CEK FAKTA: Covid-19 Jadi Ladang Bisnis RS di Banjarmasin? Duh, Zona Hitam Covid-19 di Banjarmasin Bertambah! Selama Pandemi, Biaya Operasional Bekantan Kalsel Kian Melonjak Belasan Warga Kalsel Terimbas Penyusutan Karyawan Lion Air KPK OTT Bupati Kutai Timur dan Istrinya di Jakarta




Home Kalteng

Sabtu, 30 Mei 2020 - 22:51 WIB

Resmi, Palangka Raya Belum Mau Berlakukan New Normal

Reporter: Ahc23 - Apahabar.com

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin (baju putih) didampingi Tim Gugus Tugas Covid-19 setempat menggelar konferensi pers terkait new normal, Sabtu malam. Foto-apahabar.com/TIVA

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin (baju putih) didampingi Tim Gugus Tugas Covid-19 setempat menggelar konferensi pers terkait new normal, Sabtu malam. Foto-apahabar.com/TIVA

apahabar.com, PALANGKARAYA — Mulai Juni mendatang, pemerintah pusat mulai memberlakukan tatanan kehidupan normal baru di 25 daerah, termasuk Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Kendati begitu, pemerintah kota Palangka Raya tidak ingin buru-buru memberlakukan new normal. Sebab, sebaran atau potensi penularan Covid-19 di Kota Cantik dinilai masih tinggi.

“Selama grafik sebaran kasus masih ada di Palangka Raya, new normal belum bisa berlangsung. Kita sedang persiapkan kajian epidemiologi dan akademis,” kata Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, Sabtu (30/5) malam.

Baca juga :  Jaga Kuala Kapuas Tetap Kinclong, Tak Kenal WFH

Walaupun begitu, rumah makan ataupun kafe diperbolehkan tetap buka. Dengan catatan, tidak boleh makan di tempat alias wajib bawa pulang.

Sedangkan untuk fasilitas publik yang memunculkan kerumunan massa, baik objek pariwisata, olahraga ataupun tempat usaha yang kontak fisik seperti refleksi dan spa, maupun karaoke, tetap tidak diperbolehkan beroperasi.

Begitu juga dengan lingkungan pendidikan, kata dia, akan mengikuti edaran Kementerian Pendidikan.

Baca juga :  Jumlah Positif Covid-19 di Palangka Raya Tembus 379 Orang

Untuk pasar tradisional, akan diatur sesuai protokol kesehatan, agar tak terjadi penumpukan. Artinya, tidak diperbolehkan aktivitas yang mengumpulkan banyak orang. Termasuk rumah ibadah.

“Jadi jika berdasarkan kajian epidemiologi bisa, maka kita akan start, tetapi sudah siap konsep dan kerangka tersebut,” tegasnya.

Namun jika ditemukan bukti penyebaran Covid-19 dan belum ada penurunan,  new normal tetap tidak akan diberlakukan di Palangka Raya.

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Satgas Covid-19 Palangka Raya Bubarkan Kerumunan Massa di Salon
apahabar.com

Kalteng

Akhir November, PSK Merong Dipulangkan Ke Daerah Asalnya
apahabar.com

Kalteng

Mandi di DAS Rungan, Seorang Mahasiswa KKN dari UGM Tenggelam

Kalteng

Rumah Sakit Islam (RSI) PKU Muhammadiyah Tetap Beroperasi di Libur Lebaran
apahabar.com

Kalteng

Covid-19 Bertambah, Wali Kota Palangka Raya Minta Warga Tak Panik
apahabar.com

Kalteng

Kapuas Gelar Rapid Test Massal di Bukit Ngalangkang
apahabar.com

Kalteng

Beda Sikap Legislator Barut Soal Larangan Cadar
apahabar.com

Kalteng

Dua Kandidat Sekda Kapuas, Pelantikan Tunggu Rekom KSN
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com