VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

Sampai Ada Vaksin, Masyarakat Diminta Hidup Berdamai dengan Covid-19 

- Apahabar.com Kamis, 7 Mei 2020 - 13:05 WIB

Sampai Ada Vaksin, Masyarakat Diminta Hidup Berdamai dengan Covid-19 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Gerakan Non-Blok (GNB) melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Senin (4/5/2020) malam, untuk membahas penanganan pandemi global Virus Corona baru atau Covid-19. Foto-Biro Pers Sekretariat Presiden via Antara 

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai Indonesia beruntung sejak awal memilih pembatasan sosial berskala besar (PSBB), bukan karantina wilayah (lockdown) dalam mengatasi pandemi Covid-19.

“Kita beruntung sejak awal memilih kebijakan PSBB bukan ‘lockdown’ atau karantina wilayah,” kata Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, dalam video yang diunggah Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden pada Kamis (7/5).

Sudah ada 4 provinsi dan 22 kabupaten/kota yang telah menerapkan PSBB untuk mencegah penyebaran Covid-19 hingga saat ini.

“Kita berusaha keras dan berharap puncak pandemi Covid-19 ini segera menurun, namun demikian beberapa ahli mengatakan ketika kasusnya sudah turun tidak berarti langsung landai atau langsung nol, ada kemungkinan masih bisa naik lagi atau turun lagi, naik sedikit lagi, turun lagi dan seterusnya,” ungkap Presiden Jokowi.

Artinya, menurut Presiden Jokowi, sampai ditemukan vaksin yang efektif, masyarakat harus hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa waktu ke depan.

“PSBB adalah pembatasan kegiatan di tempat umum atau di fasilitas umum dalam bentuk pembatasan jumlah orang dan pengaturan jarak antar-orang, artinya dengan PSBB masyarakat masih bisa beraktivitas, tetapi memang dibatasi dan masyarakat juga harus sadar membatasi diri, tidak boleh berkumpul dalam skala besar,” kata Presiden.

Presiden menilai di sejumlah tempat sudah ada pengurangan aktivitas, namun di tempat lain masyarakat masih berkerumun dan bahkan tidak menerapkan protokol kesehatan.

“Saya melihat di beberapa daerah dari informasi yang saya terima, jalannya sepi, tetapi di kampungnya masih berkerumun ramai, di kampungnya masih banyak yang bergerombol ramai. Padahal interaksi fisik itu harus dikurangi, harus jaga jarak, harus bermasker, harus sering cuci tangan sehabis kegiatan,” ujar Presiden.

Presiden pun mengajak masyarakat kembali berdisiplin untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Upaya ini harus dilakukan untuk menghambat penyebaran Covid-19. Tapi kita juga ingin agar roda perekonomian tetap berjalan, masyarakat masih bisa beraktivitas secara terbatas, tetapi harus disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan,” kata Presiden.

Menurut Presiden, masyarakat sendiri yang harus punya kesadaran untuk disiplin mengenakan masker dan tidak bergerombol.

“Bukan hanya aparat yang menyuruh untuk disiplin, tapi mengajak masyarakat untuk selalu sadar mendisiplinkan diri. Saya masih sering menjumpai masyarakat yang tidak bermasker, nah ini tolong semuanya kita bermasker, masih bergerombol, hindari itu,” kata Presiden pula.

Presiden Jokowi juga meyakini bahwa aktivitas secara terbatas dapat dilakukan, asalkan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Sekali lagi ingin saya tegaskan, yang utama adalah ikuti disiplin protokol kesehatan. Silakan beraktivitas secara terbatas, tetapi sekali lagi ikuti protokol kesehatan secara ketat. Semua ini membutuhkan kedisiplinan kita semuanya, kedisiplinan warga serta peran aparat yang bekerja secara tepat dan terukur,” ujar Presiden.

Sejumlah daerah yang sudah menerapkan PSBB adalah Provinsi DKI Jakarta, Sumatera Barat, Provinsi Jawa Barat, Kota Banjarmasin, Tarakan, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang, Kota Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Tegal, Makassar, Tangerang, Tangerang Selatan, Pekanbaru, Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Sidoarjo. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

13 Penerbangan Dibuka, Penumpang di Soekarno-Hatta Membeludak
apahabar.com

Nasional

Video Detik-detik Pos Polisi Lalu Lintas Dibakar Saat Unjuk Rasa UU Omnibus Law, Ini Wajah Pelakunya?
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Kemungkinan Masjid Istiqlal Dibuka Kembali Juli 2020
apahabar.com

Nasional

Tangis Ade Jigo Pecah saat Jenazah Istri Tiba di Kampung Halaman
apahabar.com

Nasional

Sikap Resmi Syekh Ali Jaber, Simak Link Live Konferensi Pers di Channel YouTube-nya Sekarang
apahabar.com

Nasional

Vokalis Seventeen: Aa Jimmy Meninggal, Saya Lihat Jenazahnya

Nasional

Tsunami Selat Sunda, Masyarakat Dilarang Mendekat Krakatu Radius 2 Km
apahabar.com

Nasional

Hadiri Pernikahan Mantan, Para Pria Ini Berakhir Tragis
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com