ga('send', 'pageview');
Cerita Sukses Pemuda Kotabaru di Jepang dan Gaet Wanita Mualaf Ribuan Gram Sabu Gagal Edar, BNN Kalsel Diapresiasi Pusat Banjir di Pelaihari, Warga Diminta Waspada Hujan Susulan Dulu Bugar, ‘Kai Api’ Kini Ringkih di RS Ansari Saleh Lagi, Covid-19 Renggut Nyawa Nakes di Puskesmas Banjarmasin




Home Pemkab Batola

Jumat, 29 Mei 2020 - 16:57 WIB

Resmi, Batola Laksanakan PSBB Jilid Kedua

Redaksi - Apahabar.com

Bupati Barito Kuala, Hj Noormiliyani AS, mengumumkan pelaksanaan PSBB jilid kedua di Bumi Selidah mulai 30 Mei 2020. Foto: Humpro Setda Batola

Bupati Barito Kuala, Hj Noormiliyani AS, mengumumkan pelaksanaan PSBB jilid kedua di Bumi Selidah mulai 30 Mei 2020. Foto: Humpro Setda Batola

apahabar.com, MARABAHAN – Menyikapi perkembangan penyebaran Covid-19, Barito Kuala akhirnya resmi memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

PSBB tahap pertama di Batola sedianya berakhir, Jumat (29/5) pukul 00.00 Wita, berbarengan dengan Banjarbaru dan Banjar atau disebut dengan PSBB Banjarbakula.

Namun tidak demikian dengan Banjar dan Banjarbaru, Batola memilih melanjutkan PSBB selama 14 hari kedepan.

“Bertepatan dengan hari yang penuh berkah ini, kami memutuskan memperpanjang pemberlakuan PSBB,” tegas Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS, dalam konferensi pers yang dihadiri semua unsur Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19.

Seiring putusan tersebut, PSBB jilid kedua di Bumi Selidah berlaku sejak 30 Mei 2020 pukul 00.01 Wita dan berakhir 12 Juni 2020.

Putusan itu diambil berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan dan Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan, serta Keputusan Bupati Batola.

“Sesuai aturan-aturan itu, PSSB dapat diperpanjang seandainya masih terdapat bukti penyebaran Covid-19,” beber Noormiliyani.

“Terkait PSBB jilid kedua, sekaligus sosialisasi penerapan ‘new normal’, kami telah mengatur semua kegiatan, baik pendidikan, perekonomian, sosial, budaya dan keagamaan,” tambahnya.

Berbeda dengan PSBB jilid pertama yang lebih menekankan edukasi, PSBB jilid kedua cukup banyak menekankan kedisiplian masyarakat menjalankan protokol kesehatan.

“Kami berharap kedisiplian masyarakat menjalankan protokol kesehatan, mengingat kunci keberhasilan PSBB adalah kedisiplinan masyarakat juga,” harap Noormiliyani.

Batola sendiri sudah mengonfirmasi 79 pasien positif, 3 di antaranya sudah sembuh. Kemudian terdapat 3 Pasien Dalam Perawatan (PDP), 40 Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan 130 Orang Tanpa Gejala (OTG).

Kendati menempati peringkat keempat pasien positif terbanyak di Kalsel, Batola justru tidak dianggap gagal mengendalikan penyebaran Covid-19.

Sebaliknya jumlah pasien positif tersebut menjadi keberhasilan pencegahan, mengingat hampir sebagian besar pasien merupakan hasil tracking, kemudian diikuti pelaksanaan rapid test massal maupun perorangan.

“Dalam upaya pencegahan, kami telah melakukan rapid test kepada 900 orang dengan hasil 112 reaktif dan 788 nonreaktif. Kemudian 156 di antaranya juga telah menjalani swab test,” jelas Noormiliyani.

“Selanjutnya dilaksanakan rapid test massal di seluruh kecamatan yang dimulai 3 Juni sampai 13 Juni 2020,” tandasnya.

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemkab Batola

Menunggu Asam Turun, Inilah yang Bisa Dilakukan Petani Ikan Marabahan
apahabar.com

Pemkab Batola

Menu Jejangkit Dominasi Festival Pangan Lokal dan Ikan Batola
apahabar.com

Pemkab Batola

Batola Kembali Terima Penghargaan Peduli HAM
apahabar.com

Pemkab Batola

Jembatan Alalak Dibangun, Batola Kehilangan Pemasukan
apahabar.com

Pemkab Batola

SAKIP Batola 2018, Distan TPH Pecah Rekor
apahabar.com

Pemkab Batola

Kalender 2019 Ditutup, Inilah Kebanggaan Bupati Batola
apahabar.com

Pemkab Batola

Dari Bimtek JRA, SKPD Batola Dituntut Paham Pemusnahan Arsip
apahabar.com

Pemkab Batola

Dapat Ponten Bagus, Marabahan Kembali Incar Adipura
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com