POPULER SEPEKAN: Jasad Dipocong Karung di HST hingga Rapid Tes Penumpang Feri Tanjung Serdang Waspada! Kalsel Bakal Diguyur Hujan Disertai Angin KencangĀ  Pakai Knalpot Brong, Puluhan Unit Sepeda Motor di Banjarmasin Ditilang Kampung Ambon Digerebek Lagi! Pistol-Narkoba hingga Pesawat Nirawak Diamankan Penumpang Kapal Feri Kotabaru-Batulicin Menyusut 60 Persen

Sah! Idul Fitri 1441 H pada Hari Minggu

- Apahabar.com Jumat, 22 Mei 2020 - 20:53 WIB

Sah! Idul Fitri 1441 H pada Hari Minggu

Menag Fachrul Razi menetapkan hari raya Idul Fitri pada Minggu 24 Me1 2020. sumber: net

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Agama menetapkan 1 Syawal jatuh pada Minggu 24 Me1 2020 dalam sidang isbat yang dihadiri MUI hingga Komisi VIII DPR, Jumat (22/5).

Sidang isbat digelar di gedung Kementerian Agama, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, tersebut digelar secara terbatas dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan terkait Corona (COVID-19). Para tamu undangan seperti perwakilan ormas mengikuti sidang secara online.

“Sidang isbat secara bulat menyatakan 1 Syawal 1441 H jatuh pada hari Ahad atau Minggu, 24 Mei 2020,” kata Menag Fachrul Razi.

Rangkaian sidang isbat diawali dengan pemaparan posisi hilal awal Syawal 1441 H oleh anggota Falakiyah Kemenag, Cecep Nurwendaya. Cecep melaporkan tidak ada referensi empirik visibilitas (ketampakan) hilal awal Syawal 1441 H bisa teramati di seluruh wilayah Indonesia pada hari ini. Tim Falakiyah Kemenag diketahui melakukan pemantauan hilal di 80 titik di seluruh Indonesia.

“Semua wilayah Indonesia memiliki ketinggian hilal negatif antara minus 5,29 sampai dengan minus 3,96 derajat. Hilal terbenam terlebih dahulu dibanding matahari,” kata Cecep.

Cecep mengatakan penetapan awal bulan hijriah didasarkan pada hisab dan rukyat. Proses hisab sudah ada dan dilakukan oleh hampir semua ormas Islam.

“Secara hisab, awal Syawal 1441H jatuh pada hari Minggu. Ini sifatnya informatif, konfirmasinya menunggu hasil rukyat dan keputusan sidang isbat,” tambahnya.

Laporan dari Pelabuhan Ratu, posisi hilal awal Syawal 1441 H atau pada 29 Ramadan 1441 H di Pelabuhan Ratu secara astronomis tinggi hilal: minus 4,00 derajat; jarak busur bulan dari matahari: 5,36 derajat; umur hilal minus 6 jam 55 menit 23 detik.

Sementara itu, kata Cecep, dasar kriteria imkanurrukyat yang disepakati MABIMS adalah minimal tinggi hilal 2 derajat, elongasi minimal 3 derajat, dan umur bulan minimal delapan jam setelah terjadi ijtima’.

“Ini sudah menjadi kesepakatan MABIMS,” ujar dia.

Cecep menjelaskan, karena ketinggian hilal di bawah 2 derajat, bahkan minus, maka tidak ada referensi pelaporan hilal jika hilal awal Syawal teramati di wilayah Indonesia.

“Dari referensi yang ada, maka tidak ada referensi apapun bahwa hilal Syawal 1441H pada Jumat ini teramati di seluruh Indonesia,” ujar Cecep.

sumber: Detik.com
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Menyimak Rapat Haul Guru Sekumpul, Perlu Sinergitas Seluruh Pihak dan Bebas Kepentingan Politik
apahabar.com

Habar

Di Jakarta, Mau Nikah Harus Cek Kesehatan
apahabar.com

Habar

Menag: Ongkos Haji Indonesia Termurah se-Asean
apahabar.com

Habar

Peringatan Maulid Nabi, Muhammadiyah Ajak Teladani Kehidupan Rasulullah SAW
apahabar.com

Habar

Polda Kalsel Larang Truk Melintas Sepanjang Perayaan Haul Guru Sekumpul Ke-15
apahabar.com

Habar

Sudah 500 Relawan Kebersihan Haul Abah Guru Sekumpul Terdaftar
apahabar.com

Habar

Sambut Tahun Baru Islam, Rumah Tahfidz Al Maher Banjarmasin Gelar Festival Anak Islam se-Kalsel
apahabar.com

Religi

Syekh Ali Jaber Kini Kembali ke Indonesia, Setelah Sempat Dirawat di RS Al Anshar Madinah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com