Belasan Terduga Pelaku Prostitusi Online Diamankan Polres Banjarbaru, 6 Masih di Bawah Umur Jelang Iduladha, Kalsel Siapkan Belasan Ribu Hewan Kurban MK Tunda Sidang, H2D Tetap Pede Diskualifikasi BirinMU Prostitusi Online di Banjarmasin Seret Anak-Anak, Sudah Puluhan Remaja Terjaring! 8 Tuntutan Mahasiswa Kalsel Saat Aksi #SaveKPK Sampai ke Sekretariat Presiden

Rupiah Diprediksi Menguat Seiring Pelonggaran Lockdown Sejumlah Negara

- Apahabar.com Selasa, 26 Mei 2020 - 11:36 WIB

Rupiah Diprediksi Menguat Seiring Pelonggaran Lockdown Sejumlah Negara

Ilustrasi. Foto: Net

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (26/05) diprediksi akan bergerak menguat seiring pelonggaran lockdown di sejumlah negara.

Pada pukul 9.41 WIB, rupiah sendiri masih melemah 40 poin atau 0,27 persen menjadi Rp14.750 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.710 per dolar AS.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Selasa, mengatakan, pelonggaran lockdown dan kabar kemajuan penemuan vaksin masih menjadi penggerak penguatan aset-aset berisiko di pasar keuangan.

“Sentimen ini menutupi kekhawatiran pasar terhadap penyebaran wabah yang masih meningkat dan ketegangan baru AS dan China,” ujar Ariston.

Ariston menuturkan, nilai tukar “emerging markets” terlihat menguat pagi ini terhadap dolar AS. Indeks saham Asia bergerak positif.

Yang terbaru, Jepang dikabarkan mencabut status darurat Covid-19. Singapura akan melakukan pelonggaran lockdown tahap 2. Inggris melanjutkan rencana pembukaan lockdown yang akan dijalankan pada Juni.

Sementara itu, perusahaan bioteknologi AS Novavax mengumumkan kemajuan penemuan vaksin yang saat ini sedang dilakukan uji klinis terhadap manusia.

Namun di sisi lain, lanjut Ariston, penyebaran wabah yang masih meningkat tetap masih menjadi kekhawatiran pasar karena vaksin belum ditemukan.

“Ketegangan baru antara AS dan China juga menjadi kekhawatiran baru pasar. Hubungan AS dan China memanas karena provokasi AS soal penyebaran virus dan kini soal Hongkong,” kata Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah hari ini berpotensi menguat ke kisaran Rp14.600 per dolar AS dan resisten Rp14.800 per dolar AS.

Pada Rabu (20/05) lalu, rupiah ditutup menguat 60 poin atau 0,41 persen menjadi Rp14.710 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.770 per dolar AS.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Emas Antam

Ekbis

Awal Tahun 2021, Harga Emas Antam Naik Rp4.000 Per Gram
apahabar.com

Ekbis

Di Depan Pengusaha Kalsel, KH Ma’ruf Amin Bicara Ekonomi Umat
apahabar.com

Ekbis

Tingkatkan Ekonomi, BI Kalsel Terapkan Holding Pesantren

Ekbis

Didorong Harapan Stimulus AS, Harga Minyak Dunia Naik
Rupiah Tertekan

Ekbis

Naiknya Imbal Hasil Surat Utang AS, Rupiah Kembali Tertekan
Balikpapan

Ekbis

Pusat Transfer Rp3,2 triliun untuk Balikpapan, PPU, dan Paser
apahabar.com

Ekbis

Bertahan di Tengah Pandemi, Begini Strategi Toko Niah
apahabar.com

Ekbis

Deputi Gubernur BI Luluh ‘Digoda’ Pedagang Pasar Terapung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com