Fakta Terbaru Rombongan Moge di Jembatan Sungai Alalak, Ternyata Diduga Dikawal Polisi Dear Presiden Jokowi, Jembatan Alalak Kalsel Harus Dibuka Hindari Macet Sudah Dilimpahkan, Nih Jerat Hukuman Sejoli Pembuang Bayi di Stagen Kotabaru BREAKING! KPK Periksa 11 Nama, Salah Satunya Bupati HSU Abdul Wahid OTT Amuntai, dan Nasib Proyek DIR Banjang Kini

RO Masih Tinggi, Makassar Belum Berlakukan ‘New Normal’

- Apahabar.com     Kamis, 28 Mei 2020 - 18:53 WITA

RO Masih Tinggi, Makassar Belum Berlakukan ‘New Normal’

Suasana rapat koordinasi di Posko Induk Gugus Tugas Covid-19 Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Foto-Antara/Darwin Fatir.

apahabar.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menyatakan belum bisa menerapkan kebijakan ‘new normal’ atau normal baru karena status angka Reproduction Number (RO) Coronavirus Disease (Covid-19) masih tinggi yang sesuai syarat ditetapkan pemerintah pusat yaitu dibawah satu persen.

“Jadi Makassar, kita RO di atas 1. Secara normal kita belum bisa langsung menerapkan ‘new normal’, hanya beberapa kota dan provinsi bisa memenuhi syarat,” ungkap Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf usai rapat koordinasi di Posko Induk Covid-19 Sulsel, Kamis (28/05).

Menurutnya saat ini Makassar masih tetap memberlakukan Pedoman Protokol Kesehatan sesuai Peraturan Wali Kota Makassar nomor 31 tahun 2020. Sehingga langkah yang dilakukan saat ini, kata dia, tetap fokus pada penerapan aturan tersebut.

Selain itu, arahan Presiden Joko Widodo tetap dijalankan dengan memperketat protokol kesehatan dengan menurunkan tim Satuan Tugas (Satgas) dari tingkat kecamatan hingga kota secara masif di lapangan.

Rencananya, tim Satgas dari kecamatan dan kota akan turun langsung ke tengah masyarakat secara serentak esok pada Jumat 29 Mei 2020 pagi.

“Secara masif kita mengingatkan masyarakat melakukan edukasi secara massif supaya protokol kesehatan diterapkan itu bisa kita menurunkan RO dibawah satu persen, sebab kita masih status bencana nasional pandemi Covid-19,” paparnya.

Sebelumnya, pemerintah pusat akan memberlakukan new normal, namun ada syarat yakni dimana satu daerah tingkat RO harus dilihat dan menjadi pertimbangan.

Ditempat terpisah Guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas sekaligus Ketua Perhimpunan Ahli Epidemologi Sulawesi Selatan Prof Dr Ridwan Amiruddin menyebut, istilah reproduksi sebetulnya ada dua bagian, yaitu basic Reproduction number (RO), dan effective Reproduction number (Re/Rt).

Istilah RO adalah jumlah kasus baru yang tertular dari satu kasus infektif pada populasi sepenuhnya yang rentan. RO biasanya digunakan di awal adanya kasus atau pertumbuhan kasus secara eksponansial, untuk menunjukkan potensi besarnya pandemi.

Sementara istilah infeksi Reproduksi efektif atau Re/Rt adalah jumlah kasus baru yang tertular dari satu kasus terinfeksi pada populasi yang memiliki kekebalan sebagian atau setelah adanya intervensi.

Biasanya Re/Rt digunakan untuk evaluasi penyebaran penyakit, yaitu di masa sekarang ini. Dari definisi itu, istilah Ro tidak tepat lagi digunakan untuk melihat penyebaran virus sekarang. Tepatnya digunakan pada awal Maret lalu. Sedangkan untuk sekaran ini yang paling tepat dipakai adalah Re atau Rt.

“Pada Maret di Sulsel angka reproduksi atau tingkat penularan awal (RO) adalah tiga, artinya satu orang bisa menularkan virus corona tiga orang lainnya. Sekarang akhir Mei dengan berbagai program pengendalian dan pencegahan angka reproduksi (Rt) kita di kisaran 1,9,” beber dia.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Rencana Pengangkatan 2 Wamen Baru, Mensesneg: Itu Tidak Benar
apahabar.com

Nasional

UNAIR Temukan 5 Senyawa Bakal Obat Covid-19
apahabar.com

Nasional

Sandiaga Uno Tegaskan Tak ada Tawaran Jadi Direksi BUMN
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Ani Yudhoyono Peduli Masyarakat Daerah Bencana
apahabar.com

Nasional

Warga Bilis-bilis Apresiasi Pembangunan Jalan Penghubung Dua Desa
apahabar.com

Nasional

China Laporkan Kenaikan Harian Tertinggi Kasus Baru Covid-19

Nasional

Anies Baswedan Positif Covid-19
Jokowi: Pemerintah Upayakan Perlindungan Bagi WNI di Wuhan

Nasional

Jokowi: Pemerintah Upayakan Perlindungan Bagi WNI di Wuhan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com