sosial.

Selain itu selalu menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker dan membiasakan cuci tangan dengan sabun.

Ini artinya kedisiplinan masyarakat dalam PSBB, kunci memutuskan rantai Covid-19

“PSBB ini kan untuk dasar hukum. Upaya apapun kita lakukan kalau tidak diikuti disiplin tidak akan membuahkan hasil,”kata Kepala Dinas Kesehatan Kalteng ini, Selasa (12/5).

PSBB, tidak efektif kalau tetap pembatasan fisik tidak jalan. Sebenarnya dengan membatasi kontak fisik dan menghindari kerumunan, berpengaruh besar sekali memutuskan mata rantai corona.

Tak hanya itu saja kalau semua orang memakai masker dengan benar, potensi penularan mendekati nol persen.

Pemakaian masker juga dapat menghindari droplet mengandung virus mengontaminasi benda-benda di sekitarnya.

Menurut para ahli, tanpa masker, 75 persen droplet mengandung virus akan mencemarkan benda-benda sekitar. Jika memakai masker peluang kontaminasi hanya 5 persen.

Oleh karena itu mencuci tangan sangat penting. Menjaga jarak fisik juga harus diikuti rajin mencuci tangan dan menggunakan masker.

“Insya Allah kalau masyarakat disiplin dan patuh himbauan pemerintah, semoga puncak pandemik akhir Mei di Kalteng tidak bergeser,”imbuhnya.

apahabar.com

dr Suyuti Syamsul, Kadinkes Kalteng sekaligus Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kalteng. Foto – apahabar.com/TIVA

Reporter: Ahc23
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Bentuk Atensi, PB Pusat Beri Masukan Terkait Kepengurusan Podsi Kalteng
MK

Kalteng

Apakah Hasil Pilgub di Kalteng Bisa Dibawa ke MK? Begini Kata Pengamat
apahabar.com

Kalteng

Muara Teweh Digoyang Gempa 3.5 Magnitude, Kedalaman 10 Km
apahabar.com

Kalteng

Tak Mau Disemprot, Jangan Langgar Aturan PSBB di Kapuas
apahabar.com

Kalteng

Bibit Ikan Warga Mati, Dewan akan Panggil PT NBL
apahabar.com

Kalteng

Wali Kota Palangka Raya: Petugas PSBB Bekerja Sesuai Perwali
Nyoblos

Kalteng

Jangan Takut Nyoblos, Ini Jadwal Pemungutan Suara di Kalteng
apahabar.com

Kalteng

RS Doris Sylvanus Kewalahan Tampung Pasien Covid-19, Apa Solusinya?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com