Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel Kapolres Kapuas Terjang Banjir Bantu Korban Terdampak di Alalak Jumlah Korban Banjir Kalsel Terus Bertambah, 6 Warga Masih Dinyatakan Hilang Masih Berantakan, KPU HST Tetapkan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Besok Bupati Sleman Positif Covid-19 Pascavaksinasi, Berikut Penjelasan Kemenkes

Rapid Tes Disoal Sopir Banjarmasin, Wali Kota Palangka Raya: Tetap Prioritas

- Apahabar.com Sabtu, 30 Mei 2020 - 23:29 WIB

Rapid Tes Disoal Sopir Banjarmasin, Wali Kota Palangka Raya: Tetap Prioritas

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin didampingi Wakil Wali Kota Umi Mastikah dan Tim Gugus Tugas Covid-19 Palangka Raya saat menggelar konferensi pers, Sabtu malam. Foto - apahabar.com/TIVA.

apahabar.com, PALANGKARAYA – Wali Kota Fairid Naparin menegaskan sopir pengangkut sembako dari Banjarmasin boleh masuk ke Palangka Raya.

Syaratnya, mesti membekali diri dengan surat keterangan bebas Covid-19 sesuai hasil rapid tes atau tes cepat.

“Untuk sembako dan bahan pokok lainnya akan diprioritaskan masuk ke dalam kota,” kata Fairid saat konferensi pers terkait new normal, Sabtu (30/5) malam.

Pun demikian bagi mereka yang tidak memiliki kartu tanda penduduk atau KTP Kota Palangka Raya

Fairid melaporkan pasokan sembako hingga saat ini masih lancar. Sementara, harga bahan pokok di pasaran masih normal, kecuali untuk ayam ras.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya Alman Pakpahan turut mengamini pernyataan Fairid.

Alman menegaskan ada prioritas bagi sopir pengangkut logistik sembako, tetapi tetap ketat.

Hasil pengawasan di lapangan, hampir 90 persen sopir pengangkut sembako disebut bisa memenuhi keinginan Pemkot Palangka Raya terkait syarat rapid tes.

“Ini ada kok kita punya data. Buktinya para supir sembako yang masuk ke Palangka Raya ada surat keterangan rapid tes,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya, Rawang juga ikut memastikan pasokan sembako dari Banjarmasin dan Sampit, hingga kini masih lancar.

“Pasokan sembako, dibawa dari Surabaya lewat Banjarmasin ke Palangka Raya. Sebagian saja sopir dari Banjarmasin. Jadi tidak memengaruhi, karena tanggung jawab dari Surabaya,” imbuhnya.

Diwartakan sebelumnya, sejumlah sopir pengangkut logistik di Pelabuhan Peti Kemas Trisakti sepakat untuk menghentikan pengiriman barang bahan pokok atau logistik ke Palangka Raya terhitung Jumat (29/5) kemarin.

Sebab, mereka mengecam kebijakan pemerintah Palangka Raya tidak memperbolehkan mereka masuk dan mengharuskan para sopir mempunyai surat rapid tes. Menurut mereka, tak mudah untuk mendapatkan surat itu. Mereka harus merogoh kocek lebih dari kantong pribadi.

“Padahal kami ini berangkat cuma sendirian, tidak membawa penumpang, tapi dilarang masuk,” kata Susanto, salah satu sopir.

Ia berharap sopir tidak diberatkan dengan aturan ini. Selama ini hanya dilakukan tes menggunakan thermo gun saja.

“Kalau mau dirapid tes kami mau saja asal jangan memberatkan kami, ya pemerintah bisa menggratiskan tesnya,” ujarnya.

Sementara jasa ekspedisi Mitra Lintas Nusantara ikut mengancam akan menghentikan angkutan ke Palangka Raya.

“Seluruh angkutan kami kalau masih memberlakukan kebijakan seperti ini tidak akan berangkat semua. Truk Palangka Raya yang masuk sini akan kami setop, Distribusi akan kami hentikan,” tegas Ferry, perwakilan Mitra Lintas Nusantara.

Ferry juga berharap pemerintah memfasilitasi atau memberikan kemudahan kepada para sopir, tapi tidak dibebani biaya karena cukup mahal.

“Kami ini termasuk ujung tombak covid-19, yang dibawa inikan beras, minyak, gula, mi instan dan bahan-bahan bangunan untuk pembangunan Palangka Raya,” ucapnya.

Ketua Asosiasi Logistik Forwarder Indonesia (ALFI) Kalsel, Saut Nathan Samosir menyebut keluhan para sopir cukup mendasar. Untuk mendapatkan surat tes itu sebut dia perlu Rp500 ribu bahkan sampai satu juta rupiah.

“Pendapatan sopir ini dari mana, mereka inikan termasuk berpendapatan rendah. Kami pihak asosiasi berharap Pemkot Banjarmasin atau Pemprov Kalsel lakukan tes kepada seluruh sopir Kalsel, sehingga tidak adalagi persoalan semacam ini,” kata Saut.

Saut mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan Kepala Dishub Palangka Raya. Pihak Dishub pun sebut dia tetap berprinsip tes sopir dilakukan di tempat asal.

“Selama PSBB ini belum dilakukan tes, dan memang tidak ada hambatan. Karena sesuai edaran Dirjen, pengantaran logistik harus dilancarkan seluruh Indonesia. Mereka ini kan mengantarkan kebutuhan pokok masyarakat di seluruh kota dan daerah di Kalsel maupun Kalteng,” terang Saut.

Lebih lanjut Saut menerangkan pemerintah dapat memberikan solusi dengan lakukan tes.

“Jadi mereka bisa lancar mengantar bahan pokok, tapi ini dihambat aturan karantina daerah masing-masing. Masyarakat Kalteng nanti mau makan apa. 50 persen bahan pokok datang dari Kalsel karena pelabuhan Sampit aktivitasnya tidak sebesar di Kalsel, secara umum barang masuknya dari Banjarmasin,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Ahc23 - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Pasien Covid-19 Sembuh di Kapuas Bertambah Lagi
apahabar.com

Kalteng

Mandi di DAS Rungan, Seorang Mahasiswa KKN dari UGM Tenggelam
apahabar.com

Kalteng

Berbagi Daging Kurban, 3 Komunitas Besar di Palangka Raya Libatkan Pemuda
apahabar.com

Kalteng

Kapolda Kalteng Terima Gelar Adat Dayak
apahabar.com

Kalteng

KPK Dalami Perijinan PT BAP di Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Puluhan Wartawan dan Anggota TNI di Muara Teweh Jalani Rapid Test
apahabar.com

Kalteng

Hasil Penetapan KPU Kobar, Berikut Nama Caleg Terpilih
apahabar.com

Kalteng

Tukang Pijat Cabul di Kapuas, Ternyata Pernah Jadi Korban Sodomi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com