Tim Macan Kalsel Gerebek Wanita Buronan Kasus Penggelapan Kapal Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta Demo di Pelaihari Berbuntut Laporan Polisi, Sekda Tala Minta Maaf Harga Tiket Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Turun, Simak Daftar Lengkapnya Kedai Terapung, Unggulan Wisata Baru di Barito Kuala

Sekelumit Kisah Guru Terpapar Covid-19 di Tapin; Ini Bukan Aib

- Apahabar.com Selasa, 12 Mei 2020 - 20:56 WIB

Sekelumit Kisah Guru Terpapar Covid-19 di Tapin; Ini Bukan Aib

RTU-12, pasien positif Covid-19 di Tapin menceritakan perjalanan dirinya sebelum dinyatakan positif terjangkit Covid-19.Foto sebagai ilustrasi-Tribunnews

apahabar.com, RANTAU – RTU-12, pasien positif Covid-19 di Tapin menceritakan perjalanan dirinya sebelum dinyatakan positif terjangkit Covid-19.

Selasa (12/5) melalui telepon genggam, RTU-12 menampik isu bahwa dia merupakan kluster Gowa, sebutan untuk jemaah Ijtima Tabligh Dunia di Gowa Sulawesi, akhir Maret kemarin.

Jelas, isu yang beredar liar itu sampai ke telinganya. Perempuan berusia 40 Tahun asal Kecamatan Tapin Tengah itu menegaskan bahwa dirinya tak pernah bergaul dengan orang dalam pemantauan ataupun eks peserta kluster Gowa.

Saat pandemi Covid-19 dikabarkan merambah sampai ke Kabupaten Tapin, RTU-12 sudah sangat membatasi aktivitasnya.

Pola hidup sehat dan upaya pencegahan penularan pun diterapkannya. Mulai dari memakai masker, membawa hand sanitizer anti-bakteri, bahkan bepergian ke pasar pun juga sangat jarang.

“Sebelum kena, terakhir saya pergi ke pasar membeli buah,” ujarnya.

Selasa 7 April, RTU-12 melayat ke rumah duka salah satu rekan kerjanya sesama guru di kompleks rumah dinas SMKN 1 Tapin Selatan.

“Itu terakhir berkumpul orang banyak,” ujarnya.

“Bingung juga terjangkitnya dari mana, terakhir banyak beraktivitas di RS Datu Sanggul,” tambahnya.

Senin, 20 April sebelum Ramadan, ayah RTU-12 masuk RS Datu Sanggul untuk transfusi darah.

“Beliau setiap per 2 bulan setengah transfusi darah. Yang menjaga itu adik saya. Malam Kamis, (23/4) menjelang magrib beliau keluar, saya yang jemput,” ujarnya.

Setelah ayahnya, pagi Kamis, 23 April RTU-12 mengantar ibunya masuk ke RS Datu Sanggul karena serangan jantung.

“Saya yang antar, dan saya yang urusi administrasi mamah di rumah sakit,” ujarnya.

Ibunya dirawat selama 6 hari sampai Selasa, 28 April. RTU-12 hanya sampai hari ke-4 menemani sang ibunda di rumah sakit.

“Pada Senin (27/4) sampai Selasa, (28/4), saya sudah tidak dirumah sakit. Saya bilang ke mamah, saya tidak ke rumah sakit karena sakit kepala dan tidak enak badan,” ujarnya.

Tak menunggu lama, Selasa, 28 April ia pergi berobat ke dokter praktik langganannya.

“Misalnya tidak enak badan atau sakit, biasa saya pergi ke Dokter Syarif,” ujarnya.

Hari itu ia ke dokter namun masih belum mengetahui dirinya terkena Covid-19.

“Andai tahu saya tidak berobat ke sana, dan istilahnya tidak ke mana-mana,” ujarnya.

Lanjut, setelah berobat ke Dokter Syarif kondisi badannya sudah kembali nyaman. Hanya nafsu makannya surut.

Selang beberapa hari, Minggu 3 Mei, RTU-12 meminta suami mengantarkannya ke RS Umum Handayati Rantau. RTU-12 pun langsung menjalani pemeriksaan oleh dokter.

“Dari pihak RS ujarnya gejalanya mengarah ke positif Covid-19. Lalu pada malam itu juga dirujuknya ke RS Datu Sanggul,” jelasnya.

Sesampainya di RS Datu Sanggul, RTU-12 dilakukan pemeriksaan rapid diagnostic tes (RDT) dan dinyatakan reaktif Covid-19.

Dan pada malam Senin, 4 Mei ia akhirnya dirujuk ke RS Idaman Banjarbaru.

“Sampai ini jadinya sudah seminggu saya dirawat di sini,” cerita RTU-12.

Aku RTU-12, pada Selasa, 5 Mei itu ia langsung menjalani perawatan dan diambil sampel swab.

Pada, Minggu, 10 Mei, hasil swab RTU-12 dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

RTU-12 yang menghubungi awak media, meminta diberitakan juga rasa tidak enaknya terkait kabar dirinya dikaitkan dengan kluster Gowa. Saat ini ia tabah akan nasib yang menimpanya.

“Ini bukan aib, kalaunya sudah sampai (terjangkit), ya sudah lah. Tapi yang membuat hati saya tidak enak itu, di mana mana saya dibilang jemaah itu tadi,” ujarnya.

Catatan penting dari RTU-12, ia mengklarifikasi tudingan bahwa sebelum terjangkit ia rutin mengikuti pengajian di daerah rawan Covid-19.

“Tidak pernah ada ikut pengajian atau apa pun di Tapin Selatan,” ujarnya.

Akunya lagi, kondisi kesehatannya sampai saat ini stabil. Setiap pemeriksaan dokter menyatakan ia sehat dan normal.

“Saat ini menunggu isolasi dan selanjutnya menunggu pengambilan swab berikutnya. Apabila dinyatakan negatif baru bisa pulang,” terangnya.

Melalui berita ini, ia juga mengharapkan doa masyarakat untuk kesembuhannya.

Reporter: Muhammad Fauzi Fadilah
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Wujud Kepedulian Polri, Polsek Durian Bagikan Paket Beras untuk Warga
apahabar.com

Kalsel

Meriahkan Harganas, Ada Festival Jukung Tanglong dan Pasar Terapung
apahabar.com

Kalsel

Kobaran Api di Batulicin Diduga dari Kipas Angin yang Korslet
apahabar.com

Kalsel

Kisruh Dana PPKMB, Ketua BEM ULM Dinonaktifkan
apahabar.com

Kalsel

Masjid Al-Karomah Martapura Tidak Melaksanakan Penyembelihan Hewan Kurban
apahabar.com

Kalsel

Datangi Crisis Center Batola, Eks Pasien Covid-19 Adukan Nasib
apahabar.com

Kalsel

Masuk Embarkasi, CJH Kloter Pertama Uji Kesehatan Tahap Ketiga
apahabar.com

Kalsel

Nihil Kematian, Kasus Covid-19 Kalsel Tembus 4 Ribu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com