Sidang Kasus Sabu 300 Kg di Banjarmasin, 4 Terdakwa Terancam Hukuman Mati! Tipu-Tipu Oknum DLH Banjarmasin, Sekantoran Diutangi Ratusan Juta Tipu Belasan Penyapu Jalan, Oknum ASN di Banjarmasin Akhirnya Mengaku! Berstatus Waspada, PVMBG Sebut Aktivitas Gunung Semeru Masih Fluktuatif Kejari Banjarbaru Musnahkan Ratusan Gram Narkotika dan Barbuk Tindak Pidana Tetap Lainnya

Syahyudi: Kalsel Belum Memenuhi Syarat untuk New Normal

- Apahabar.com Rabu, 27 Mei 2020 - 19:50 WIB

Syahyudi: Kalsel Belum Memenuhi Syarat untuk New Normal

Brigjen (Purn), Syahyudi selaku Liaison Officer (LO) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) didampingi Wakil Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq. Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – Presiden Joko Widodo mencanangkan tatanan kenormalan baru atau new normal di tengah pandemi Covid-19. Namun Kalimantan Selatan (Kalsel) masih belum memenuhi syarat.

Seperti diketahui, new normal mengacu pada tingkat R0 atau Rt yang berada di bawah angka 1.

Reproduction number atau R0 merupakan angka reproduksi atau potensi penularan dari penyakit Covid-19. Sedangkan reproduction rate (Rt) atau R effective adalah angka reproduksi yang terjadi setelah adanya intervensi yang dilakukan pemerintah.

Dalam hal ini, intervensi yang dimaksud misalnya pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Brigjen (Purn) Syahyudi selaku Liaison Officer (LO) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menilai Kalsel masih belum memenuhi syarat untuk penerapan tatanan kehidupan baru tersebut.

“Kami sudah beberapa hari di Kalsel melakukan monitoring dan evaluasi terkait penanganan Covid-19 di Kalsel. Sudah pula melakukan diskusi beberapa kali dan memungkinkan indikator untuk R0 masih belum kelihatan,” ujarnya kepada apahabar.com saat ditemui seusai rapat gugus tugas di Idham Chalid Banjarbaru, Rabu (27/05).

Sehingga menurutnya Kalsel masih belum memenuhi syarat penerpan new normal itu.

Sebab di Kalsel angka potensi penularan Covid-19 masih belum dibawah 1.

“RO atau R1 itu adalah indikator tren kasus Covid-19 turun naik nya. Di Kalsel masih mempercepat bagaimana mengidentifikasi pasien pasien Covid-19 dan penanganan penyebaran,” jelasnya.

Meski demikian, Syahyudi yakin Kalsel segera dapat mempraktekkan tatanan kehidupan baru bersanding dengan virus asal Wuhan tersebut.

“Kita (Kalsel) pasti akan ke sana (new normal) dengan tentunya dukungan dan kesadaran dan disiplin yang tinggi karena Covid-19 ini adalah tanggung jawab kita bersama rakyat harus terdepan untuk mencegah penularan penyakit ini,” ucapnya.

Diterangkan Syahyudi, setelah dua kali pantauan Movev, Kalsel masih pada tahap ke arah new normal.

“Dua kali kita melaksanakan Monev pertama sebelum hari raya itu yang kita pantau di tempat-tempat PSBB baik di kota/kabupaten. Kita lihat untuk masalah protokol kesehatan masih perlu kerja keras gugus tugas supaya masyarakat lebih disiplin lagi dalam pelaksanaan kesehatan khususnya di tempat-tempat keramaian di pasar,” terangnya.

Sementara, Wakil Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, menambahkan bahwa Kalsel memang menuju ke arah new normal namun dengan skenario yang sudah dipastikan.

“Kita sudah mengarah ke sana tetapi kita buat langkah-langkah penanganan penyakit nya sendiri menjadi prioritas dengan cepat lakukan tracing tracking dan testing,” kata Hanif.

Sehingga Kalsel dapat dengan cepat menangani pasien sampai tidak ditemukan penyebaran lagi.

“Mau bicara new normal, penyakitnya saja belum ketemu sampai dimana, dia sudah dipresentasi mana, dan perbandingan penyebarannya seperti apa ?, kita belum bisa menjelaskan dengan detail,” paparnya

Nah, lanjut Hanif, jika itu semua sudah diketahui secara detail baru lah Kalsel bisa terapkan new normal.

“Karena itu, kita mungkin bulan bulan ini akan disibukan diri untuk mencari dan mengungkap dengan gamblang dimasyarakat semuanya harus jelas,” pungkasnya.

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

SBC Kumpulkan Dana Donatur ke Keluarga Balita Penderita Tumor di Balangan
apahabar.com

Kalsel

Satpol PP dan Damkar Tanbu Songsong Pilkada 2020 
apahabar.com

Kalsel

Abaikan Edaran Wali Kota, Armani Club Banjarmasin Tetap Beroperasi
Apahabar.com

Kalsel

Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST
apahabar.com

Kalsel

Terungkap, Rahasia Ipda Tista Tetap Cantik dan Bugar Selama Ramadan
apahabar.com

Kalsel

Anggota Intelijen hingga Satresnarkoba Polres HST Diganjar Penghargaan
Apahabar.com

Kalsel

PT PLN Kalselteng Ungkap Penyebab Tagihan Listrik Tiba-Tiba Naik
apahabar.com

Kalsel

PWI Kalsel Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Hari Pers Nasional
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com