Agya Vs Scoopy di Stagen Kotabaru, Gadis 17 Tahun Patah Kaki Hari Ini, 22 Warga Kotabaru Positif Covid-19 Polisi Ungkap Kronologis Kecelakaan Maut di Cempaka yang Tewaskan 1 Pengendara Ratusan Gram Sabu Gagal Edar di Kukar, Polda Kaltim Ringkus 1 Pelaku Mulai Besok, Wisata Dadakan di Liang Anggang Ditutup!

Rapid Test Pasar Antasari, 3 Orang Reaktif Covid-19

- Apahabar.com Senin, 4 Mei 2020 - 17:06 WIB

Rapid Test Pasar Antasari, 3 Orang Reaktif Covid-19

Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Kota Banjarmasin melakukan tes cepat di Pasar Sentral Antasari, Senin (4/5).

apahabar.com, BANJARMASIN – Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Kota Banjarmasin melakukan tes cepat di Pasar Sentral Antasari, Senin (4/5).

Rapid tes dilakukan terhadap 45 warga. Hasilnya, tiga di antaranya reaktif Covid-19.

Yang di-rapid tes mereka memiliki kontak erat dengan ZN (48), pasien yang meninggal karena Covid-19. ZN merupakan pemilik lahan parkir di sana.

“Dilakukan pemeriksaan rapid test sebanyak 45 orang dan hasilnya reaktif ada 3 orang, negatif 42 orang,” ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Banjarmasin Machli Riyadi.

Dari pantauan apahabar.com, mereka yang di-rapid tes sebagian besar adalah pedagang. Ada juga juru parkir.

Machli menerangkan tiga warga reaktif tadi otomatis ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan atau ODP.

Selanjutnya mereka akan dikarantina mandiri di rumah. Jika tidak mau akan dimasukkan ke Balai Karantina Banjarmasin di Jalan Perdagangan. Karantina berlaku selama 14 hari ke depan.

“Itu kalau misalnya dia tidak punya rumah atau kamar untuk mengarantina dirinya sendiri,” pungkasnya.

Yang lebih penting, Machli menegaskan pihaknya mempertimbangkan untuk menutup operasional Pasar Sentral Antasari.

Meski sesuai Undang Undang (UU) karantina, pasar masuk pengecualian tidak boleh ditutup sementara waktu selama pandemi.

“Kecuali ditemukan banyak di sini dan itu juga masuk pertimbangan kita termasuk perkembangan ekonomi ke depannya,” ucapnya.

Machli mengimbau para pengunjung dan pedagang pasar untuk tetap menjaga jarak, guna masker, dan berperilaku sehat seperti rajin mencuci tangan.

Sebagai informasi, pemerintah menggunakan dua metode untuk mendeteksi virus Corona. Yakni rapid test dan swab tenggorokan.

Keduanya adalah pemeriksaan yang berbeda. Rapid test digunakan untuk skrining awal pasien.

Untuk mendiagnosis seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak, hasil pemeriksaan swab dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) lah yang digunakan.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

 

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Rekor Baru, Batola Konfirmasi Belasan Pasien Positif dari Alalak
Paman Birin

Kalsel

BANYU LALU HAJA Tim Paman Birin Mau Polisikan Warga, Peradi-Komnas HAM Pasang Badan
apahabar.com

Kalsel

25 September, Salat Istisqa Di Lapangan 5 Desember Marabahan
apahabar.com

Kalsel

Nih Pengakuan Lengkap Anak Tiri Pembunuh Istri Muda Kades di HST
apahabar.com

Kalsel

Jadwal Keberangkatan dan Kepulangan CJH Embarkasi Banjarmasin Dibagi Dua Fase
Bromo

Kalsel

Imbas Cuaca, Progres Pembangunan Jembatan Pulau Bromo Terhambat
apahabar.com

Kalsel

Resmi, Istilah ODP, PDP dan OTG di Banjarmasin Diganti
apahabar.com

Kalsel

Datang Kunker, Dewan HST ODP Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com