Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup! Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh

Rapid Test Pasar Antasari, 3 Orang Reaktif Covid-19

- Apahabar.com Senin, 4 Mei 2020 - 17:06 WIB

Rapid Test Pasar Antasari, 3 Orang Reaktif Covid-19

Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Kota Banjarmasin melakukan tes cepat di Pasar Sentral Antasari, Senin (4/5).

apahabar.com, BANJARMASIN – Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Kota Banjarmasin melakukan tes cepat di Pasar Sentral Antasari, Senin (4/5).

Rapid tes dilakukan terhadap 45 warga. Hasilnya, tiga di antaranya reaktif Covid-19.

Yang di-rapid tes mereka memiliki kontak erat dengan ZN (48), pasien yang meninggal karena Covid-19. ZN merupakan pemilik lahan parkir di sana.

“Dilakukan pemeriksaan rapid test sebanyak 45 orang dan hasilnya reaktif ada 3 orang, negatif 42 orang,” ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Banjarmasin Machli Riyadi.

Dari pantauan apahabar.com, mereka yang di-rapid tes sebagian besar adalah pedagang. Ada juga juru parkir.

Machli menerangkan tiga warga reaktif tadi otomatis ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan atau ODP.

Selanjutnya mereka akan dikarantina mandiri di rumah. Jika tidak mau akan dimasukkan ke Balai Karantina Banjarmasin di Jalan Perdagangan. Karantina berlaku selama 14 hari ke depan.

“Itu kalau misalnya dia tidak punya rumah atau kamar untuk mengarantina dirinya sendiri,” pungkasnya.

Yang lebih penting, Machli menegaskan pihaknya mempertimbangkan untuk menutup operasional Pasar Sentral Antasari.

Meski sesuai Undang Undang (UU) karantina, pasar masuk pengecualian tidak boleh ditutup sementara waktu selama pandemi.

“Kecuali ditemukan banyak di sini dan itu juga masuk pertimbangan kita termasuk perkembangan ekonomi ke depannya,” ucapnya.

Machli mengimbau para pengunjung dan pedagang pasar untuk tetap menjaga jarak, guna masker, dan berperilaku sehat seperti rajin mencuci tangan.

Sebagai informasi, pemerintah menggunakan dua metode untuk mendeteksi virus Corona. Yakni rapid test dan swab tenggorokan.

Keduanya adalah pemeriksaan yang berbeda. Rapid test digunakan untuk skrining awal pasien.

Untuk mendiagnosis seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak, hasil pemeriksaan swab dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) lah yang digunakan.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

 

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Gepak Pertanyakan Kebijakan dan Program Kerja Bupati HST
apahabar.com

Kalsel

KPA Balangan Bagi Masker Gratis Sambil Galang Dana Kebakaran 
apahabar.com

Kalsel

Gelar Pesta Rakyat di Peringatan Harjad, Pemprov Kalsel Siapkan Ribuan Porsi Makanan
apahabar.com

Kalsel

Mulai Rekapitulasi Perhitungan Hasil Suara Tingkat Kecamatan
Hujan dan Angin Kencang, Belasan Rumah di Banjarmasin Ambyar!

Kalsel

Hujan dan Angin Kencang, Belasan Rumah di Banjarmasin Ambyar!
apahabar.com

Kalsel

Giliran Normalisasi Sungai Balasung
apahabar.com

Kalsel

Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law di Kalsel Berbalas Konsolidasi Digital
apahabar.com

Kalsel

Soal Ribuan Narapidana Terancam Gagal Nyoblos, Pengamat: Ini Hak Konstitusional
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com