Penyerang Polsek Daha Simpatisan ISIS, Legislator Kalsel: Agamanya Kurang Breaking News: PDP Kabur di Banjarbaru Akhirnya Ditemukan! Pertama, Kalsel Uji Terapi Pengobatan Pasien Covid-19 Pengganti Vaksin Toko Buah di Teweh Diserbu Pria Bersajam, Dua Perempuan Terluka Polisi Bongkar Makam Korban Pembunuhan Ibu Kandung di Teweh




Home Habar Religi

Sabtu, 23 Mei 2020 - 05:15 WIB

Salat Ied Massal Saat Pandemi, Wapres: Tidak Sesuai Prinsip Islam

Aam - Apahabar.com

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin.
sumber: net

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. sumber: net

apahabar.com, JAKARTA – Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menyoroti pelaksanaan ibadah salat Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, kondisi sekarang tidak memungkinkan untuk dilakukan dengan banyak orang.

“Tahun ini kita masih dalam suasana mudharat. Andai kata kita memaksakan untuk mengadakan (salat Idul Fitri) di masjid atau di lapangan, kemudian terjadi penularan, itu berarti tidak sesuai dengan prinsip ajaran agama,” kata Kiai Ma’ruf dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (22/5).

Baca juga :  Gara-gara Covid-19, Kedah Batalkan Bazar Ramadan dan Idul Fitri

Kiai Ma’ruf, yang juga Ketua Umum non-aktif Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan, Islam mengajarkan umatnya untuk membangun maslahat atau yang mendatangkan kebaikan.

Oleh karena itu, sambung Kiai Ma’ruf, jika ada umat Islam yang memaksakan diri untuk menyelenggarakan dan menghadiri ibadah salat Idul Fitri secara berjamaah, maka itu sama dengan memperbesar bahaya bagi masyarakat secara keseluruhan.

“Agama Islam mengajarkan untuk senantiasa memperbesar kemaslahatan, ta’dzimul al-mashalih; karena itu di dalam menjalankan ajaran agama, kita senantiasa menyesuaikan dengan keadaan tahun ini. Dan Hari Raya tahun ini, kita masih dalam suasana kedaruratan, kebahayaan,” katanya.

Baca juga :  Muslim Etnis Hui di China Rayakan Maulid Nabi

Seruan untuk melakukan ibadah salat Idul Fitri di rumah gencar disampaikan pemerintah dan juga ulama dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).

Sumber: republika
Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

Syekh Al Kandahlawi Sebut Tiga Amalan Masuk Surga Tanpa Dihisab

Hikmah

Syekh Al Kandahlawi Sebut Tiga Amalan Masuk Surga Tanpa Dihisab
apahabar.com

Habar

Mulawarman Peduli: Cerita Jemaah Haul Guru Sekumpul saat Menikmati Sajian Gratis Prajurit TNI
apahabar.com

Habar

Jemaah Ziarah Guru Sekumpul Senang Bisa Menatap Langsung KH Ma’ruf Amin
apahabar.com

Hikmah

Komunikasi Anak-Ayah dalam Alquran dan Pembuktian Psikologi
apahabar.com

Hikmah

Akhlak Imam Hanafi dan Imam Malik Ketika Ditanya Siapa yang Lebih Utama
apahabar.com

Habar

MUI Minta Umat Baca Qunut Nazilah Tiap Salat Fardu
apahabar.com

Habar

Jelang Haul Sekumpul ke 15, Pesawat Tujuan Banjarmasin Dijejali Tamu Haul
apahabar.com

Habar

Salat Id di Masjid Sabilal Muhtadin, Guru Syukri: Kuatkan Persatuan Umat!