Cerita Sukses Trader Forex Banjarmasin, Modal Rp 15 Juta Berangkatkan Umrah Keluarga 3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?

Salat Id di Banjarbaru Belum Pasti, Gubernur: Di Rumah Aja

- Apahabar.com Kamis, 21 Mei 2020 - 22:13 WIB

Salat Id di Banjarbaru Belum Pasti, Gubernur: Di Rumah Aja

Ilustrasi salah Idulfitri. Foto: Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Pemkot Banjarbaru tak kunjung memberikan kepastian ihwal pelaksanaan Salat Idulfitri (Id) di tengah wabah Covid-19 dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Hanya sekelumit informasi yang didapat media ini dari Ketua MUI Kota Banjarbaru, Napiah Muhja.

“Saya kira sudah ada hasil rapatnya hari ini. Karena kami tidak ada komunikasi lagi dengan wali kota,” ujarnya kepada apahabar.com, Kamis (21/5) malam.

Ia sendiri mengaku tak tahu persis apakah rapat yang seyogianya diagendakan hari ini jadi terlaksana atau tidak.

“Terakhir sewaktu menyampaikan fatwa dari (MUI) pusat dan provinsi saja. Yang mana katanya akan dibahas hari ini (Kamis),” terangnya.

Diwartakan sebelumnya, rapat pembahasan pelaksanaan Salat Id akan diadakan hari ini, Kamis (21/5).
Hasil rapat akan menjadi dasar daripada keputusan wali kota Banjarbaru.

Napiah sendiri menjelaskan jika MUI Banjarbaru pada prinsipnya memperbolehkan warga menggelar Salat Id.

“Kalau dari pandangan kita ya boleh saja, ini juga berdasarkan mengikuti dari provinsi dan pusat yang kita terima,” ungkapnya.

Namun menurutnya, keputusan diperbolehkan atau tidak ini idealnya harus diperkuat surat keterangan resmi wali kota atau Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Banjarbaru.

Pasalnya, yang memetakan suatu daerah atau wilayah terkendali atau tidak adalah wewenang gugus tugas.

“Karena syaratnya itu kan wilayah tersebut sudah tidak berstatus zona merah sepenuhnya. Nah menurut wali kota kemarin, Banjarbaru tak zona merah lagi,” jelas Napiah.

Diceritakannya, Wali kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani mengatakan beberapa kelurahan di Banjarbaru sudah menjadi zona hijau atau kuning. Di mana artinya sudah menjadi wilayah terkendali.

Sehingga Salat Id dapat dilaksanakan menurut keputusan MUI Pusat dan Provinsi.

Meski demikian, ia kembali menegaskan bahwasanya vonis boleh atau tidaknya pelaksanaan Salad Id di Banjarbaru harus diperkuat keputusan wali kota dan tim gugus tugas Covid-19.

“Meski kami mengatakan memperbolehkan, tetapi tetap dalam pelaksanaannya harus memerhatikan protokol pencegahan. Mulai dari pakai masker, cuci tangan, bawa sajadah sendiri, jaga jarak dan juga kita anjurkan sesi ceramah bisa diperpendek,” terangnya.

Untuk lokasinya sendiri dikatakan Napiah terserah jemaah mau melaksanakan di masjid, langgar atau lapangan.

Yang terpenting ialah tetap mengikuti protap Covid-19 dan wilayahnya termasuk zona terkendali menurut gugus tugas Covid-19.

Sementara itu, menurut Surat Edaran Gubernur Kalimantan Selatan bernomor: 443/267/Wasnas/ Kesbangpol tentang pelaksanaan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H.

Dalam poin dua mengatakan untuk Salat Id dilaksanakan di rumah bersama keluarga karena pandemi Covid-19 di Kalsel belum menunjukkan tanda berakhir.

Adapun bunyinya sebagai berikut:

“Kami sampaikan bahwa saat ini pandemi Covid-19 masih merebak di Provinsi Kalimantan Selatan dan diprediksi pada saat Idulfitri 1441 H wabah ini belum menunjukkan tanda-tanda berakhir,” bunyinya.

Dalam upaya mencegah, mengurangi dan melindungi masyarakat dari risiko penularan Covid-19 ini, maka dengan ini diimbau kepada seluruh umat Islam dan pengurus masjid/musala se-Kalimantan Selatan untuk tetap beribadah Idulfitri dengan menghindari berkumpulnya massa dalam jumlah besar dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Takbiran agar dilaksanakan di masjid/musala tetap mempedomani protokol kesehatan covid-19, sosial distance dan fisikal distance dan tidak melaksanakan takbir keliling.

b. Shalat Idul Fitri yang lazimnya dilaksanakan berjemaah di masjid atau di lapangan, agar dilakukan bersama keluarga di rumah.

c. Kegiatan silaturahmi halal bi halal Hari Raya Idul Fitri 1441 H agar dilaksanakan secara daring (online).

d. Tiap individu dan pengurus masjid/musholla agar mematuhi peraturan dan keputusan yang dikeluarkan pemerintah.

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Duh, Siring Sungai Kemuning Ambrol Akibat Hujan Deras Guyur Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Edukasi Warga, Polsek Pelaihari Sebar Selebaran Perbup Tala
apahabar.com

Kalsel

Dilarang Berfoto di Bilik Suara
apahabar.com

Kalsel

Relokasi Masih Terkendala Lahan
apahabar.com

Kalsel

Dinas ESDM Ancam Tutup Satu Perusahaan Tambang Nakal, Beranikah?
Ramai-Ramai Peduli Covid-19, BPK Sultan Adam Gratiskan Disinfektan

Kalsel

Ramai-Ramai Peduli Covid-19, BPK Sultan Adam Gratiskan Disinfektan

Kalsel

Kawanan Rampok Sarang Walet di Tapin Jadi Bulan-bulanan Warga
apahabar.com

Kalsel

Soroti Karhutla, Mabes Polri: Jangan Tunggu Api Besar!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com