Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Sebagian Ikan Bantuan Pemkab Banjar Sudah Busuk, Diskan Siap Mengganti

- Apahabar.com Selasa, 19 Mei 2020 - 21:58 WIB

Sebagian Ikan Bantuan Pemkab Banjar Sudah Busuk, Diskan Siap Mengganti

Pembagian ikan patin di Desa Tanjung Rema, Martapura, tidak ada ditemukan ikan yang bususk. Namun, teknis pembagian dengan mengumpulkan warga, tanpa ada pyshical distancing, Senin (18/5). Foto-apahabar.com/hendra

apahabar.com, MARTAPURA – Sebagian ikan bantuan Pemkab Banjar kepada warga terdampak Covid-19 diterima warga dalam keadaan busuk dan tidak layak konsumsi.

Hal ini terjadi di Desa Mekar, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar banyak ikan yang diterima warga sudah berbau busuk.

Seperti diungkapkan Sakinah, ibu rumah tangga di Desa Mekar. Dirinya mengaku kesal ikan nila yang diterimanya sudah busuk.

“Saya komplain sama pambakal ikan yang diberikan pemerintah buruk (sudah busuk) tidak layak dimakan. Siapa yang mau memakan ikan busuk,” ucapnya kepada apahabar.com via seluler, Selasa (19/5) malam.

Ia menuturkan, banyak warga lainnya yang bernasib sama mendapatkan ikan busuk. “Tapi yang protes blak-blakan kepada pambakal cuma saya, yang lain protes cuma tidak blak-blakan. Ada yang melempar ikan busuk tadi ke halaman rumah RT,” tutur Sakinah.

Ia mengungkapkan, pada sore harinya Kepala Desa Mekar menggantikan ikan miliknya yang sudah busuk. “Asalnya ikan yang diterima ada tiga kurnag lebih sekilo, semuanya busuk. Sorenya diganti pambakal 6 ikan, cuma kecil-kecil,” tuturnya.

Sehari sebelumnya, Senin (18/5), pembagian ikan patin di halaman kantor Desa Tanjung Rema, Kecamatan Martapura Kota. Tidak ada ditemukan ikan patin yang busuk. Hanya saja teknis pembagiannya mengumpulkan warga, sehingga warga berjejal tanpa menerapkan pyshical distancing.

Kepala Dinas Perikanan (Kadiskan) Kabupaten Banjar Riza Dauly menjelaskan, pihaknya sejak awal sudah mengantisipasi kejadian ikan busuk diterima warga. Ia menuturkan, jika ada ikan sempat busuk berarti ada kendala dalam pendistribusian ikan.

“Mestinya ikan itu setelah disiapkan, satu sampai dua jam harus sudah ke tangan penerima. Kami dari dinas teknisnya langsung mendrop ikan menggunakan mobil ke desa-desa,” kata Riza Dauly.

Di desa, lanjut Dauly, aparat sudah menunggu siap menerima ikan untuk diterima RT masing-masing untuk dibagikan.

“Cuma yang jelas, warga yang menerima ikan yang tidak layak konsumsi, silakan melapor ke kecamatan, nanti pasti akan kami ganti yang terbaik,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Dinas Perinakanan Kabupaten Banjar menyiapkan sekitar 30 ribu ton ikan, yang dibagikan kepada sekitar 30.100 warga terdampak Covid-19.

Ikan tersebut sebagai pelengkap bantuan sembako jaring pengaman sosial, bagi warga yang berada di enam kecamatan yang melaksanakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Banjar.

apahabar.com

Ikan nila bantuan Pemkab Banjar yang diterima warga di Desa Mekar, dalam keadaan busuk, Selasa (19/5). Foto-istimewa

Reporter: Hendra Lianor
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kalsel

Bikin Malu Bupati, Hibah 6 Majelis Taklim di Kotabaru Gagal Cair
apahabar.com

Kalsel

Bang Dhin Dorong Pemda Siapkan Psikolog Pasien Isolasi Mandiri Covid-19 di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

27 Agustus, 35 Anggota DPRD Tala Terpilih Dilantik
apahabar.com

Kalsel

WTP tak Berpengaruh Kesejahteraan Rakyat
apahabar.com

Kalsel

Marabahan Digegerkan Kabar Warga Positif Covid-19
ODP dan PDP Kembali Meningkat, Kalsel Tertinggi se-Kalimantan

Kalsel

ODP dan PDP Kembali Meningkat, Kalsel Tertinggi se-Kalimantan
apahabar.com

Kalsel

Bandara Syamsudin Noor Mulai Membeludak, Ditemukan Penumpang Reaktif
apahabar.com

Kalsel

12 Titik Rawan di Banjarbaru, Terorisme dan Ormas Jadi Atensi Polisi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com