Tatah Belayung Geger, Wanita Muda Diduga Nekat Akhiri Hidup Kabut Asap Berhari-hari, Karhutla di Kalsel Masih Terjadi Meski Dilanda Banjir, Harga Sembako di Palangkaraya Aman BREAKING! Sorak-Sorai & Selawat Sambut Keluarnya Tim KPK dari Rumah Bupati HSU Rumah Bupati HSU Masih Diobok-obok KPK, Petugas Angkut Boks dan Kardus

PSBB Palangka Raya, Tanpa Disiplin Masyarakat Tidak Berjalan Efektif

- Apahabar.com     Selasa, 12 Mei 2020 - 16:40 WITA

PSBB Palangka Raya, Tanpa Disiplin Masyarakat Tidak Berjalan Efektif

Ilustrasi PSBB Palangka Raya. Foto-Zulfikar

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, resmi diberlakukan sejak 11 Mei 2020.

Penerapan PSBB, bertujuan untuk memutuskan rantai penyebaran corona virus disease atau Covid-19 ini dilaksanakan selama dua pekan hingga 24 Mei mendatang.

Hal tersebut sebagai upaya keras Pemkot Palangka Raya untuk mengatasi wabah penyakit akibat virus corona.

Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng dr Suyuti Syamsul, menilai pemberlakuan PSBB, merupakan langkah kebijakan yang sudah tepat.

Namun, PSBB tidak akan berjalan efektif menekan penyebaran corona, kalau masyarakat tidak disiplin menjaga jarak fisik dan sosial.

Selain itu selalu menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker dan membiasakan cuci tangan dengan sabun.

Ini artinya kedisiplinan masyarakat dalam PSBB, kunci memutuskan rantai Covid-19

“PSBB ini kan untuk dasar hukum. Upaya apapun kita lakukan kalau tidak diikuti disiplin tidak akan membuahkan hasil,”kata Kepala Dinas Kesehatan Kalteng ini, Selasa (12/5).

PSBB, tidak efektif kalau tetap pembatasan fisik tidak jalan. Sebenarnya dengan membatasi kontak fisik dan menghindari kerumunan, berpengaruh besar sekali memutuskan mata rantai corona.

Tak hanya itu saja kalau semua orang memakai masker dengan benar, potensi penularan mendekati nol persen.

Pemakaian masker juga dapat menghindari droplet mengandung virus mengontaminasi benda-benda di sekitarnya.

Menurut para ahli, tanpa masker, 75 persen droplet mengandung virus akan mencemarkan benda-benda sekitar. Jika memakai masker peluang kontaminasi hanya 5 persen.

Oleh karena itu mencuci tangan sangat penting. Menjaga jarak fisik juga harus diikuti rajin mencuci tangan dan menggunakan masker.

“Insya Allah kalau masyarakat disiplin dan patuh himbauan pemerintah, semoga puncak pandemik akhir Mei di Kalteng tidak bergeser,”imbuhnya.

apahabar.com

dr Suyuti Syamsul, Kadinkes Kalteng sekaligus Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kalteng. Foto – apahabar.com/TIVA

Reporter: Ahc23
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Seleksi Kompetensi Bidang CPNS Kapuas Kalteng Dilaksanakan di Daerah asal Peserta
apahabar.com

Kalteng

Yasinta Palangkaraya Terima Order Penyemprotan Desinfektan Gratis
apahabar.com

Kalteng

Kunjungi Kalteng, Stafsus Kepresidenan Ingin Promosikan Obat Tradisional Lokal
27 Ribu Vaksin

Kalteng

Siap-Siap, Kalteng Sudah Terima 27 Ribu Vaksin Covid-19 Tahap Kedua
apahabar.com

Kalteng

UMP Kalteng 2020 Naik Jadi Rp2,9 Juta
apahabar.com

Kalteng

Hanura Kalteng Ikuti Peringatan Nuzulul Quran Secara Virtual
apahabar.com

Kalteng

Gatriwara Tapin Sambangi Anak Panti Asuhan LKSA Budi At-Taqwa

Kalteng

Kakek Sebatang Kara di Palangka Raya Ditemukan Membusuk di Barak Kontrakan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com