Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain

PSBB Tak Diperpanjang, Banjarmasin Resmi Buka Rumah Ibadah

- Apahabar.com Minggu, 31 Mei 2020 - 19:10 WIB

PSBB Tak Diperpanjang, Banjarmasin Resmi Buka Rumah Ibadah

Kementerian Agama menerbitkan aturan terkait penyelenggaraan kegiatan keagamaan di rumah ibadah. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Rumah ibadah kembali dizinkan buka seiring berakhirnya masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Kebijakan itu bakal berlaku mulai esok, atau Senin (1/6).

Namun, Wali Kota Ibnu Sina bakal membuat semacam rumah ibadah percontohan yang aman agar warganya tetap nyaman selama beribadah di tengah pandemi Covid-19.

Hal itu demi menindaklanjuti surat edaran Menteri Agama nomor 15 tahun 2020 tentang pelaksanaan protokol kesehatan di rumah ibadah.

“Rumah ibadah percontohan ini akan menerapkan protokol kesehatan,” ujar Ibnu Sina, Minggu (31/5).

Sebagai contoh, kata Ibnu, di tingkat provinsi rumah ibadah yang digunakan adalah Masjid Raya Sabilal Muhtadin di kawasan Jalan Lambung Mangkurat.

Di skala kota, ada Masjid Agung Miftahul Ikhsan. Di skala kecamatan, yang dipakai adalah Masjid Jami di lima kawasan Kota Seribu Sungai.

Langkah ini cukup serius digarap karena Pemkot akan mengandeng Kementerian Agama, Dewan Pengurus Mesjid, MUI dan unsur Forkopimcam.

“Untuk sama menyiapkan rumah ibadah yang menjadi percontohan sesuai Surat Menteri Agama,” pungkasnya.

Kemudian, Ibnu menyampaikan bahwa dalam momen ini TNI dan Polri sebagai garda terdepan untuk penegakan disiplin protokol kesehatan.

Makanya Pemkot segera membuat Surat Keputusan Wali Kota terkait mandat kepada Komandan Kodim 1007/Banjarmasin dan Kapolresta Banjarmasin selaku komandan tertinggi.

“Itu sesuai perintah dari panglima dan arahan presiden,” tegasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Ibnu Sina resmi tidak memperpanjang PSBB dan segera menuju new normal atau tatanan kehidupan normal di tengah pandemi Covid-19.

Masa PSBB tahap ketiga berakhir hari ini atau Minggu, 31 Mei 2020. PSBB telah berlangsung sejak 24 April 2020.

Meski begitu, Ibnu mengungkapkan seluruh perilaku maupun sikap tentang pelaksanaan PSBB tetap diberlakukan dalam upaya memutus mata rantai Covid-19.

“Siapapun dia tetap memakai masker dan jaga jarak. Kemudian pelayanan publik seperti pasar wajib menggunakan thermo gun,” ucapnya.

Ibnu juga mengingatkan kepada masyarakat agar tak lagi mempertentangkan antara pembukaan rumah ibadah dengan pasar, ataupun rumah ibadah dengan mal.

“Tidak bisa seperti itu, karena ini terkait aktivitas ekonomi dan peribadahan. Tidak bisa dipertentangkan,” tandasnya.

Sebelumnya, Kementerian Agama menerbitkan aturan terkait penyelenggaraan kegiatan keagamaan di rumah ibadah. Berikut aturan lengkap kegiatan keagamaan di rumah ibadah menjelang new normal:

1. Rumah ibadah yang dibenarkan untuk menyelenggarakan kegiatan berjamaah/kolektif adalah yang berdasarkan fakta lapangan serta angka R-Naught/RO dan angka Effective Reproduction Number/Rt, berada di kawasan/lingkungan yang aman dari Covid-19.

Hal itu ditunjukkan dengan Surat Keterangan Rumah Ibadah Aman Covid dari Ketua Gugus Tugas Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan sesuai tingkatan rumah ibadah dimaksud, setelah berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah setempat bersama Majelis-majelis Agama dan instansi terkait di daerah masing-masing.

Surat Keterangan akan dicabut bila dalam perkembangannya timbul kasus penularan di lingkungan rumah ibadah tersebut atau ditemukan ketidaktaatan terhadap protokol yang telah ditetapkan.

