Sederet Agenda Wamen Alue Dohong di Kalsel, Tanam Pohon hingga Tinjau Rehabilitasi DAS Manajemen Pama Ungkap Dua Kemungkinan Terburuk Karyawan Bantah Ijazah Rahmad Masud Palsu, Rektor Untri Siap Lapor Balik Satu Warga Kalsel Tertular Corona B117, Pj Safrizal Imbau Perketat Prokes Varian Baru Corona B117 Sudah Masuk Kalsel, Banjarmasin Belum Ada Temuan

Sudah 1.954 Pasien Covid-19 Sembuh, Paling Banyak di Jakarta

- Apahabar.com Senin, 4 Mei 2020 - 20:18 WIB

Sudah 1.954 Pasien Covid-19 Sembuh, Paling Banyak di Jakarta

Grafis sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per Senin (4/5) siang. Foto-GTPP Covid-19.

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 mencatat jumlah pasien sembuh sudah 1.954, Senin (4/5).

Menyusul tambahan 78 orang sembuh berdasarkan data Senin (4/5) pukul 12.00 WIB.

“Kasus konfirmasi positif yang sembuh bertambah 78 sehingga menjadi 1.954 orang,” jelas Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di Media Center GTPP Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin.

Apabila melihat sebaran kasus sembuh dari 34 Provinsi di Tanah Air, DKI Jakarta menjadi wilayah dengan sebaran pasien sembuh terbanyak yakni 632.

Lalu, disusul Sulawesi Selatan 199, Jawa Timur sebanyak 178, Jawa Barat 159, Bali 159 dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 1.954 orang.

“Kalau kita lihat sebaran pasien sembuh yang paling banyak adalah di Jakarta 632, kemudian Sulawesi Selatan 199, Jawa Timur 178, Jawa Barat 159, Bali 159 dari total keseluruhannya adalah 1.954 orang,” ungkap Yuri.

Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

Di sisi lain, jumlah kasus terkonfirmasi positif menjadi 11.587 setelah ada penambahan sebanyak 395 orang.

Sedangkan jumlah kasus meninggal yang disebabkan Covid-19 bertambah menjadi 864 setelah ada penambagan sebanyak 19 orang.

Dalam hal ini, ada faktor penyakit penyerta atau komorbiditas hipertensi, diabetes, jantung dan penyakit paru-paru, yang memperburuk kondisi pasien hingga meninggal dunia.

Akumulasi data hari ini diambil dari hasil uji spesimen sebanyak 116.861 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 89 laboratorium.

Sebanyak 86.061 kasus spesimen yang diperiksa didapatkan data 11.587 positif dan 74.474 negatif.

Kemudian untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) menjadi 238.178 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) menjadi 24.020 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 331 kabupaten/kota di Tanah Air.

Dari akumulasi data tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sebanyak 18 provinsi tidak melaporkan penambahan kasus positif baru.(cgi)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Hari Pangan Dunia, FAO Indonesia: Pangan Global Rapuh Akibat Pandemi
apahabar.com

Nasional

Prostitusi Online, Polisi Tetapkan Finalis Parawisata Asal Kaltim Tersangka
apahabar.com

Nasional

Rutan Kabanjahe Rusuh, Polda Sumut: Tidak Ada Napi Kabur
apahabar.com

Nasional

Fantastis, Penikahan Pengantin Ini Disebut Termahal karena Uang Panaik Rp4 M!
apahabar.com

Nasional

Selain Dirut, Sore Ini Erick Ganti Komut dan Direktur Keuangan PLN
Muhammadiyah

Nasional

Muhammadiyah Dorong Bank Syariah Indonesia Memihak Usaha Kecil
Habib

Nasional

Buntut Kasus Swab Test, Habib Rizieq dan Dirut RS UMMI Jadi Tersangka
apahabar.com

Nasional

PKPU Nomor 4/2017 Diubah, Kepala Daerah Kampanye Pilkada Serentak 2020 Tak Perlu Cuti
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com