Pemerintah Tetapkan 1,3 Juta Formasi CPNS 2021 Pandemi Covid-19, Wakil Rakyat Banjarmasin Malah Minta Mobil Baru Gegara Bakar Sarang Tawon, Rumah di Balikpapan Baru Nyaris Ludes Patroli Gabungan di Tabalong, Petugas Sita Puluhan Elpiji 3 Kg! Catat! Lansia di Banjarmasin Bisa Batal Divaksin Covid-19, Berikut Alasannya

Resmi, Pasar Non-Bapok di Banjarmasin Ditutup Imbas PSBB

- Apahabar.com Senin, 11 Mei 2020 - 15:09 WIB

Resmi, Pasar Non-Bapok di Banjarmasin Ditutup Imbas PSBB

Pedagang non-kebutuhan bahan pokok di Pasar Sentral Antasari diminta untuk tak beroperasi sementara waktu guna menghindari penularan wabah Covid-19. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap kedua di Kota Banjarmasin menimbulkan beragam konsekuensi.

Salah satu imbasnya, pasar sekunder atau non-kebutuhan pokok dilarang beroperasi sementara. Kebijakan itu akan berlaku mulai esok, Selasa (12/5).

Kepala Bidang Pasar Disperindag Banjarmasin Ichrom M Tezar menyampaikan pasar sekunder yang dimaksud seperti pedagang baju, atau penjahit.

Sementara pedagang bahan pokok dengan barang jualan daging, sayur, minyak, telur dan sebagainya tetap diperbolehkan beroperasi.

Namun waktu operasional juga amat dibatasi. Mulai dari pukul 06.00 hingga 13.00.

“Semua pasar tutup kecuali yang menjual bahan pokok, jika pasar di pinggir ruas jalan lain wilayah kita,” ujarnya.

Tezar mengatakan keputusan itu sesuai salah satu poin dari Perwali Nomor 37 Tahun 2020.

Payung hukum tersebut merupakan revisi dari Perwali Nomor 33 Tahun 2020.

Artinya, tak ada lagi pembagian pasar induk dan skala kecil seperti saat PSBB pertama.

Dalam kondisi itu jika terdapat pedagang pasar yang masih berjualan, maka teknisnya petugas Satpol PP akan menindak.

“Mudahan mudahan tidak ada kejadian di lapangan, para pedagang juga menerimanya dengan lapang dada karena ini bahayanya untuk kita semua,” tegasnya.

Dampak penutupan pasar sekunder itu sangat berimbas kepada ekonomi.

Olehnya Tezar sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk merapatkan keputusan tersebut.

Imbas dari kebijakan itu diakuinya pasti ada. Akan tetapi pihaknya memilih fokus pada upaya memutus mata rantai Covid-19.

Sebelum penindakan yaitu hari ini, Tezar menerangkan Disperdagin melakukan sosialisasi ke para pedagang non-bapok untuk tutup sementara.

Sosialisasi baik melalui media sosial atau surat edaran, meski tidak semua pedagang yang mendapatinya.

“Jadi dalam satu blok pasar itu ada 7 pedagang, surat edaran hanya dibagikan 5 pedagang jadi kami berharap mereka bisa menyampaikan ke lain,” imbuhnya.

Dia mengklaim keputusan itu bisa diterima oleh para pedagang yang berjualan bahan sekunder untuk tutup beroperasi hingga 21 Mei mendatang.

Sementara untuk para pedagang bahan pokok yang masih buka wajib mengenakan masker dan pembersih tangan ketika melakukan transaksi jual-beli.

“Dengan begitu mudahan-mudahan pandemi Covid-19 bisa segera putus mata rantainya,” harapnya.

Diketahui berdasarkan data Disperdagin pasar sekunder dimaksud adalah Sentral Antasari.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Kuartal 4-2019, Telkomsel Fokus Infrastruktur Teknologi Broadband Terdepan
apahabar.com

Ekbis

Stok Gula Kalsel Menipis, Ribuan Pelaku UMKM Menjerit!
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Tengah Pekan Kembali Terpapar Covid-19
apahabar.com

Ekbis

PSBB Transisi Jakarta Asa Positif Sektor Saham
apahabar.com

Ekbis

Bulog Ekspor Beras Kemasan Renceng ke Arab Pekan Depan
apahabar.com

Ekbis

Jokowi Resmi Luncurkan Banpres Produktif Usaha Mikro
apahabar.com

Ekbis

Bursa Saham Global Menguat, IHSG Kembali Menghijau
Saham

Ekbis

Di Tengah Pemulihan Ekonomi, Saham Benua Kuning Bergerak Menguat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com