Tagihan Listrik di Kalsel-Teng Membengkak? PLN Ungkap Penyebabnya Jumatan Perdana di Banjar, 4 Masjid Dijaga Ketat TNI-Polri PSBB Berakhir, Duta Mall Segera Buka Bioskop dan Amazon? Jadi Contoh, Jemaah Masjid Miftahul Ihsan Malah Tak Disiplin Keseringan di Lapangan, Dua ASN di Banjarmasin Positif Covid-19




Home Kalsel

Kamis, 21 Mei 2020 - 22:13 WIB

Salat Id di Banjarbaru Belum Pasti, Gubernur: Di Rumah Aja

Aam - Apahabar.com

Ilustrasi salah Idulfitri. Foto: Istimewa

Ilustrasi salah Idulfitri. Foto: Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Pemkot Banjarbaru tak kunjung memberikan kepastian ihwal pelaksanaan Salat Idulfitri (Id) di tengah wabah Covid-19 dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Hanya sekelumit informasi yang didapat media ini dari Ketua MUI Kota Banjarbaru, Napiah Muhja.

“Saya kira sudah ada hasil rapatnya hari ini. Karena kami tidak ada komunikasi lagi dengan wali kota,” ujarnya kepada apahabar.com, Kamis (21/5) malam.

Ia sendiri mengaku tak tahu persis apakah rapat yang seyogianya diagendakan hari ini jadi terlaksana atau tidak.

“Terakhir sewaktu menyampaikan fatwa dari (MUI) pusat dan provinsi saja. Yang mana katanya akan dibahas hari ini (Kamis),” terangnya.

Diwartakan sebelumnya, rapat pembahasan pelaksanaan Salat Id akan diadakan hari ini, Kamis (21/5).
Hasil rapat akan menjadi dasar daripada keputusan wali kota Banjarbaru.

Napiah sendiri menjelaskan jika MUI Banjarbaru pada prinsipnya memperbolehkan warga menggelar Salat Id.

“Kalau dari pandangan kita ya boleh saja, ini juga berdasarkan mengikuti dari provinsi dan pusat yang kita terima,” ungkapnya.

Namun menurutnya, keputusan diperbolehkan atau tidak ini idealnya harus diperkuat surat keterangan resmi wali kota atau Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Banjarbaru.

Baca juga :  Ke Pasar Antasari, Staf Khusus Mendag: Harga Bawang Segera Normal

Pasalnya, yang memetakan suatu daerah atau wilayah terkendali atau tidak adalah wewenang gugus tugas.

“Karena syaratnya itu kan wilayah tersebut sudah tidak berstatus zona merah sepenuhnya. Nah menurut wali kota kemarin, Banjarbaru tak zona merah lagi,” jelas Napiah.

Diceritakannya, Wali kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani mengatakan beberapa kelurahan di Banjarbaru sudah menjadi zona hijau atau kuning. Di mana artinya sudah menjadi wilayah terkendali.

Sehingga Salat Id dapat dilaksanakan menurut keputusan MUI Pusat dan Provinsi.

Meski demikian, ia kembali menegaskan bahwasanya vonis boleh atau tidaknya pelaksanaan Salad Id di Banjarbaru harus diperkuat keputusan wali kota dan tim gugus tugas Covid-19.

“Meski kami mengatakan memperbolehkan, tetapi tetap dalam pelaksanaannya harus memerhatikan protokol pencegahan. Mulai dari pakai masker, cuci tangan, bawa sajadah sendiri, jaga jarak dan juga kita anjurkan sesi ceramah bisa diperpendek,” terangnya.

Untuk lokasinya sendiri dikatakan Napiah terserah jemaah mau melaksanakan di masjid, langgar atau lapangan.

Yang terpenting ialah tetap mengikuti protap Covid-19 dan wilayahnya termasuk zona terkendali menurut gugus tugas Covid-19.

Sementara itu, menurut Surat Edaran Gubernur Kalimantan Selatan bernomor: 443/267/Wasnas/ Kesbangpol tentang pelaksanaan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H.

Baca juga :  Gubernur Sampaikan Evaluasi LKPJ 2018, Anggota Dewan Interupsi 272 Rekomendasi Catatan BPK RI

Dalam poin dua mengatakan untuk Salat Id dilaksanakan di rumah bersama keluarga karena pandemi Covid-19 di Kalsel belum menunjukkan tanda berakhir.

Adapun bunyinya sebagai berikut:

“Kami sampaikan bahwa saat ini pandemi Covid-19 masih merebak di Provinsi Kalimantan Selatan dan diprediksi pada saat Idulfitri 1441 H wabah ini belum menunjukkan tanda-tanda berakhir,” bunyinya.

Dalam upaya mencegah, mengurangi dan melindungi masyarakat dari risiko penularan Covid-19 ini, maka dengan ini diimbau kepada seluruh umat Islam dan pengurus masjid/musala se-Kalimantan Selatan untuk tetap beribadah Idulfitri dengan menghindari berkumpulnya massa dalam jumlah besar dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Takbiran agar dilaksanakan di masjid/musala tetap mempedomani protokol kesehatan covid-19, sosial distance dan fisikal distance dan tidak melaksanakan takbir keliling.

b. Shalat Idul Fitri yang lazimnya dilaksanakan berjemaah di masjid atau di lapangan, agar dilakukan bersama keluarga di rumah.

c. Kegiatan silaturahmi halal bi halal Hari Raya Idul Fitri 1441 H agar dilaksanakan secara daring (online).

d. Tiap individu dan pengurus masjid/musholla agar mematuhi peraturan dan keputusan yang dikeluarkan pemerintah.

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sejumlah Fakta Terkuak di Persidangan Kasus Ajaran Sesat Nasruddin
apahabar.com

Kalsel

Tantangan Pemuda Kian Berat, Ibnu Sina: Jangan Sampai Ciut!
apahabar.com

Kalsel

Difri Darjat, dari Makelar Angkutan Umum hingga Bakal Calon Wagub
apahabar.com

Kalsel

Lewat FJC ke-6, Teater Awan Kencangkan Denyut Nadi Seni Budaya
apahabar.com

Kalsel

Dugaan Penipuan Simpan Pinjam di Anjir Muara; Pelaku Kelabui Pemilik Ruko
Selama Tiga Hari, Rest Area di Batola Buang 4 Ton Sampah

Kalsel

Selama Tiga Hari, Rest Area di Batola Buang 4 Ton Sampah
apahabar.com

Kalsel

Persiapan OPS Zebra Intan, Sat Lantas Polres Banjar Terus Menggelar Razia
apahabar.com

Kalsel

Pasca-Banjir, Relawan IPI Sambangi SDN Pimping