Tensi Politik Memanas, Bawaslu RI Turun Gunung ke Kalimantan Selatan Buntut Video Guru Wildan, Bawaslu Klarifikasi PWNU Kalsel Resmi! PPKM Mikro di Banjarbaru Kembali Diperpanjang hingga 19 April Hore! Tanah Laut Segera Miliki Stadion Berkapasitas 10.000 Penonton Perhatian! Bandara Syamsudin Noor Tetap Beroperasi Selama Larangan Mudik

Sepekan Direndam Banjir, Getek Jadi Primadona di Barut

- Apahabar.com Rabu, 6 Mei 2020 - 15:56 WIB

Sepekan Direndam Banjir, Getek Jadi Primadona di Barut

Jalan Mangku Sari Pasar Ipu Kelurahan Melayu berubah menjadi pangkalan getek selama banjir beberapa hari ini. Foto-apahabar.com/Nasution

apahabar.com, MUARA TEWEH – Sepekan dilanda banjir, warga Kabupaten Barito

Kalimantan Tengah, mau tak mau harus berganti alat transportasi. Dengan ketinggian air yang mencapai satu meter, otomatis alat transportasi darat tak bisa berfungsi.

Saat ini, beberapa jalan di kabupaten ini terputus. Alat transportasi pun memakai perahu getek bermesin. Pada umumnya getek ini dipergunakan bagi warga Muara Teweh yang tinggal di daerah terendam air menuju ke Pasar Ipu, Jalan Mangku Sari Kelurahan Melayu, Kecamatan Teweh Tengah.

Sedangkan yang menggunakan perahu mesin di Jalan Panglima Batur kebanyakan warga dari luar kota Muara Teweh datang dan berbelanja ke kota ini.

Salah satu Pemilik perahu mesin, Amang Abduh mengatakan, dirinya sudah beberapa hari ini menawarkan jasa angkutan getek kepada warga yang membutuhkannya.

Pria yang mengaku mangkal di Jalan Mangku Sari ini membeberkan pendapatanya dalam sehari.

“Pendapatan sehari memang tidak menentu, kadang sampai seratus ribu rupiah, kadang kurang,” kata Abduh.

Biasanya, sambungnya, dia memabawa penumpang untuk jalur Jalan Mangku Sari, Setiaji Hilir, Jalan Antasari, dan Panglima Batur. Sebab daerah ini rata rata rumah mereka terendam air sehingga akses satu-satunya adalah transportasi air.

Hal senada juga diungkapkan oleh Jaun, pemilik getek lainnya, dirinya mengaku mangkal di Jalan Panglima Batur di mana para pengguna jasanya kebanyakan warga yang datang dari luar kota Muara Teweh.

“Mereka umumnya para pedagang datang dan berbelanja ke beberapa toko yang masih buka untuk kemudian dibawa ke perahu mesin yang lebih besar,” ujarnya.

Ditanya soal pendapatan, Jaun mengakui sedikit lebih banyak dari sebelum banjir, karena lebih sering dimanfaatkan jasanya oleh warga.

Reporter: AHC17
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Satgas Covid-19: Pasien Sembuh di Palangka Raya Kalteng Bertambah 16 orang

Kalteng

Dandim dan Kapolres Barut Pantau Proses Belajar Mengajar di Sejumlah Sekolah
apahabar.com

Kalteng

Tubruk Truk, Bapak-Anak dari Samarinda Meregang Nyawa
Covid-19

Kalteng

Tekan Penyebaran Covid-19, Tokoh Ulama Kapuas Harap Camat Lebih Berperan
food estate

Kalteng

Tidak Terimbas Banjir, Food Estate di Pulang Pisau Siap Panen
bupati kapuas

Kalteng

Bupati Kapuas Buka TMMD Reguler ke 110
Pasar Kahayan

Kalteng

Resmikan Pasar Kahayan Sebagai Pasar Tangguh, Simak Harapan Kapolda
apahabar.com

Kalteng

Sempat Sembuh, Ketua Bawaslu-Komisioner KPU di Barito Reinfeksi Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com