2. Pengurus rumah ibadah mengajukan permohonan surat keterangan bahwa kawasan/lingkungan rumah ibadahnya aman dari Covid-19 secara berjenjang kepada Ketua Gugus Kecamatan/ Kabupaten/Kota/Provinsi sesuai tingkatan rumah ibadahnya.

3. Rumah ibadah yang berkapasitas daya tampung besar dan mayoritas jemaah atau penggunanya dari luar kawasan/lingkungannya, dapat
mengajukan surat keterangan aman Covid-19 langsung kepada pimpinan daerah sesuai tingkatan rumah ibadah tersebut.

4. Kewajiban pengurus atau penanggung jawab rumah ibadah:

a. Menyiapkan petugas untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan di rumah ibadah
b. Melakukan pembersihan dan desinfeksi berkala
c. Membatasi jumlah pintu/jalur keluar masuk rumah ibadah untuk pengawasan protokol kesehatan
d. Menyediakan fasilitas cuci tangan, sabun, atau hand sanitizer di pintu keluar masuk rumah ibadah
e. Menyediakan alat pengecekan suhu di pintu dan tidak membolehkan jamaah dengan suhu tubuh lebih dari 37,5 derajat Celcius masuk rumah ibadah
f. Menerapkan pembatasan jarak minimal satu meter
g. Melakukan pengaturan jumlah jemaah/pengguna rumah ibadah yang berkumpul dalam waktu bersamaan
h. Mempersingkat waktu pelaksanaan tanpa mengurangi kesempurnaan beribadah
i. Memasang himbauan penerapan protokol kesehatan di area rumah ibadah pada tempat-tempat yang mudah terlihat
j. Membuat surat pernyataan kesiapan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditentukan
k. Memberlakukan penerapan protokol kesehatan secara khusus bagi jamaah dari luar lingkungan rumah ibadah.

5. Kewajiban masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan di rumah ibadah:

a. Jamaah dalam kondisi sehat
b. Meyakini rumah ibadah yang digunakan memiliki Surat Keterangan aman Covid-19 dari pihak yang berwenang
c. Menggunakan masker/masker wajah sejak keluar rumah dan selama berada di area rumah ibadah
d. Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer
e. Menghindari kontak fisik seperti bersalaman atau berpelukan
f. Menjaga jarak antar jamaah minimal satu meter
g. Menghindari berdiam lama di rumah ibadah atau berkumpul di area rumah ibadah selain untuk ibadah wajib
h. Melarang beribadah di rumah ibadah bagi anak-anak dan warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap Covid-19
i. Ikut peduli terhadap penerapan pelaksanaan protokol kesehatan di rumah ibadah sesuai dengan ketentuan.

6. Penerapan fungsi sosial rumah ibadah meliputi kegiatan pertemuan masyarakat, misal akad pernikahan/perkawinan, tetap mengacu pada ketentuan di atas dengan tambahan ketentuan sebagai berikut:

a. Memastikan semua peserta yang hadir dalam kondisi sehat dan negatif COVID-19
b. Membatasi jumlah peserta yang hadir maksimal 2O% (dua puluh persen) dari kapasitas ruang dan tidak boleh lebih dari 30 orang
c. Pertemuan dilaksanakan dengan waktu seefisien mungkin.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Dua Kasi di Kejari Balangan Dilantik, Kajari Berharap Perbaikan

Kalsel

Dua Kasi di Kejari Balangan Dilantik, Kajari Berharap Perbaikan  
apahabar.com

Kalsel

Hari ini, Masjid Jami Banjarmasin Mulai Laksanakan Salat Jumat
apahabar.com

Kalsel

Embrio Munculnya Kotabaru: Konsesi Batu Bara Belanda Era Pangeran Amin Husin
apahabar.com

Kalsel

Resmi, Ratusan Pesilat Disahkan Menjadi Warga PSHT Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Bupati Kotabaru Terima LHP dari BPK RI Perwakilan Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Kini, Hampir 4 Ribu Kasus Positif Covid-19 di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Perkuat Ketahanan Pangan, Kapolres HSU Lepas 8000 Ekor Bibit Ikan
apahabar.com

Kalsel

Banjarbaru Defisit Guru, Honorer Diguyur Insentif Ratusan Ribu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com