Hitungan Hari, Kasus Covid-19 di Banjarmasin Diprediksi Tembus 300 Kasus PSBB Berakhir Esok, Banjarbaru Siap Menuju ‘New Normal’ via PKM Banjarmasin ‘New Normal’: Wali Kota Tunggu Pusat , Pakar Tak Sepakat Puncak Covid-19 di Kalsel, Jutaan Warga Diprediksi Terjangkit Tambah Satu Lagi, Balita di Kotabaru Positif Covid-19




Home Kalsel

Sabtu, 23 Mei 2020 - 17:35 WIB

Sepinya Pemudik di Perbatasan Kalsel-Kalteng di Banjarbaru saat Pandemi

rifad - Apahabar.com

Suasana di posko pemeriksaan atau posko cek poin Kilometer 17 jalan Lingkar Utara terpantau lengang, tidak ada pengguna jalan, Sabtu (23/5) sekitar pukul 14.42. Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

Suasana di posko pemeriksaan atau posko cek poin Kilometer 17 jalan Lingkar Utara terpantau lengang, tidak ada pengguna jalan, Sabtu (23/5) sekitar pukul 14.42. Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – Jelang hari raya Idulfitri 1441 hijriah, pengguna jalan di wilayah posko cek poin PSBB Km 17, Banjarbaru, terpantau sepi.

“Ini bukan jalur utama ya, jalur utamanya kan ada di Jalan Ahmad Yani. Jalur kita ini kan jalur alternatif dari Kapuas, Palangka Raya, Marabahan itu yang melintasi jalan ini,” ujar Perwira Pengendali (Padal), Ipda Sudarga kepada apahabar.com, Sabtu (23/5) siang.

“Kebetulan ini mau hari raya jadi jalur ini cukup lengang lah untuk hari ini,” sambung Darga, sapaan akrabnya.

Meski pengguna jalan tak banyak berlalu lalang di wilayah posko penjagaannya, namun petugas pemeriksaan tetap standby.

Baca juga :  Gelar Operasi Patuh, Satlantas Polresta Banjarmasin Jaring 161 Pelanggar

“Kami tetap lakukan pemeriksaan, kalau ada pelanggaran biasanya kita beri teguran saja,” katanya.

Yang mana pelanggaran yang paling mendominasi di posko cek poin Km. 17 jalan Lingkar Utara ini adalah perbedaan KTP atau domisili.

“Sifatnya orang luar domisili dari Banjarbaru yang mencoba masuk wilayah Banjarbaru dan tidak ada kepentingan mendesak, tidak disertai surat rekomendasi dari instansinya ya kita suruh balik kanan. Untuk mobil di sini jarang yang melebihi kapasitas hampir semua di bawah 50 persen,” terangnya.

Sedangkan untuk pelanggaran tidak menggunakan masker, akan diberikan masker gratis dan diperbolehkan lewat, asal berkepentingan.

“Untuk yang bisa memasuki wilayah Banjarbaru ya harus dites (periksa) dulu suhu badannya oleb kawan kawan kesehatan, kalau di bawah 37 derajat ya kita persilakan,” tambahnya.

Baca juga :  Jalur Jembatan Sungai Lulut Ditutup, Dinas PUPR: Kita Siapkan Jalan Alternatif

Adapun jumlah pelanggaran per harinya di posko cek poin tersebut terhitung fluktuatif.

“Hari perhari fluktuatif beda beda, rata rata dalam sekali kegiatan itu roda duanya bisa sampai 20-an, roda 4-nya bisa sampai 7 hingga 8 buah, disuruh balik kanan itu orang di luar Banjarbaru yang tidak berkepentingan,” ungkap Padal.

Terakhir, ia menegaskan belum ada laporan terkait pengguna jalan yang terindikasi mudik.

“Terindikasi mudik belum ditemukan sampai hari ini,” pungkasnya.

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Harga Cabe Di Pasar Marabahan Beranjak Turun
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Batola: Wanaraya Tambah 3 Pasien Positif

Kalsel

Pemkab Tanbu Siapkan Usulan PSBB
apahabar.com

Kalsel

Sebelum Zainal Meninggal di Madinah, Istrinya Sudah Berpirasat Lain
apahabar.com

Kalsel

Berkaca pada Bali, Mampukah Kalsel Meniru?
apahabar.com

Kalsel

Dikira Kecelakaan, Ternyata Buruh Gudang di Banjarmasin Meninggal karena Sakit
apahabar.com

Kalsel

Waspada Jalan Licin! Bonceng Perempuan Hamil, Pengendara R2 Nyungsep ke Sungai Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Mundur dari SMSI, Media Siber di Kalsel Gabung JMSI