Dukung Infrastruktur Food Estate Kalteng, Kemenhub Tinjau Lokasi Dermaga Kapuas Usai Divaksin, Nakes di Palangka Raya Terpapar Covid-19 Kabar Baik, RSUD Ulin Akhirnya Punya Radioterapi untuk Pengobatan Kanker Jatanras Polda Kaltim Ringkus Sindikat Curanmor Antarkota di Balikpapan Obok-Obok Kantor Kades Kelumpang, Intel Kejari Amankan Duit Tunai

Selama PSBB, Pemkot Palangka Raya Siapkan Dana Rp68 Miliar

- Apahabar.com Selasa, 12 Mei 2020 - 13:05 WIB

Selama PSBB, Pemkot Palangka Raya Siapkan Dana Rp68 Miliar

Wakil Wali Kota Palangka Raya Umi Mastikah. Foto-Antara/Rendhik Andika

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, telah menyiapkan anggaran senilai Rp68 miliar selama pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Selama pelaksanaan PSBB, kami telah menyiapkan anggaran senilai Rp86 miliar,” kata Wakil Wali Kota Palangka Raya, Umi Mastikah di Palangka Raya, Selasa (12/05).

Anggaran tersebut akan digunakan untuk berbagai keperluan seperti logistik dan alat pelindung diri personel Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Kemudian, untuk bahan-bahan sosialisasi, penyemprotan cairan disinfektan, deteksi dini dan penanganan pasien Covid-19.

Tak hanya itu, anggaran itu juga digunakan untuk menangani dampak sosial, ekonomi, keamanan dan ketertiban masyarakat serta dampak lain yang dirasakan masyarakat Kota Cantik selama pelaksanaan PSBB.

Pemerintah Kota Palangka Raya telah melaksanakan PSBB sejak Senin (11/05) hingga 14 hari ke depan. Pada pelaksanaan PSBB itu pemerintah setempat tetap mengizinkan para pedagang atau pengusaha menjalankan usahanya dengan sejumlah ketentuan.

“Para pengusaha dalam menjalankan usahanya harus melaksanakan sejumlah ketentuan termasuk terkait jam operasional. Hal itu untuk menjaga kegiatan ekonomi masyarakat tetap tumbuh di tengah mewabahnya Covid-19,” kata Umi.

Hal itu dilakukan untuk memastikan ekonomi masyarakat Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah tetap tumbuh di tengah pandemi virus yang berasal dari Wuhan, China itu.

Berdasarkan Peraturan Wali Kota Palangka Raya, tempat usaha yang diizinkan beroperasi selama PSBB yakni pelaku usaha yang bergerak di bidang pemenuhan kebutuhan pokok meliputi bahan pangan, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, perbankan, sistem pembayaran dan logistik.

Klasifikasi pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari itu meliputi penyediaan barang retail di pasar rakyat yang menjual kebutuhan pokok dan/atau pakan ternak/hewan peliharaan, pasar modern/toko modern, toko atau warung yang menjual kebutuhan pangan pokok masyarakat dan pakan ternak/hewan peliharaan. Kemudian toko/warung kelontong/restoran/rumah makan yang menjual makanan dan minuman dan ditambah jasa binatu (laundry).

“Namun, khusus untuk pelaku usaha panti pijat, refleksi, SPA, salon, warnet, gim online, dan pasar dadakan atau pasar kaget, wajib menutup sementara tempat usahanya selama dilaksanakan PSBB,” kata Umi.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Satgas Temukan Metode Baru Padamkan Karhutla, Bagaimana Caranya?
apahabar.com

Kalteng

DPRD Kapuas Setujui 11 Raperda Ditetapkan Jadi Perda
apahabar.com

Kalteng

Dokumen DPT PPS Desa Pulau Telo Kapuas Kalteng Sempat Diduga Hilang
apahabar.com

Kalteng

Penyelesaian Tata Batas Kalteng-Kalbar Terus Diupayakan
apahabar.com

Kalteng

Siap Edarkan 13 Paket Sabu, Pria di Arsel Diringkus Sartresnarkoba Polres Kobar
apahabar.com

Kalteng

Setelah Masker, Kini Antiseptik Menyusul Langka di Palangka Raya
Curi Buah Sawit

Kalteng

Curi Buah Sawit di Kapuas, Warga Mentawa Baru Ketapang Kotim Diamankan
Covid-19

Kalteng

Update Covid-19 Kapuas: Kasus Positif Tambah Belasan, 6 Sembuh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com