Cerita Sukses Trader Forex Banjarmasin, Modal Rp 15 Juta Berangkatkan Umrah Keluarga 3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?

Rapid Test Reaktif, Seorang Bidan di Berangas Meninggal Dunia

- Apahabar.com Rabu, 20 Mei 2020 - 19:54 WIB

Rapid Test Reaktif, Seorang Bidan di Berangas Meninggal Dunia

Di tengah pandemi, Puskesmas Berangas kehilangan seorang tenaga medis. Foto: Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Duka sedang merundung tenaga medis di Barito Kuala. Seorang bidang yang berdinas di Puskesmas Berangas, Kecamatan Alalak, meninggal dunia sekitar pukul 10.45 Wita, Rabu (20/5).

Wanita berinisial H tersebut meninggal dunia, setelah sempat dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin.

Warga Jalan Veteran Banjarmasin berusia 53 tahun ini merupakan pasien rujukan, setelah dua hari dirawat di RS Bhayangkara.

Lantas sekitar pukul 10.15 Wita, Almarhum mengeluhkan sesak napas dan langsung dirujuk ke Ulin. Namun demikian, nyawa sang bidan tidak tertolong.

Hingga dikebumikan di Jalan Ahmad Yani Kilometer 22, penyebab kematian Almarhumah belum dapat dipastikan.

Terdapat dugaan bahwa H terpapar Covid-19, menyusul hasil rapid test reaktif. Tapi belum sempat menjalani swab test, bidan yang mengabdi di Puskesmas Berangas sejak 1989 itu meninggal dunia.

“Almarhumah dirujuk ke Ulin dengan keluhan sesak napas. Beliau sempat menjalani rapid test dan hasilnya reaktif,” jelas dr Azizah Sri Widari, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GGTP) Covid-19 Barito Kuala.

Untuk mendukung dugaan, Dinas Kesehatan Batola melalui Puskesmas Berangas sedang berupaya melakukan tracking.

“Kami belum dapat menyimpulkan apapun. Tracking pun belum selesai, karena keluarga Almarhumah masih berduka,” beber Azizah.

Tidak hanya suami dan anak. Kepergian H juga mengejutkan dan menebar duka di kalangan keluarga besar Puskesmas Berangas.

Sebagai bidan senior, masing-masing personel di Puskesmas Berangas memiliki banyak kenangan bersama Almarhumah.

“Semuanya terkejut dan berduka, karena kami baru saja bertemu Almarhumah dalam rapat membahas PSBB, Jumat (15/5) siang,” papar Hasbi Ash Shiddieq, Kepala Puskesmas Berangas.

“Tentu saja kami sedih dan kehilangan. Semoga Almarhumah mendapat husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan selalu dalam ketabahan,” tandasnya.

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dicoret dari Flora Dilindungi, BKSDA Kalsel: Pohon Ulin Seharusnya Segera Dibudidayakan
apahabar.com

Kalsel

Warga Kuin Selatan Diduga Tenggelam Saat Mandi di Sungai, BPBD Langsung Lakukan Penyisiran
apahabar.com

Kalsel

PDAM Bandarmasih Kembali Raih WTP Tapi Penghasilan Menurun
apahabar.com

Borneo

Stan Lee Wafat, Duka Juga Dirasakan Pelukis Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Polsek Rantau Badauh Tindak Lanjuti Pergub dan Sanksi Kapolda
apahabar.com

Kalsel

Sambut Hari Jadi Kabupaten Banjar dan Hut RI, Disbudpar Gelar 6 Festival
apahabar.com

Kalsel

Siapkan Anggaran Rp23 Miliar, RSUD Sultan Suriansyah Pesan Alkes di Luar NegeriĀ 

Kalsel

VIDEO: Anggota Dewan Tebar Simpati di Kebakaran Alalak Selatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com