Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Songsong Piala Thomas, PBSI Utamakan Keselamatan Atlet

- Apahabar.com Kamis, 7 Mei 2020 - 06:00 WIB

Songsong Piala Thomas, PBSI Utamakan Keselamatan Atlet

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Piala Thomas siap bergulir 3-11 Oktober 2020 di Denmark. Indonesia berstatus unggulan pertama.

Dengan menyisakan waktu lima bulan lagi, para pebulu tangkis Tanah Air harus bekerja keras mengembalikan performa terbaiknya.

Pandemi virus Corona Covid-19 membuat upaya ini tidak mudah. Sebab mereka sulit untuk menjalani latihan secara ideal di tengah kekuatiran terjangkit virus yang belum ditemukan vaksinnya tersebut.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PBSI Susi Susanti, menegaskan Piala Thomas dan Uber 2020 memang jadi turnamen prioritas bagi atlet-atlet pelatnas bulu tangkis Indonesia.

“Thomas dan Uber ini salah satu turnamen yang menjadi prioritas utama PBSI. Anak-anak sudah mulai mempersiapkan diri lagi,” kata Susi dilansir dari Antaranews.com.

“Tapi tentu belum 100 persen kondisinya, mengingat masih dalam situasi pandemi kami lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan atlet, jangan sampai sakit,” ujarnya menambahkan.

Kejuaraan Piala Thomas dan Uber sebenarnya rutin digelar pada pertengah Mei. Sebelum tampil di ajang ini, para pemain Indonesia bakal memanaskan mesinnya di berbagai turnamen yang digelar sebelumnya. Turnamen yang masuk dalam agenda PBSI sebagai ajang pemanasan antara lain Malaysia Open, Singapore Open, Badminton Asia Championships (BAC), dan Denmark Open.

Namun pandemi COVID-19 yang melanda hampir seluruh negara telah membuat semua turnamen bulu tangkis mengalami pembatalan maupun penundaan. Kondisi tersebut dinilai Susi tidak hanya mengganggu persiapan tim Indonesia, tapi juga seluruh tim elit dunia, sehingga seluruh negara punya peluang yang sama pada turnamen Piala Thomas nanti.

Kekuatan Merata

Terkait peta kekuatan lawan, Susi menilai seluruh negara partisipan mempunyai kekuatan yang merata. Bahkan dengan pensiunnya pebulu tangkis ganda putra asal Denmark Mathias Boe juga dianggap tak terlalu menguntungkan Indonesia.

“Saya lihat kekuatan masih merata. Bicara peluang, ya kita ada. Tapi kembali bagaimana dengan persiapan sendiri. Mudah-mudahan kita bisa benar-benar memanfaatkan sisa waktu ke depan,” ujar Susi. (lip6)

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Kontrak Habis, Samsul Arif Berpikir Kembali ke Barito
apahabar.com

Sport

Rio Haryanto Bertekad Lebih Baik di Seri ke-2 Blancpain GT Series Asia Thailand
apahabar.com

Sport

Penalti Rafael Mentah, Barito Putera Ditekuk Bali United
apahabar.com

Sport

Juara Dunia Asal Skotlandia Bernyali Jajal Ketangguhan Manny Pacquiao
apahabar.com

Sport

Barca Siapkan Kontrak Fantastis untuk Messi
apahabar.com

Sport

Hasil Kualifikasi MotoGP San Marino 2020, Vinales Terdepan, Kejutan Valentino Rossi, Live Trans7
Cristiano Ronaldo

Sport

Wah, Cristiano Ronaldo Jadi Manusia Pertama dengan 500 Juta Pengikut di Medsos

Sport

Hasil Laga Internal Persija Jakarta, Osvaldo Haay dan Marc Klok Cetak 2 Gol, Skor Akhir 4-2
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com