Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Reses di Tanbu-Kotabaru, Paman Yani Terima Aspirasi Relaksasi Kredit KUR Bank Kalsel

- Apahabar.com Jumat, 15 Mei 2020 - 16:34 WIB

Reses di Tanbu-Kotabaru, Paman Yani Terima Aspirasi Relaksasi Kredit KUR Bank Kalsel

Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi mengaku menerima aspirasi dari masyarakat terkait permohonan relaksasi kredit di tengah Pandemi virus Corona (Covid-19).

Aspirasi tersebut diperoleh Paman Yani – sapaan akrab Muhammad Yani Helmi, saat melaksanakan reses di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru

“Kemarin saya terima aspirasi itu di Desa Dusun Panjang, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu,” ucap Paman Yani, Jumat (14/5) siang.

Dalam kesempatan itu, Paman Yani mendengarkan keluh kesah dari peternak ayam dan bebek yang terdampak wabah virus mematikan asal Wuhan, China tersebut.

Mereka merupakan debitur program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BPD Kalsel yang berupaya mengajukan restrukturisasi utang karena tak mampu membayar angsuran ke perbankan.

“Persoalannya mereka tak mampu membayar angsuran karena telur ayam dan bebek tak laku di pasaran,” beber Paman Yani.

Kemudian, ditambah dengan besarnya pasokan telur ayam dan bebek dari pulau Jawa, sehingga semakin menekan harga produk lokal.

Walaupun warga setempat berani membanting harga jual hingga Rp 1.800 per butir, namun tetap saja mereka merengek jika dibandingkan tekanan harga dari peternak Jawa Timur yang mencapai Rp 1.600 per butir.

“Gak makan orang di sana (Batulicin, red),” tegas Paman Yani.

Ihwal permasalahan tersebut, Politisi Partai Golkar ini sudah menjalin komunikasi dengan Kantor Cabang BPD Kalsel Tanah Bumbu.

Ia menilai, jika debitur mengajukan relaksasi kredit dengan alasan yang tepat, maka sudah seharusnya BPD Kalsel menyetujui permohonan tersebut.

Pastinya dengan catatan, debitur harus bersikap kooperatif atau jujur terkait kondisi sesungguhnya di lapangan.

“Biar petugas Bank Kalsel yang akan melihat secara langsung. Kalau memang tak bisa bayar, ya akan dibantu. Namun tak semua debitur mendapatkan relaksasi kredit,” cetusnya.

Sejauh ini, Paman Yani mengungkapkan tak ada kredit macet imbas dari Pandemi virus Corona di Kantor Cabang Bank Kalsel Tanah Bumbu.

Adapun besaran pinjaman program KUR Bank Kalsel ini bervariasi, dari Rp 5 – 20 juta. Persetujuan sendiri tergantung unit usaha dan kebutuhaan calon debitur.

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Bank Kalsel

Bank Kalsel Gelar Rapat Umum Pemegang Saham, Simak Hasilnya
apahabar.com

Bank Kalsel

Mau Memulai Usaha? Bank Kalsel Beri Solusi melalui Program KUR
Saat Hadiri Puncak Harjad, Bank Kalsel Berharap Batola Lebih Maju

Bank Kalsel

Saat Hadiri Puncak Harjad, Bank Kalsel Berharap Batola Lebih Maju
apahabar.com

Bank Kalsel

Bank Kalsel Salurkan CSR Bangun Dua Rumah Mualaf di Kecamatan Halong Balangan
apahabar.com

Bank Kalsel

Bupati Banjar Ingin Pembayaran Pajak dan Retribusi Daerah Secara Online
apahabar.com

Bank Kalsel

Buruan Daftar! Bank Kalsel Gelar Event DIGIRUN 10K Berhadiah Belasan Juta
apahabar.com

Bank Kalsel

Kinerja Terus Membaik, Bank Kalsel Targetkan Jadi Bank Devisa
apahabar.com

Bank Kalsel

Ingin ke Bank Kalsel di Era New Normal, Simak Imbauannya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com