Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

Setelah Jejangkit, Dua Warga Mandastana Juga Tolak BST Kemensos

- Apahabar.com Rabu, 27 Mei 2020 - 20:03 WIB

Setelah Jejangkit, Dua Warga Mandastana Juga Tolak BST Kemensos

Salah seorang putra Sulimah menyerahkan surat pernyataan menolak menerima BST Kemensos di Kantor Pos Mandastana. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Kejujuran masyarakat Barito Kuala patut diacungi jempol, menyusul sikap dua warga Kecamatan Mandastana yang menolak menerima Bantuan Sosial Tunas (BST) Kementerian Sosial.

Mereka yang menolak menerima bantuan bernama Sulimah dan Bariana, kesemuanya warga Desa Puntik Luar.

Penolakan itu ditandai dengan pembuatan surat pernyataan bermaterai Rp6000. Oleh perwakilan keluarga, surat tersebut sudah diserahkan ke Kantor Pos Mandastana, Rabu (27/5).

“Saya merasa cukup dengan keadaan sekarang, sehingga tidak layak menerima bantuan tersebut,” demikian kutipan surat pernyataan yang dibuat Sulimah.

“Lagipula saya masih memiliki anak-anak yang membiayai kebutuhan hidup saya,” imbuh wanita kelahiran Jawa Tengah berusia 67 tahun tersebut.

Sementara Bariana sebenarnya sudah menolak, ketika melihat data penerima BST yang telah diverifikasi aparat desa bersama ketua RW dan RT, serta Babinkamtibmas dan Babinsa.

“Sebenarnya saya sudah meminta agar nama saya ditinggal saja. Namun dalam data penerima BST terakhir yang dikirim kepada pemerintah desa, nama saya masih tertera,” urai Bariana.

“Dengan pikiran sehat dan tanpa dipaksa pihak lain, saya tidak ingin menerima BST. Masih banyak keluarga kurang mampu yang berhak menerima bantuan itu,” tambahnya.

Menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Kemensos memberikan bantuan sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan, terhitung sejak April 2020.

“Menindaklanjuti keputusan warga, kami segera menembuskan surat pernyataan penolakan kepada Dinas Sosial Batola,” papar Husaini Noor, Plt Camat Mandastana.

Sebelumnya penolakan menerima BST dilakukan Mukeri, warga Jejangkit Pasar di Kecamatan Jejangkit. Sesuai dengan DTKS, BST tersebut sedianya diterima istri Mukeri bernama Halimatus Sa’diyah.

Sama seperti Sulimah dan Bariana, pasangan suami istri itu beralasan tidak berhak menerima bantuan.

Padahal dari segi fisik, Mukeri sudah berusia 64 tahun dan hampir tidak mungkin lagi bekerja lantaran sakit yang diderita.

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Warga Kuin Cerucuk Banjarmasin Dibuat Geger, Mayat Berbusana Minim Ditemukan Mengapung
apahabar.com

Kalsel

Ajarkan Masyarakat Sungai Gampa Trik Hidup Sejahtera
apahabar.com

Kalsel

Banjir Bandang di Balangan Rendam Puluhan Rumah Warga 
apahabar.com

Kalsel

Debit Air Sungai Hantakan Meningkat, Peserta JMTs Terpaksa Diungsikan
apahabar.com

Kalsel

Datangi Ponpes Nurul Hijrah Jorong, Ini Permintaan Kapolda Kalsel ke Guru Mukeri
apahabar.com

Kalsel

Bertarung Halau Covid-19, Anggota DPRD Kotabaru Terjun ke Pelosok Desa
apahabar.com

Kalsel

Peduli Dampak Covid-19, Arutmin Salurkan Paket Sembako untuk Warga Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Dampak Covid-19 Meluas, Burhanuddin Sebar Paket Sembako di Pesisir Kotabaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com