Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Seekor Harimau Sumatra Mati Dijerat Pemburu

- Apahabar.com Selasa, 19 Mei 2020 - 15:33 WIB

Seekor Harimau Sumatra Mati Dijerat Pemburu

Harimau sumatera yang mati terjerat di areal konsesi PT AA di Desa Minas Barat, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, dibawa ke BBKSDA Riau untuk dilakukan neukropsi, Senin (18/5/2020). Foto-Kompas.com/Idon

apahabar.com, PEKANBARU – Seekor harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) mati akibat jerat pemburu di area konsesi hutan tanaman industri perusahaan PT Arara Abadi di Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono, menyatakan ada dugaan kuat pelaku penjerat adalah pemburu profesional yang memahami seluk-beluk lokasi kejadian.

“Kalau dilihat dari kasusnya, jerat ini dipasang oleh pemburu karena dari sling (kawat) yang digunakan ukurannya besar dan ada umpan untuk harimaunya,” katanya, Selasa (19/05)

Ia menjelaskan, BBKSDA Riau menerima laporan Humas PT Arara Abadi bahwa ada seekor harimau sumatra liar yang terjerat di area konservasi Distrik Gelombang, Desa Minas Barat, Siak pada Senin (18/05).

Menurut keterangan dari PT Arara Abadi dan sumber-sumber lainnya, Suharyono melanjutkan, harimau tersebut diperkirakan sudah terjerat sekitar satu pekan sehingga memperparah luka yang ada di kakinya. Jauhnya sumber air dari lokasi harimau yang terjerat menjadi penyebab satwa tersebut mengalami dehidrasi.

“Harimau sumatra sudah dalam kondisi mati dengan kaki depan kanan terjerat dan sudah dipenuhi lalat dan belatung,” katanya.

Tim BBKSDA Riau membawa bangkai harimau tersebut ke Pekanbaru untuk dilakukan nekropsi atau bedah bangkai. Dokter hewan BBKSDA Riau, Danang, menyatakan, ketika dibedah perut harimau berisi babi yang menjadi umpan jerat yang dipasang pemburu.

“Diperkirakan usia harimau baru 1-2 tahun. Jenis kelaminnya jantan,” katanya.

Dilihat dari lukanya, harimau tersebut diperkirakan sudah terjerat sekitar lima hari atau lebih. Kondisi lukanya sudah infeksi.

“Kalau dilihat kondisi lukanya itu luka yang sangat dalam dan terbuka, jadi pintu masuk bakteri dan pasti ada infeksi,” kata Suharyono.

Hingga kini pihak PT Arara Abadi belum memberikan konfirmasi atas insiden tersebut. (Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kebakaran Kejagung, Apa Kabar Berkas Perkara Djoko Tjandra?
apahabar.com

Nasional

Semua Pasien Positif Corona di Magetan Sembuh
apahabar.com

Nasional

Dari Kaltim sampai Aceh Kutuk Penembakan di Selandia Baru
apahabar.com

Nasional

NASA Rekayasa Astronaut Bisa Hidup di Mars  
apahabar.com

Nasional

Demi Siram Toilet, Pelajar di Flores Rela Pikul Air 5 Km
apahabar.com

Nasional

Jalani Fungsi Pengawasan, Fadli Zon Akan Kunjungi Polda Metro Jaya
apahabar.com

Nasional

23 Peserta Family Gathering PLN Meninggal Akibat Tsunami
apahabar.com

Nasional

Hore, Besok Kemenaker Salurkan Subsidi Gaji Tahap V
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com