Happy Wedding! Plt Gubernur Kalsel Resmi Nikahi Pramugari KH Miftachul Achyar Terpilih Jadi Ketua Umum MUI, Gantikan Ma’ruf Amin Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat!

Soal Dugaan Konspirasi di Balik Covid-19, Simak Kata Peneliti Indonesia

- Apahabar.com Jumat, 29 Mei 2020 - 05:15 WIB

Soal Dugaan Konspirasi di Balik Covid-19, Simak Kata Peneliti Indonesia

Ilustrasi - Peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona. Foto- Shutterstock via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Beberapa waktu terakhir beredar video dan narasi di media sosial mengenai kecurigaan sejumlah pihak mengenai adanya konspirasi di balik terjadinya Covid-19.

Salah satunya pandemi ini bagian dari program senjata biologi rahasia China. Teori ini menyebut virus corona baru pembunuh berasal dari laboratorium di Wuhan.

Teori lainnya, pendapat ilmuwan bernama dr. Judy Mikovits yang mengatakan pandemi corona dibuat perusahaan farmasi besar. Pengusaha Bill Gates dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dotuduh sebagai biang kerok penyebaran Covid-19.

Benarkah konspirasi memang terjadi?

Peneliti virus dari Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, dr. Rizalinda Syahril mengatakan belum ada pembuktian mengenai hal ini.

“Saya dan peneliti lain sepakat belum ada bukti yang mendukung konspirasi tersebut. Ada beberapa video dan narasi di WhatsApp yang menyatakan kecurigaan pada conspiracy. Hal ini mungkin bisa terjadi, tapi kita tidak ada bukti,” ujar dia di sela diskusi via daring mengenai Covid-19, Kamis (28/05).

Rizalinda menuturkan, secara alami virus SARS CoV-2 mungkin mengalami evolusi sehingga jika virus ini bisa bertahan melawan seleksi alam, maka justru akan menimbulkan penyakit.

Virus ini sudah dikenal sejak 1965 dan saat itu menginfeksi mamalia dan burung, lalu memunculkan gejala enteritis pada sapi dan babi, seperti pendarahan, demam, muntah hingga keluarnya cairan-cairan seperti lendir dari rektum. Virus lalu menyebabkan infeksi saluran napas atas pada ayam dan manusia.

“Virus menyebar ke berbagai wilayah, Amerika, Eropa, disebabkan transmisinya tidak dihentikan akhirnya mengenai banyak daerah,” kata Rizalinda.

Dari sisi karakteristik, SARS CoV-2 memiliki kecepatan transmisi 2-3,5 yang berarti 2-4 orang akan sakit karena 1 orang yang terinfeksi dengan sifat super spreader artinya mudah sekali menular.

“Virus juga super shedder, ketika ada virus di tubuh orang, virus dikeluarkan dari saluran napas atau lainnya sekalipun tanpa gejala. 12,6 persen penularan terjadi sebelum ada gejala pada pasien sumber. 2-3 hari orang sudah bisa sakit sejak bertemu orang sumber infeksi,” jelas Rizalinda.

Kemampuan transmisi pra-gejala menjadi alasan mengapa sangat penting melakukan social distancing dan tidak berkumpul di tempat ramai.

Cara penularan virus pun dari orang ke orang lain melalui percikan dari batuk atau bersin, airborne atau tindakan yang memunculkan aerosol, sentuhan fisik, kemudian penularan dari orang tanpa gejala dan dari hewan peliharaan.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Pandemi Covid-19, Pernikahan Deddy Corbuzier dengan Sabrina Ditunda
apahabar.com

Gaya

Anjuran dan Tips Berjemur Secara Aman
apahabar.com

Gaya

Banjarmasin Gencar Sosialisasikan Waspada DBD
apahabar.com

Gaya

Ini 5 Destinasi Wisata di Papua yang Menarik Untuk Dikunjungi
apahabar.com

Gaya

Komunitas Jejak Mahluk Astral Mendalami Dunia Spiritual
apahabar.com

Gaya

5 Manfaat Menyehatkan dari Cincau untuk Buka Puasa
apahabar.com

Gaya

Resep Nastar Meleleh di Mulut Ala Farah Quinn
apahabar.com

Gaya

7 Makanan yang Harus Dihindari untuk Cegah Perut Buncit
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com