Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan

PSBB Palangka Raya, Tanpa Disiplin Masyarakat Tidak Berjalan Efektif

- Apahabar.com Selasa, 12 Mei 2020 - 16:40 WIB

PSBB Palangka Raya, Tanpa Disiplin Masyarakat Tidak Berjalan Efektif

Ilustrasi PSBB Palangka Raya. Foto-Zulfikar

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, resmi diberlakukan sejak 11 Mei 2020.

Penerapan PSBB, bertujuan untuk memutuskan rantai penyebaran corona virus disease atau Covid-19 ini dilaksanakan selama dua pekan hingga 24 Mei mendatang.

Hal tersebut sebagai upaya keras Pemkot Palangka Raya untuk mengatasi wabah penyakit akibat virus corona.

Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng dr Suyuti Syamsul, menilai pemberlakuan PSBB, merupakan langkah kebijakan yang sudah tepat.

Namun, PSBB tidak akan berjalan efektif menekan penyebaran corona, kalau masyarakat tidak disiplin menjaga jarak fisik dan sosial.

Selain itu selalu menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker dan membiasakan cuci tangan dengan sabun.

Ini artinya kedisiplinan masyarakat dalam PSBB, kunci memutuskan rantai Covid-19

“PSBB ini kan untuk dasar hukum. Upaya apapun kita lakukan kalau tidak diikuti disiplin tidak akan membuahkan hasil,”kata Kepala Dinas Kesehatan Kalteng ini, Selasa (12/5).

PSBB, tidak efektif kalau tetap pembatasan fisik tidak jalan. Sebenarnya dengan membatasi kontak fisik dan menghindari kerumunan, berpengaruh besar sekali memutuskan mata rantai corona.

Tak hanya itu saja kalau semua orang memakai masker dengan benar, potensi penularan mendekati nol persen.

Pemakaian masker juga dapat menghindari droplet mengandung virus mengontaminasi benda-benda di sekitarnya.

Menurut para ahli, tanpa masker, 75 persen droplet mengandung virus akan mencemarkan benda-benda sekitar. Jika memakai masker peluang kontaminasi hanya 5 persen.

Oleh karena itu mencuci tangan sangat penting. Menjaga jarak fisik juga harus diikuti rajin mencuci tangan dan menggunakan masker.

“Insya Allah kalau masyarakat disiplin dan patuh himbauan pemerintah, semoga puncak pandemik akhir Mei di Kalteng tidak bergeser,”imbuhnya.

apahabar.com

dr Suyuti Syamsul, Kadinkes Kalteng sekaligus Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kalteng. Foto – apahabar.com/TIVA

Reporter: Ahc23
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Mantangai Sosialisasikan Program BDR untuk Guru
apahabar.com

Kalteng

Lima Kali WTP Berturut-Turut, Barito Utara Dapat Penghargaan Kementerian Keuangan RI
Apahabar.com

Kalteng

Kebakaran Hanguskan Sebuah Rumah di Kapuas
apahabar.com

Kalteng

Empat Rumah di Desa Bintang Ninggi Barut Terbakar, Seorang Kakek Nyaris Terpanggang
apahabar.com

Kalteng

Kabar Bupati Kapuas Terkena OTT, Polisi: Tidak Benar
apahabar.com

Kalteng

Gubernur Kalteng Instruksikan Beli Mobile PCR Tekan Sebaran Covid-19
apahabar.com

Kalteng

Pemprov Minta Pemerintah Pusat Perbanyak Pembangunan di Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Lokasi Sakral Rusak, MD-AHK Barut Sampaikan Tuntutan ke PT Indexim
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com