BPBD Kapuas Kembali Ingatkan Warga, Waspada Cuaca Ekstrem Bantu Warga Terdampak Banjir, Sekretariat PDIP Kalsel Disulap Jadi Tempat Pengungsian Banjir di Haruai Tabalong, Petugas Gabungan Salurkan Makanan dengan Berenang BANJIR KALSEL: 2 Ribu Jiwa Mengungsi, Pasukan Khusus TNI Mendarat di Banjarbaru Jokowi Telepon Gubernur Soal Banjir Kalsel, Gak Kebalik Pak?

Sebagian Ventilator Produksi Indonesia Masih Uji Ketahanan

- Apahabar.com Minggu, 3 Mei 2020 - 22:05 WIB

Sebagian Ventilator Produksi Indonesia Masih Uji Ketahanan

Menristek (Menteri Riset dan Teknologi) dan Kepala BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) Bambang Brodjonegoro secara resmi dinyatakan negatif Covid-19. Foto-Dok. Kemenristek via Kompas.com

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang P. S. Brodjonegoro mengatakan sebagian ventilator karya anak bangsa saat ini masih uji ketahanan sebagai tahap akhir sebelum digunakan untuk penanganan Covid-19.

Setelah melalui uji ketahanan, ventilator akan diuji secara klinis dengan perkiraan memakan waktu selama sepekan.

Dia mengatakan, saat ini ventilator masih berada di Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan Kementerian Kesehatan untuk uji ketahanan (endurance). “Sehingga diharapkan pertengahan Mei ini kita sudah bisa melihat ventilator produksi Indonesia yang diproduksi oleh mitra industri,” katanya dalam konferensi pers di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Minggu (03/05).

Untuk memproduksi ventilator tersebut, Kemenristek bekerja sama dengan beberapa BUMN dan pihak swasta. Sebanyak empat prototipe ventilator yang saat ini sudah melalui proses pengujian BPFK dan sedang diuji secara klinis adalah prototipe yang berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), serta dari salah satu perusahaan swasta, PT. Dharma.

Menristek Bambang Brodjonegoro berharap, produksi ventilator tersebut ke depan dapat memenuhi kebutuhan dalam perang melawan Covid-19. Berdasarkan diskusinya dengan Kemenkes, dibutuhkan sekitar 1.000 ventilator jenis continuous positive airway pressure (CPAP) dan sekitar 668 ventilator jenis Ambu Bag.

“Nah, yang jenis Ambu Bag yang dibuat BPPT misalkan, itu bisa juga dipakai untuk ruang instalasi gawat darurat (IGD) atau ruang ’emergency’ (gawat darurat). Jadi sangat membantu pasien yang kebetulan sedang berada dalam kondisi ’emergency’,” katanya.

Sebagian dari ventilator lainnya, kata dia, dapat digunakan untuk pasien yang berada di ruang operasi sehingga penanganan pasien Covid-19 diharapkan dapat semakin optimal.

“Ke depan kita akan mengembangkan juga ventilator yang nantinya bisa dipakai di intensive care unit (ICU) yang tentunya butuh waktu beberapa bulan untuk kami mengembangkan sehingga insyaallah satu saat kita akan bisa memproduksi ventilator untuk ICU yang dibuat di Indonesia,” kata Bambang.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Maklumat Kapolri Dicabut, Kegiatan Massal Boleh di Zona Tertentu
apahabar.com

Nasional

Pakar Hukum Menilai UU Cipta Kerja Hilangkan Ego Sektoral
apahabar.com

Nasional

Penasihat KPK Ancam Mundur Bila Capim Bermasalah Terpilih
apahabar.com

Nasional

Selundupkan Harley dan Brompton, Garuda Didenda Rp 100 Juta
apahabar.com

Nasional

SAR Berhasil Evakuasi 15 Jenazah Korban Longsor
apahabar.com

Nasional

Ditagih Soal Perjanjian RI-GAM, Jokowi: Beri Saya Waktu
apahabar.com

Nasional

Bank Dunia Setujui Pendanaan 700 juta Dolar untuk Indonesia
apahabar.com

Gaya

Microsoft PHK Puluhan Jurnalis, Diganti AI
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com